Let’s travel together.

Tanda dan Gejala Asma Pada Anak yang Wajib Dicermati Orangtua

0 3

Asma adalah salah satu penyakit yang umum dialami anak-anak. Sayang, tidak semua orangtua paham betul mengenai tanda dan gejalanya. Gejala asma pada anak umumnya cenderung mirip seperti penyakit pernapasan lain sehingga sering kali terlewatkan. Nah, supaya tidak salah cara menanganinya, yuk kenali tanda dan gejalanya lewat ulasan berikut ini.

Gejala asma pada anak muncul pada usia berapa?

obat asma anak

Gejala asma pada anak bisa muncul di usia berapa pun, bahkan sudah bisa terdeteksi sejak bayi. Akan tetapi, kebanyakan anak akan mulai menunjukkan tanda dan gejala asma ketika mamasuki usia lima tahun, seperti dikutip dari WebMD.

Sampai saat ini, para pakar kesehatan belum bisa memastikan penyebab asma pada anak. Sebagian pakar menduga bahwa ini dapat terjadi saat anak sering terkena paparan debu, asap rokok, dan polusi udara saat beraktivitas di luar rumah.

Sistem imun anak juga masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat asma pada anak terkadang tak bisa dihindari.

Tanda dan gejala asma pada anak

Secara umum, ada empat gejala asma pada anak yang paling khas sehingga perlu Anda cermati baik-baik, yaitu:

1. Batuk

Obat batuk alami untuk anak

Bila anak sering batuk-batuk, Anda harus waspada. Sebab, batuk terus-terusan merupakan gejala asma pada anak yang paling umum.

Tak melulu batuk kering, batuk berdahak pun bisa jadi salah satu ciri asma. Biasanya batuk karena asma muncul saat anak sedang bermain, tertawa, menangis, atau tidur di malam hari.

Sebenarnya batuk merupakan reaksi alami ketika ingin mengeluarkan atau menyingkirkan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Namun, pembengkakan dan penyempitan yang terjadi di saluran pernapasan nyatanya juga bisa memicu kondisi serupa.

2. Sesak napas

penyebab asma pada anak

Saluran udara yang meradang dan bengkak akibat terkena pemicu asma dapat menyebabkan anak susah bernapas lega.

Ia akan lebih mungkin untuk mengalami sesak napas atau napas megap-megap yang disertai dengan dada naik-turun tak beraturan saat asmanya kambuh.

Biasanya kondisi ini terjadi ketika mereka selesai melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti berlarian ke sana kemari tanpa henti.

Meski begitu, terkena asap rokok, polusi udara, debu, bulu bintang, ataupun wewangian berbau tajam, juga bisa memicu gejala ini.

Napas yang pendek dan dangkal dapat membuat anak gelisah dan panik. Hal ini sering kali semakin memperparah gejala asma pada anak.

3. Mengi

anak sering mengigau

Kalau batuk-batuk yang dialami anak juga disertai dengan mengi, Anda harus hati-hati. Hal ini karena mengi juga merupakan gejala asma pada anak yang paling khas.

Kondisi ini ditandai dengan keluarnya suara seperti siulan atau bunyi ‘ngik-ngik’ saat anak menghirup atau mengembuskan napas. Bunyi khas ini muncul karena udara dipaksa keluar melalui saluran pernapasan yang tersumbat atau menyempit.

Selain karena asma, sebetulnya mengi juga bisa tanda dari kondisi medis lainnya. Misalnya saja bronkitis dan penumonia.

Maka bila anak akhir-akhir ini sering mengalami mengi, segera ajak berobat ke dokter. Tujuannya tentu untuk mencari tahu penyebabnya sehingga si kecil dapat segera ditangani dengan tepat.

4. Mengeluh dadanya sesak

gejala asma pada anak ke dokter

Sesak di dada tidak selalu tanda dari penyakit jantung. Pasalnya, kondisi ini juga bisa jadi gejala asma pada anak. Batuk kronis dan mengi yang dialami saat gejala asma muncul dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di dada.

Maka dari itu, bila anak mengeluh dadanya sesak atau sakit, Anda harus waspada. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Postgraduate Medical Journal, gejala ini bisa terjadi sebelum atau selama serangan asma.

Gejala asma lainnya yang perlu diwaspadai ortu

penyebab anak susah tidur

Asma pada anak juga bisa muncul dengan serangkaian gejala lain. Namun perlu digarisbawahi bahwa gejala ini lagi-lagi bisa bervariasi pada setiap anak.

Berikut sejumlah gejala asma pada anak yang tidak boleh dianggap sepele orangtua:

  • Gampang kecapekan saat bermain, ditandai dengan hilangnya minat anak pada mainan favoritnya.
  • Otot leher dan dada menegang.
  • Sering menguap dan menghela napas.
  • Napasnya memburu atau cepat.
  • Sering rewel di malam hari karena susah tidur.
  • Wajah tampak pucat.
  • Muncul gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Kapan harus ke dokter?

inhaler obat hirup asma

Tidak semua anak akan mengalami gejala asma yang sama. Bahkan, gejala asma pada anak pun bisa berbeda-beda dan terus memburuk dari waktu ke waktu.

Beberapa anak mungkin mengalami gejala ringan yang hanya berlangsung sebentar. Sedangkan anak yang lain mengalami gejala yang lebih parah hinga melemahkan dan membuat mereka tidak bisa bermain atau belajar seperti biasanya.

Pada prinsipnya keparahan, frekuensi kekambuhan, serta durasi serangan asma pada tiap anak dapat berbeda-beda. Namun, satu yang pasti; kadar keparahan gejalanya dapat meningkat sangat cepat.

Itu kenapa penting untuk cepat mengobati gejala asma pada anak begitu Anda mengenalinya. Tanpa perawatan yang baik, gejala asma yang dialami anak dapat semakin memburuk. Asma pun bisa menyebabkan anak harus dirawat di rumah sakit karena mengalami komplikasi yang berbahaya.

Bila Anda menemukan salah satu atau beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat untuk memastikan penyebabnya.

Terlebih jika Anda atau pasangan (bahkan keduanya) punya riwayat asma atau alergi sebelumnya. Anak Anda berisiko tinggi terkena asma yang sama seperti Anda. Jadi, jangan lagi tunda-tunda untuk membawa si kecil ke dokter, ya!

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

26 − 25 =