Trigger Finger: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Trigger Finger: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Trigger Finger: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Trigger Finger: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Jari kaku atau dalam istilah medis disebut trigger finger adalah kondisi yang dapat dialami hampir semua orang, terutama bagi orang yang melakukan aktivitas berulang atau secara terus-menerus. Salah satu kebiasaan yang menjadi pemicu adalah menggenggam smartphone terlalu lama. 

trigger-finger-doktersehat

Sebenarnya apa itu trigger finger? Mari baca terus untuk mendapatkan informasi lengkap tentang gejala, penyebab hingga pencegahannya di bawah ini.

Apa Itu Trigger Finger?

Trigger finger adalah suatu kondisi yang memengaruhi satu atau lebih tendon di tangan, yang menyebabkan jari tangan kaku dalam posisi menekuk. Ini biasanya terjadi pada ibu jari, jari manis atau jari kelingking di kedua tangan, tetapi lebih sering di tangan kanan karena sering digunakan untuk melakukan aktivitas.

Jari kaku dan tidak dapat menekuk terjadi ketika peradangan mempersempit ruang di dalam selubung yang mengelilingi tendon di jari-jari tangan. Biasanya, kondisi ini disebabkan aktivitas yang membutuhkan tangan untuk mencengkeram berulang kali.

Gejala Trigger Finger

Gejala awal biasanya cenderung ringan dan menjadi lebih parah seiring waktu. Gejala lebih cenderung muncul setelah tangan menggenggam benda dengan kuat atau saat meluruskan jari.

Berikut beberapa gejala trigger finger:

  • Tangan kaku, terutama saat pagi
  • Jari menekuk dalam posisi bengkok dan sulit diluruskan
  • Nyeri atau muncul benjolan (nodul) di pangkal jari atau ibu jari
  • Bunyi klik atau gemeretak yang menyakitkan ketika menekuk atau meluruskan jari. Kondisi lebih buruk ketika jari diam, dan menjadi lebih baik saat menggerakkannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera dapatkan perawatan medis jika sendi jari terasa panas dan meradang, karena gejala ini mengindikasikan infeksi. Begitupun jika tangan mengalami kekakuan, jari menekuk, mati rasa atau nyeri pada persendian jari, atau jika tidak dapat meluruskan atau menekuk jari.

Penyebab Trigger Finger

Trigger finger adalah kondisi yang terjadi ketika selubung tendon pada jari yang terkena menjadi iritasi dan meradang, sehingga menghambat gerakan tendon dengan normal.

Tendon adalah jaringan yang menghubungkan antara otot dengan tulang, setiap tendon dikelilingi oleh lapisan pelindung.

Iritasi yang berkepanjangan pada selubung tendon dapat menimbulkan jaringan parut, penebalan dan terbentuknya benjolan pada tendon.

Faktor Risiko Trigger Finger

Berikut berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena trigger finger:

1. Usia

Risiko tangan kaku dan menekuk meningkat pada orang yang lebih dewasa atau manula, yakni di kisaran usia 40-an atau 60-an.

2. Jenis Kelamin

Trigger finger dapat terjadi pada siapapun, tetapi lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

3. Mencengkeram Benda Berulang

Pekerjaan atau kebiasaan yang menggunakan tangan berulang-ulang dan mencengkeram benda dengan kuat dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko. Biasa, kondisi ini terjadi di kalangan petani, wanita yang sering melakukan pekerjaan seperti mengulek dan menyapu, pekerja industri, musisi, dan siapa pun yang mengulang gerakan jari.

4. Masalah Kesehatan Tertentu

Orang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, rheumatoid arthritis atau asam urat berisiko lebih tinggi.

5. Operasi Carpal Tunnel Syndrome

Kekakuan pada jari mungkin komplikasi yang terkait dengan operasi untuk carpal tunnel syndrome, terutama selama enam bulan pertama setelah operasi.

Diagnosis

Trigger finger adalah kondisi yang memerlukan tes sederhana untuk mendiagnosis kondisi jari tangan yang kaku. Dokter atau tenaga medis dapat melakukan diagnosis berdasarkan riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pasien untuk meregangkan dan mengepalkan tangan, memeriksa area nyeri, gerakan dan kekakuan pada jari.

Dokter juga akan merasakan telapak tangan pasien untuk melihat apakah ada benjolan. Jika benjolan terkait dengan kekakuan pada jari, benjolan dapat bergerak ketika jari digerakkan karena benjolan adalah area pembengkakan di bagian tendon yang berfungsi menggerakkan jari.

Apakah Trigger Finger Bisa Sembuh?

Kebanyakan pasien pulih dalam beberapa minggu setelah istirahat, menggunakan obat anti-inflamasi, atau menggunakan hand splinting (alat penunjang) selama enam minggu.

Selengkapnya simak beberapa pengobatan yang akan dijelaskan di bawah ini.

Baca Juga: Radang Sendi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Pengobatan Trigger Finger

Pengobatannya bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya gejala yang dirasakan. Beberapa pilihan pengobatan di antaranya:

1. Terapi

Berikut beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan di rumah:

  • Beristirahat. Hindari aktivitas yang membutuhkan cengkeraman berulang-ulang, menggenggam berulang, atau penggunaan alat yang bergetar secara berkepanjangan sampai gejala membaik. Jika tidak dapat menghindari aktivitas ini sama sekali, gunakan sarung tangan yang empuk untuk memberikan perlindungan.
  • Kompres hangat atau es untuk mengurangi pembengkakan pada jari.
  • Merendam jari tangan di air hangat beberapa kali dalam sehari untuk melemaskan tendon dan otot.
  • Latihan peregangan. Dokter mungkin juga akan menyarankan pasien untuk latihan yang ringan atau lembut untuk membantu menjaga pergerakan jari.
  • Hand Splinting. Dokter mungkin menyarankan pasien untuk menggunakan hand splinting di malam hari untuk menjaga jari yang sakit tetap lurus atau tidak menekuk selama enam minggu. Alat ini juga dapat membantu mengistirahatkan tendon.

2. Obat-Obatan

Obat trigger finger yang dapat digunakan seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), termasuk ibuprofen, naproxen, obat antiinflamasi, dan injeksi steroid, yang dapat meringankan rasa sakit dan peradangan.

3. Pelepasan Perkutan

Setelah mendapatkan suntikan anestesi, dokter akan menusukkan jarum ke jaringan di sekitar tendon tangan. Biasanya, peregangan jari sebelum penyuntikan dapat membantu memecah penyempitan yang menghalangi gerakan halus tendon.

Perawatan ini dapat dibantu dengan ultrasound atau yang lebih dikenal dengan sebutan USG , sehingga dokter dapat melihat posisi ujung jarum di bawah kulit untuk memastikan membuka selubung tendon tanpa merusak tendon atau saraf di dekatnya.

4. Operasi

Jika terapi dan obat trigger finger tidak efektif, pasien mungkin dianjurkan untuk menjalani prosedur operasi.

Setelah disuntik anestesi, operasi dilakukan melalui sayatan kecil di dekat pangkal jari yang sakit, ahli bedah dapat memotong bagian selubung tendon yang mengencang.

Ketika sembuh, selubung tendon lebih kendur dan memungkinkan jari bergerak lebih mudah.

Pemulihan operasi bisa memakan waktu beberapa minggu hingga enam bulan. Dokter mungkin menyarankan terapi fisik untuk menghilangkan kekakuan setelah operasi.

Komplikasi

Seperti prosedur operasi lainnya, operasi pada jari ini juga memiliki beberapa risiko. Ahli bedah pun akan mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko. Komplikasi yang terjadi mungkin memiliki dampak permanen.

Beberapa komplikasi yang terjadi setelah operasi termasuk:

  • Infeksi
  • Iritasi atau kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa atau nyeri
  • Pendarahan berlebihan atau pembengkakan
  • Bekas luka akibat operasi yang mungkin menyakitkan
  • Kekambuhan dan memerlukan operasi lebih lanjut

Pencegahan Trigger Finger

Latihan dapat meregangkan dan menguatkan pergelangan tangan dan jari. Mereka yang memiliki riwayat kondisi ini dapat mencegah dan mengurangi rasa sakit.

Beberapa contoh latihan yang dapat membantu pencegahan, di antaranya:

1. Peregangan Pergelangan Tangan

Berikut beberapa cara meregangkan pergelangan tangan:

  • Posisikan kedua telapak tangan di depan dada, rasakan peregangan secara lembut di pergelangan tangan.
  • Perlahan-lahan turunkan telapak tangan ke arah pusar untuk meningkatkan sensasi peregangan.
  • Tahan posisi ini selama 10 detik, lalu lepaskan.

2. Menekuk Ujung Jari

Latihan ini membantu menekuk sendi jari bagian atas. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Angkat satu tangan setinggi wajah dan tangan lainnya memegang jari yang sakit secara berlawanan, tepat di bawah ujung jari.
  • Tekuk ujung jari secara perlahan di sambungan atas, jaga agar sisa jari tetap lurus.
  • Ulangi 10 kali setiap jari sakit.

3. Menekuk Sendi Tengah

Berikut beberapa tahap untuk menekuk sendi bagian tengah tangan:

  • Peganglah jari yang sakit di pangkal sendi jari dan tekuk di bagian tengah jari.
  • Perlahan luruskan jari.
  • Ulangi cara ini sebanyak 10 kali.

Meskipun tampak sederhana, beberapa latihan ini sangat efektif membantu pencegahan dengan menghilangkan ketegangan di jari dan tangan.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

  1. Mayo Clinic Staff. 2017. Trigger finger. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100. (Diakses 3 Maret 2020)
  2. Nall, Rachel. 2019. Trigger Finger. https://www.healthline.com/health/trigger-finger#risk-factors. (Diakses 3 Maret 2020)
  3. Anonim. 2018. Trigger Finger and Trigger Thumb. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/trigger-finger#1. (Diakses 3 Maret 2020)
  4. Trigger finger. https://www.nhs.uk/conditions/trigger-finger/causes/. Diakses 3 Maret 2020)
  5. Nall, Rachel. 2019. Trigger finger: 7 home remedies. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327135. Diakses 3 Maret 2020)
  6. Trigger finger. https://www.sportsmed.com.au/trigger-finger/. Diakses 3 Maret 2020)

Artikel Asli :https://doktersehat.com/penyakit-trigger-finger/