Let’s travel together.

Tanda-Tanda Hamil sebelum Telat Haid yang Dapat Anda Ketahui

0 3

Tanda-Tanda Hamil sebelum Telat Haid yang Dapat Anda KetahuiTanda hamil sebelum telat haid bisa dideteksi oleh ibu sendiri sebenarnya. Ada banyak gejala yang biasa menyertai menjelang awal kehamilan. Meskipun gejala-gejala yang dirasakan ibu belum bisa dijadikan penentu tanda pasti hamil, namun ibu perlu untuk mengetahuinya. Apalagi jika kehamilan ini adalah kehamilan yang direncanakan, tentu saja segala informasi terkait kehamilan akan sangat penting untuk diketahui. Setidaknya dengan mengetahui sedari dini informasi terkait kehamilan, banyak persiapan yang bisa dilakukan guna menunjang kesehatan selama hamil nanti.

Dalam tinjauan medis, tanda kehamilan dibagi menjadi dua yakni tanda pasti dan tanda mungkin hamil. Pembahasan kali ini akan membatasi tanda hamil yang muncul sebelum haid saja. Dengan kata lain, kali ini akan banyak membicarakan tanda mungkin hamil yang biasa muncul membersamai kehamilan.

Tanda mungkin hamil menunjukkan bahwa yang dialami tersebut bukanlah satu-satunya indikasi yang memastikan seseorang secara pasti dinyatakan hamil. Tanda dan gejala yang muncul masih berupa ‘kemungkinan’ hamil, bukan merupakan sebuah kepastian hamil. Kepastian kehamilan dapat dinyatakan melalui pemeriksaan USG maupun mendengarkan langsung denyut jantung janin menggunakan alat khusus saat usia kehamilan mulai memasuki 16 minggu.

Mengenal Tanda Hamil sebelum Telat Haid

Meski bukan merupakan sebuah tanda pasti hamil, tentu tidak ada salahnya mempelajari tanda-tanda mungkin hamil yang ada. Kira-kira apa aja tanda hamil sebelum telat haid itu? Mari kita simak penjelasan di bawah ini:

1. Payudara tegang dan membesar

Dalam masa awal kehamilan, keberadaan Human Placental Lactogen (hPL) dengan muatan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolik yang mengiringinya. Hormon esterogen, progesteron, dan chorionic somatotrophin lah yang menyebabkan pembesaran payudara yang disertai dengan rasa penuh, tegang, dan sensitif terhadap sentuhan.

Harap dibedakan dengan rasa nyeri saat menjelang haid. Secara umum nyeri yang ditimbulkan mirip, hanya saja nyeri payudara karena hamil ini lebih berkali lipat rasanya. Hal ini biasanya terjadi selama dua bulan awal kehamilan.

2. Perasaan ingin buang air kecil yang lebih sering

Perubahan hormon selama hamil banyak mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh. Salah satunya yakni meningkatkan kecepatan aliran darah ke ginjal, hal ini berdampak pada kandung kemih yang terisi lebih cepat sehingga sensasi ingin BAK menjadi sering muncul. Tidak perlu khawatir karena ini adalah kejadian yang normal dialami ibu hamil.

Selain itu, berkembangnya ukuran janin akan menekan keberadaan organ di sekitarnya, salah satunya kandung kemih. Kandung kemih yang tertekan akan menimbulkan sensasi ingin BAK. Hal ini akan semakin sering dirasakan seiring dengan bertambahnya ukuran janin. Jangan sekali-kali menahan BAK. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan infeksi nantinya.

3. Mual di pagi hari (morning sickness)

Rasa mual di pagi hari sering muncul pada awal kehamilan meski tidak setiap ibu hamil mengalaminya. Hal ini terjadi karena perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Selain itu, rasa mual yang dialami bisa juga dikarenakan perubahan metabolisme glikogen hati serta peningkatan asam lambung.

Sensasi mual ini bisa diantisipasi dengan beragam cara, diantaranya: (1) Saat bangun tidur, jangan terburu-buru beranjak, namun lakukan aktifitas kecil-kecil dahulu seperti senam jari misalnya. (2) Penuhi kebutuhan cairan pagi Anda dengan minum minuman hangat. Teh hangat bisa menjadi opsi namun jangan dikonsumsi bersamaan saat makan. (3)  Makan camilan ringan seperti biskuit atau roti kering akan sangat membantu mengurangi sensasi mual.

4. Cepat merasa lelah

Tanda hamil sebelum telat haid selanjutnya adalah cepat merasa lelah. Kondisi ini dalam istilah kesehatan biasa disebut fatigue. Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya Basal Metabolic Rate (BMR) dalam masa awal kehamilan. Seiring meningkatnya aktivitas janin sesuai pertambahan usia kehamilan, rasa lelah ini akan berangsur-angsur menghilang.

5. Rasa yang aneh di mulut

Perubahan selama hamil memang beragam. Rasa aneh di mulut pun biasa juga terjadi. Mulut menjadi lebih sensitif dari biasanya. Bebauan yang tajam sangat memancing rasa mual dan muntah. Kondisi ini akan berangsur-angsur berkurang menginjak trimester kedua nanti.

6. Puting berwarna lebih gelap

Perubahan hormon yang terjadi dapat mengakibatkan berbagai perubahan pada fisik ibu. Salah satunya adalah pigmentasi pada bagian puting. Puting akan menjadi terlihat berwarna lebih gelap. Hal ini adalah perkara wajar bagi semua ibu hamil.

7. Munculnya chloasma gravidarum

Chloasma gravidarum adalah hiperpigmentasi (penambahan warna gelap) pada area wajah (dahi, hidung, pipi, dan leher). Area tubuh yang mengalami hiperpigmentasi akan kembali normal setelah kehamilan berakhir, namun ada pengecualian pada perut (strie gravidarum). Pada area hiperpigmentasi di perut akan memudar namun guratan pada kulit akan menetap.

8. Muncul bercak darah (spotting)

Pada masa awal kehamilan beberapa ibu mengalami bercak darah atau spotting. Biasanya spotting ini terjadi pada 3-6 hari sebelum menstruasi. Spotting ini adalah hal yang normal terjadi pada ibu hamil. Saat masa awal kehamilan, akan terjadi implantasi atau penempelan hasil pembuahan ke dalam rahim. Hal tersebut mengakibatkan munculnya bercak darah atau spotting. Tak perlu risau karena hal ini biasanya tidak berlangsung lama.

9. Suhu tubuh meningkat

Peningkatan suhu tubuh ini jarang disadari oleh ibu hamil. Peningkatan suhu tubuh ini merupakan salah satu tanda bahwa sel telur talah berhasil dibuahi. Peningkatan suhu tubuh ini hanya berlngsung singkat saja yakni selama 1-2 hari sebelum jadwal menstruasi.

10. Meningkatnya nafsu makan

Keberadaan hormon esterogen mempengaruhi syaraf sensorik untuk memunculkan rasa ingin pada beberapa makanan. Beberapa ibu akan merasa lebih bernafsu dengan jenis makanan tertentu. Dalam istilah yang lebih awam, hal ini biasa disebut sebagai ngidam.

11. Sering merasa pusing

Pusing yang menjadi tanda awal hamil ini karena tubuh membutuhkan sirkulasi darah yang lebih besar bagi ibu dan janin. Selain itu, pusing ini juga bisa disebabkan karena menurunnya kadar gula darah karena banyak digunakan untuk menyuplai nutrisi pada janin. Tidak perlu mengonsumsi obat terkait ini, ibu hanya perlu beristirahat secara cukup.

12. Gangguan pada pencernaan

Gangguan pada pencernaan yang biasa terjadi adalah sembelit. Ibu hamil biasa akan mengalami kesusahan buang air besar. Hal ini dikarenakan kerja hormon progesteron yang memberikan pengaruh langsung pada sistem kerja usus halus dan besar. Hal ini memberikan efek tidak nyaman dan sesak pada perut ibu hamil.

13. Sakit pada punggung

Pada masa awal kehamilan, punggung akan terasa sakit. Penyebabnya adalah otot yang berada di punggung mulai melonggar. Rasa sakit yang dirasakan pun bervariasi, bahkan ada yang mirip sensasi kontraksi seperti akan melahirkan. Namun tak perlu cemas, hal ini bisa diatasi misalnya dengan kompres air hangat.

Demikian tadi macam tanda hamil sebelum telat haid yang bisa kami rangkum untuk Anda. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa tanda-tanda tersebut tidak berlaku mutlak pada semua ibu hamil. Karena masih merupakan tanda mungkin hamil, Anda sebaiknya tetap memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan fasilitas USG agar dapat memastikan kondisi kehamilan yang dialami.

Baca juga:
Penyebab Telat Datang Bulan 2 Minggu dan Cara Mencegahnya
Telat Haid Tapi Negatif, Apa Sebabnya?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 8 = 9