Let’s travel together.

Telat Haid Tapi Negatif, Apa Sebabnya?

0 2

Telat Haid Tapi Negatif, Apa Sebabnya?Anda penasaran apa yang menyebabkan Anda telat haid tapi negatif? Jika Anda adalah wanita yang biasa memiliki siklus menstruasi yang normal dan teratur, kemudian tiba-tiba menstruasi Anda terlambat beberapa hari dari biasanya (katakanlah terlambat 4 atau 5 hari), mungkin Anda akan melakukan tes kehamilan sendiri di rumah menggunakan test pack. Ketika test pack tersebut menunjukkan hasil negatif, Anda mungkin akan bingung dan bertanya-tanya bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Hal ini sebenarnya wajar dialami oleh banyak orang dan ada beberapa sebab yang mungkin mendasarinya. Untuk mengetahui apa saja penyebab telat haid tapi negatif, baca dengan seksama penjelasan berikut ini.

Telat Haid Tapi Negatif? Anda (Masih) Mungkin Hamil

Jika menstruasi Anda datang terlambat dan Anda mengalami tanda-tanda awal kehamilan, Anda mungkin mencurigai kehamilan sebagai penyebab telatnya tamu bulanan Anda. Akan tetapi, jika test pack Anda menunjukkan hasil negatif, ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya:

  • Sensitivitas alat tes kehamilan

Ketika Anda telat haid tapi negatif, bisa jadi alat tes kehamilan Anda memiliki sensitivitas yang rendah. Alat tes kehamilan bisa saja mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin atau hCG (hormon kehamilan) pada level tertentu dan tidak dapat mendeteksi apabila kadar hormon di bawah batas tersebut. Untuk itu, jika Anda melakukan tes kehamilan terlalu dini, ketika kadar hormon hCG belum terlalu tinggi, tes kehamilan mungkin menunjukkan hasil negatif. Inilah mengapa beberapa merk alat tes kehamilan menganjurkan Anda untuk melakukan tes beberapa hari setelah Anda telat haid.

Oleh sebab itu, jika Anda sangat ingin mengetahui sedini mungkin apakah Anda hamil atau tidak, gunakan alat tes kehamilan dengan sensitivitas tinggi dan ikuti cara penggunaannya dengan seksama. Bacalah hasil pengujian dalam rentang waktu yang direkomendasikan. Bandingkan hasilnya dengan yang tertera pada cara pemakaian untuk mengetahui apakah hasil pengujian yang Anda dapatkan valid atau tidak.

  • Urin yang digunakan untuk tes kehamilan

Untuk melakukan tes kehamilan, paling baik menggunakan urin yang keluar pertama di pagi hari dimana konsentrasi hormon hCG mencapai level paling tinggi. Telat haid tapi negatif salah satunya dapat disebabkan oleh urin yang terlalu tinggi kadar airnya, bisa jadi karena sebelum tes Anda minum air dalam jumlah yang banyak.

Demikian juga apabila Anda melakukan tes kehamilan pada siang atau malam hari, kadar hormon hCG mungkin tidak banyak sehingga tidak dapat dideteksi oleh alat tes kehamilan Anda. Jika Anda terpaksa tidak dapat melakukan tes kehamilan di pagi hari, cobalah untuk tidak minum banyak air dan tahanlah buang air kecil agak lama sebelum Anda melakukan tes kehamilan tersebut.

  • Masih rendahnya kadar hormon hCG

Anda sudah melakukan tes kehamilan menggunakan urin pertama yang keluar di pagi hari. Andapun sudah menggunakan test pack dengan sensitivitas yang tinggi. Namun mengapa hasilnya masih negatif? Penyebab telat haid tapi negatif selanjutnya adalah karena level hormon hCG Anda yang memang belum mencapai puncaknya.

Setelah sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim, seorang wanita memproduksi hormon hCG dengan kadar yang berbeda-beda. Namun rata-rata kadar hormon hCG akan meningkat hingga 20mIU/ml pada 7-10 hari setelah ovulasi. Beberapa wanita memproduksi hormon hCG dengan kadar yang lebih rendah, namun beberapa lainnya memproduksi hormon hCG dengan kadar yang lebih tinggi.

Pada beberapa kasus, penyebab telat haid tapi negatif mungkin adalah kehamilan ektopik. Adanya gangguan pada kehamilan dapat menyebabkan rendahnya atau menurunnya kadar hormon hCG, yang membuat hasil tes kehamilan menjadi negatif bahkan ketika Anda merasakan tanda-tanda kehamilan. Segeralah pergi ke dokter jika menstruasi terlambat, tes kehamilan menunjukkan hasil negatif, sementara Anda mengalami beberapa kondisi berikut: nyeri berat di perut, pusing atau perasaan ingin pingsan, pendarahan atau bercak darah, mual dan muntah.

Faktor Lain yang Menyebabkan Anda Telat Haid Tapi Negatif

Siklus menstruasi terjadi karena pengaturan dari hormon. Ovarium melepaskan satu sel telur pada setiap siklusnya, proses ini disebut ovulasi. Apabila sel telur tersebut dibuahi oleh sel sperma, sel telur tersebut akan menempel pada dinding rahim yang menyebabkan menstruasi tidak terjadi. Namun apabila sel telur tidak dibuahi, kira-kira dua minggu setelah sel telur dilepaskan, lapisan dinding rahim akan meluruh dan terjadilah menstruasi.

  • Faktor eksternal yang mempengaruhi siklus menstruasi Anda

Ketika ovarium belum melepaskan sel telur, tubuh tidak akan memberi sinyal pada rahim untuk memulai menstruasi. Sehingga, apabila ovulasi tidak terjadi secara teratur, menstruasi pun menjadi tidak teratur pula, bisa saja terlambat beberapa hari dari waktu yang seharusnya (telat haid). Ketika Anda melakukan tes kehamilan, hasilnya negatif. Andapun tidak merasakan adanya tanda-tanda kehamilan. Penyebab telat haid tapi negatif ini ada bermacam-macam, beberapa di antaranya adalah stres, jet lag, kurang tidur, dan terlalu banyak aktivitas (olahraga).

Malnutrisi, atau asupan makanan pada umumnya, dapat berkontribusi pada kondisi telat haid yang Anda alami. Apabila Anda tidak cukup mengkonsumsi makanan dalam jangka panjang, atau makanan yang Anda konsumsi tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, atau jika Anda meminum terlalu banyak kafein, siklus menstruasi Anda bisa jadi memanjang dari biasanya.

Apabila Anda baru saja melahirkan, menyusui pun dapat menjadi penyebab telat haid tapi negatif pada hasil tes kehamilan. Setelah melahirkan, ketika Anda kembali mendapatkan menstruasi, butuh waktu hingga beberapa lama bagi tubuh untuk menyesuaikan diri agar siklus menstruasi dapat kembali normal. Selama menyusui pun, apabila buah hati Anda mengalami periode growth spurt dan menjadi sering menyusu pada malam hari, hal itu pun dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda.

Beberapa kondisi medis tertentu seperti sindrom polikistik ovarium atau gangguan tiroid dapat menyebabkan seseorang telat haid dan lebih jauh lagi, memiliki siklus menstruasi yang sangat tidak teratur. Selain kedua kondisi medis tersebut, telat haid dapat pula terjadi menjelang seseorang mengalami menopause.

Umumnya, menopause terjadi pada usia 50 tahun. Pada beberapa wanita, menopause datang lebih dini pada usia sekitar 40 tahun. Apabila Anda telat haid hingga 90 hari dan tidak mengalami tanda-tanda kehamilan, hubungi dokter untuk menjalani serangkaian pemeriksaan agar penyebab telat haid dapat diketahui dengan cepat.

Beberapa jenis obat seperti pil kontrasepsi (atau metode kontrasepsi lain yang melibatkan hormon) dapat mengganggu keteraturan siklus menstruasi Anda dan menyebabkan telat haid. Selain pil kontrasepsi, juga terdapat beberapa jenis obat-obatan lain yang mungkin berdampak pada terganggunya siklus menstruasi, antara lain obat penurun tekanan darah dan obat-obatan antialergi.

Beberapa penyebab telat haid tapi negatif seperti yang disebutkan di atas (kecuali kehamilan) mungkin timbul hanya sementara, mungkin juga bertahan hingga beberapa waktu lamanya. Seorang wanita yang tidak juga mendapatkan menstruasi selama lebih dari 3 bulan (ketika sebelumnya ia mengalami siklus menstruasi yang normal) sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mengkaji kemungkinan penyebab, sehingga dapat dilakukan tindakan penanganan yang sesuai.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

33 − = 28