Let’s travel together.

Tanda Persalinan Sudah Dekat pada Minggu-Minggu Terakhir Kehamilan Anda

0 3

Tanda Persalinan Sudah Dekat pada Minggu-Minggu Terakhir Kehamilan AndaBeberapa hal yang mungkin Anda rasakan di hari-hari terakhir masa kehamilan Anda sering membuat Anda bertanya-tanya, apakah tanda persalinan sudah dekat? Kelahiran bayi pastinya merupakan sebuah peristiwa yang sudah Anda nantikan selama sembilan bulan ini. Meskipun demikian, tidak sedikit dari Anda yang merasa cemas membayangkan proses persalinan. Kapan persalinan tiba? Apa yang akan saya rasakan? Berapa lama proses persalinan bayi saya? Dan bagaimana saya tahu bahwa saat persalinan sudah tiba? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang mungkin berkecamuk dalam benak Anda. Untuk menjawabnya, ada beberapa hal yang menjadi indikasi tanda persalinan sudah dekat.

Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut, diharapkan Anda dapat memiliki sedikit gambaran tentang apa yang nantinya akan Anda hadapi, dan bagaimana berespon terhadap setiap tanda yang timbul nanti.

Tanda Persalinan Sudah Dekat: Beberapa Hari atau Minggu Menjelang Saatnya Tiba

Sesungguhnya, tubuh Anda sudah mulai mempersiapkan untuk proses persalinan jauh-jauh hari sebelumnya. Satu hingga empat minggu sebelum persalinan dimulai, misalnya. Apabila ini kehamilan pertama Anda, Anda mungkin mengamati bahwa perut Anda tampak semakin ‘turun’ dan Anda bisa bernafas dengan lebih lega. Ini dikarenakan janin Anda mulai memasuki rongga panggul sehingga mengurangi tekanan pada paru-paru Anda. Dampaknya adalah, Anda menjadi sering buang air kecil karena posisi janin yang demikian menekan kandung kemih Anda.

Anda mungkin juga merasa kram dan nyeri di daerah selangkangan dan punggung bawah sebagai tanda persalinan sudah dekat. Hal ini wajar, karena otot dan sendi di daerah tersebut sedang melakukan peregangan dan pergerakan untuk mempersiapkan saatnya persalinan. Sebaliknya, otot dan sendi di bagian tubuh lain akan mengendur, termasuk otot rektum. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami diare. Hal ini normal, tetap penuhi kebutuhan cairan Anda agar tidak dehidrasi.

Kemudian, Anda mungkin akan merasa sangat lelah pada hari-hari terakhir ini. Untuk mengatasinya, usahakan untuk tidur sejenak di siang hari untuk mengembalikan energi Anda. Atau, Anda mungkin merasakan sebaliknya. Pada beberapa kasus, ibu hamil justru merasakan luapan energi menjelang persalinan yang membuat mereka sangat ingin membersihkan dan menata rumah. Hal tersebut pun tak apa, asalkan Anda tidak melakukannya secara berlebihan yang justru pada akhirnya akan membuat Anda kelelahan.

Fase Laten Persalinan

Tahap pertama persalinan adalah pembukaan, yang terdiri dari fase laten dan fase aktif. Disebut fase laten adalah saat pertama mulut rahim Anda mulai membuka hingga pembukaan 4. Tanda persalinan sudah dekat yang Anda rasakan pada fase laten ini adalah:

  • Nyeri atau kencang pada perut atau punggung bawah yang menetap (tidak hilang jika Anda melakukan aktivitas), yang disebut dengan kontraksi.
  • Air ketuban keluar. Keluarnya air ketuban dapat hanya berupa rembesan atau langsung dalam jumlah banyak seperti orang mengompol. Sebagian besar ibu hamil yang akan menjalani persalinan mengalami kontraksi teratur terlebih dahulu sebelum keluarnya air ketuban. Akan tetapi pada beberapa kasus, air ketuban keluar lebih dulu. Segera hubungi dokter atau bidan Anda ketika air ketuban keluar.
  • Keluar flek berwarna pink atau kecokelatan adalah tanda persalinan sudah dekat. Flek ini adalah lendir yang berasal dari leher rahim Anda, dengan tekstur mirip seperti dahak.

Kontraksi adalah tanda persalinan sudah dekat yang paling mudah diamati. Akan tetapi, Anda bisa saja mengalami ‘kontraksi palsu’ beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelumnya. Lantas, bagaimana membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi yang sesungguhnya?

Kontraksi yang sesungguhnya akan bertambah kuat seiring berjalannya waktu, dan durasinya pun makin lama. Kontraksi yang Anda rasakan dimulai dari punggung bagian bawah, kemudian menjalar ke perut bagian bawah, dan mungkin juga ke kedua kaki. Nyeri kontraksi juga tidak hilang saat Anda berganti posisi atau melakukan aktivitas. Selain itu, kontraksi yang sesungguhnya akan makin sering dan teratur.

Ketika kontraksi, otot rahim Anda menegang sehingga timbul sensasi nyeri. Cobalah untuk meletakkan tangan Anda di atas perut, Anda akan merasakan perut Anda mengeras. Ketika otot rahim Anda kembali mengendur, nyeri akan mereda dan perut Anda tidak lagi mengeras. Kontraksi inilah yang nantinya akan ‘mendorong’ janin ke bawah, melewati mulut rahim, dan menuju jalan lahir untuk dilahirkan ke dunia.

Jika Anda sudah mengeluarkan air ketuban sementara kemajuan kontraksi Anda tidak seperti yang diperkirakan, Anda mungkin perlu diinduksi karena tanpa perlindungan kantong ketuban yang utuh, janin Anda rentan terpapar infeksi dari luar.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan pada fase laten ini? Berusahalah untuk tetap tenang. Ketika Anda merasa tenang, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin yang dapat membantu melancarkan proses persalinan Anda. Lakukanlah apa saja untuk membuat pikiran Anda tenang: menonton film atau mendengarkan lagu favorit Anda, berjalan-jalan, atau berbincang-bincang dengan pasangan. Mintalah pada dokter, perawat, atau bidan yang menangani Anda untuk mengajarkan posisi serta teknik bernafas.

Pada fase ini, usahakan sebisa mungkin untuk tetap menyantap makanan, bahkan meskipun Anda tidak berselera makan. Mengkonsumsi sejumlah kecil makanan yang tinggi energi akan membuat Anda tetap kuat menjalani proses persalinan nanti.

Fase Aktif Persalinan

Setelah melewati fase laten, Anda kini berada pada fase aktif. Fase aktif adalah ketika mulut rahim mengalami pembukaan 4 hingga 10. Pada fase ini, kontraksi Anda semakin teratur dan sering. Durasi kontraksi semakin lama, dan intensitas kontraksi semakin kuat sebagai tanda persalinan sudah dekat. Pada fase ini, Anda mungkin makin sulit untuk melakukan percakapan dengan orang lain (karena frekuensi dan intensitas kontraksi). Untuk meredakan ketidaknyamanan yang mungkin timbul, mintalah pada tenaga kesehatan untuk mengajarkan cara-cara untuk mengurangi nyeri kontraksi.

Waspadai Tanda Bahaya yang Mungkin Timbul

Anda harus segera menghubungi dokter atau bidan pada beberapa kondisi. Pertama, jika Anda merasakan kontraksi teratur padahal usia kehamilan Anda belum mencapai 37 minggu, karena itu bisa jadi salah satu tanda kelahiran prematur. Kedua, jika Anda merasakan penurunan gerakan bayi. Normalnya, bayi bergerak (menendang, menggeliat, atau gerakan apa saja yang dilakukannya) setidaknya 10 kali dalam dua jam.

Ketiga, jika Anda mengalami pendarahan (darah yang berwarna merah terang, bukan pink atau kecokelatan). Keempat, jika air ketuban Anda berwarna hijau atau cokelat. Air ketuban berwarna jernih dan tidak berbau. Warna hijau atau cokelat adalah tanda bahwa air ketuban Anda tercemar mekonium. Mekonium adalah tinja pertama bayi, akan sangat berbahaya jika bayi Anda menghirup atau menelan air ketuban yang terkena mekonium.

Terakhir, adalah apabila Anda mengalami gangguan penglihatan, sakit kepala, atau bengkak di anggota badan yang tiba-tiba atau sangat parah. Tanda-tanda tersebut dapat merupakan gejala preeklampsia (gangguan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam air seni). Preeklampsia jika tidak segera ditangani dapat membahayakan organ tubuh lainnya, seperti mata, hati, dan ginjal. Pada kondisi-kondisi seperti yang disebutkan, jangan tunda untuk segera pergi ke fasilitas kesehatan.

Demikian tanda persalinan sudah dekat yang dapat Anda amati dan rasakan. Yang perlu diingat adalah, setiap ibu mungkin mengalami pengalaman persalinan yang berbeda dari ibu lainnya. Bahkan pengalaman persalinan antara satu anak kandung dengan anak lainnya pun berbeda. Akan tetapi, dengan mengetahui tanda-tanda persalinan, tentunya Anda memiliki gambaran dan persiapan yang lebih baik dalam menyambutnya. Selamat menyambut persalinan yang lembut dan nyaman!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

3 + 5 =