Let’s travel together.

Waspadai Ciri-Ciri Amandel yang Meradang Berikut Ini

0 2

Waspadai Ciri-Ciri Amandel yang Meradang Berikut IniKetika Anda atau buah hati Anda mengeluhkan demam, sakit pada tenggorokan, dan kesulitan menelan makanan, Anda mungkin akan berpikir apakah tanda dan gejala tersebut merupakan ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan. Amandel atau tonsil adalah kelenjar pada tubuh kita yang terletak di tenggorokan bagian belakang. Amandel bertugas menyaring dan menangkap kuman penyakit sebelum memasuki saluran pernafasan kita dan menyebabkan infeksi. Amandel juga memproduksi antibodi untuk melawan infeksi. Karena fungsinya itulah, amandel menjadi pertahanan garis depan melawan kuman penyakit pada anak-anak. Baru kemudian seiring dengan usia anak yang makin bertambah, tugas amandel tersebut perlahan-lahan akan dilimpahkan pada bagian tubuh yang lain.

Amandel bertugas menangkal infeksi. Meskipun demikian, paparan bakteri dan virus pun dapat membuat amandel membengkak dan meradang, yang dalam dunia kedokteran disebut dengan tonsillitis. Bakteri yang menyebabkan radang amandel umumnya dari kelompok streptococcus. Sementara itu, virus yang menyebabkan radang amandel antara lain virus influenza, rhinovirus (virus penyebab pilek), adenovirus (virus penyebab diare), parainfluenza (virus penyebab penyakit pernafasan dan faringitis atau radang kotak suara), serta Eipstein-Barr virus (virus penyebab demam kelenjar).

Amandel yang mengalami peradangan umum terjadi, terutama pada anak-anak. Radang amandel dapat timbul kadang-kadang saja, dapat pula kambuh dalam frekuensi yang cukup sering. Umumnya, radang amandel yang disebabkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun setelah 4 – 10 hari.

Kenali Ciri-Ciri Amandel yang Mengalami Peradangan Berikut Ini

Bakteri atau virus yang menyebabkan radang amandel menular melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi penyakit batuk atau bersin. Bahkan tetesan yang sangat kecil dari air liur penderita mengandung bakteri atau virus tersebut. Ketika Anda tanpa sengaja menghirup percikan air liur tersebut, Anda beresiko terserang radang amandel. Ketika Anda menyentuh permukaan yang terdapat percikan air liur yang mengandung bakteri atau virus tersebut, kemudian Anda menyentuh mulut, mata, atau hidung Anda setelahnya, Andapun beresiko terserang radang amandel.

Begitu Anda terinfeksi, Anda akan menampakkan ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan seperti yang tercantum di bawah ini. Anda bisa saja hanya menampakkan beberapa gejala, namun bisa saja keseluruhan dari gejala-gejala berikut Anda alami semuanya:

Gejala utama dari amandel yang mengalami peradangan adalah sakit tenggorokan. Tenggorokan dan kedua kelenjar amandel (yang terletak di kiri dan kanan tenggorokan, sebelah atas-belakang lidah) tampak merah dan membengkak. Kelenjar amandel tampak memiliki bercak-bercak atau titik-titik nanah yang menutupi sebagian atau seluruh permukaan kelenjar amandel tersebut. Karena pembengkakan pada kelenjar amandel inilah, selain sakit tenggorokan, penderita radang amandel biasanya juga mengalami kesulitan dalam menelan.

Ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan yang kedua adalah demam. Demam adalah respon dari tubuh yang menunjukkan sistem imun tubuh (dalam kasus ini, kedua buah kelenjar amandel Anda) tengah berjuang melawan infeksi. Seseorang disebut mengalami demam apabila suhu badannya berada di atas 37,5 derajat Celcius (gunakan termometer untuk mendapatkan hasil pengukuran suhu yang akurat).

Ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan yang lainnya adalah nafas penderita yang berbau tak sedap. Yang harus diperhatikan adalah, nafas berbau tak sedap ini tidak hanya disebabkan oleh radang amandel saja. Kurangnya kesadaran seseorang untuk menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut, konsumsi makanan yang beraroma menyengat, dan diet rendah karbohidrat juga dapat memicu timbulnya bau nafas tak sedap.

Bau nafas tak sedap tentunya dapat juga disebabkan oleh sejumlah kondisi medis. Selain pada kasus radang amandel, bau nafas tak sedap juga dapat timbul pada kasus infeksi gigi atau gusi, faringitis (radang pada kotak suara), infeksi lokal pada saluran pernafasan, sinusitis (radang pada rongga di belakang dahi dan tulang pipi) kronis, bronkitis kronis, diabetes, gastroesophageal reflux disease (GERD), penyakit ginjal atau liver, dan intoleransi laktosa.

  • Tanda dan gejala yang mirip dengan sakit flu

Ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan dapat pula berupa tanda dan gejala yang mirip dengan flu, seperti hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, serta batuk. Ketika Anda mengalami sakit tenggorokan yang disertai dengan tanda dan gejala flu tersebut, kemungkinan besar penyebab radang amandel Anda adalah virus. Radang amandel akibat infeksi virus biasanya akan pulih tanpa penanganan khusus dalam waktu kurang lebih 2 minggu.

Jika Anda merasakan sakit tenggorokan dibarengi dengan demam tinggi yang mendadak serta pembengkakan kelenjar getah bening namun tidak muncul tanda dan gejala flu seperti yang disebutkan sebelumnya, kemungkinan radang amandel yang Anda alami disebabkan oleh bakteri. Ini berarti Anda perlu pergi ke dokter yang mungkin akan meresepkan antibiotik.

Radang amandel yang disebabkan oleh infeksi bakteri apabila tidak ditangani dengan baik akan memicu timbulnya komplikasi, seperti infeksi sinus dan telinga atau abses peritonsil. Radang amandel yang berulang kali kambuh dapat menghalangi saluran nafas dan menyebabkan timbulnya sejumlah masalah mulai dari yang ringan seperti mendengkur, hingga yang berat seperti obstructive sleep apnea (berhentinya nafas ketika tidur, yang disebabkan oleh adanya sumbatan pada jalan nafas).

Merawat Sendiri Radang Amandel yang Disebabkan oleh Virus

Apabila Anda mengalami ciri-ciri amandel meradang yang sekiranya diakibatkan oleh virus, Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah. Tujuan perawatan secara mandiri ini adalah untuk meredakan tanda dan gejala radang amandel sementara tubuh Anda melawan infeksi tersebut. Perawatan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah adalah untuk meredakan ketidaknyamanan yang Anda alami akibat sakit tenggorokan dan gejala yang lain seperti hidung tersumbat, hidung berair, batuk, dan bersin-bersin.

Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Berkumur dengan air garam. Campurkan 1 sendok teh garam dengan 250 ml air hangat, lalu gunakan untuk berkumur sesering mungkin. Garam adalah antiseptik alami yang dapat membantu ‘membilas’ virus dari tubuh Anda. Beberapa sumber tidak menganjurkan berkumur dengan air garam bagi anak berusia di bawah 8 tahun.
  • Minum air hangat atau dingin, tergantung mana yang membuat Anda merasa nyaman. Salah satu ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan adalah demam. Sehingga, minum banyak cairan (termasuk jus, sari buah, sup, atau cairan elektrolit lainnya) dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Minum obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Dalam meminum obat, baca dan ikuti petunjuk yang tercantum di label. Jika tidak yakin dengan dosisnya, konsultasikan pada dokter Anda. Jangan berikan aspirin pada individu yang berusia di bawah 20 tahun.
  • Banyak beristirahat
  • Mandi air hangat untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Uap air hangatnya juga membantu dalam melegakan hidung yang tersumbat.

Demikian artikel yang membahas mengenai ciri-ciri amandel yang mengalami peradangan, yang disertai dengan sekilas tips untuk merawat radang amandel akibat virus di rumah. Semoga artikel ini membawa manfaat untuk kita semua.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

47 − = 39