Let’s travel together.

Sifat Golongan Darah A yang Menarik untuk Disimak

0 3

Sifat Golongan Darah A yang Menarik untuk DisimakAnda memiliki saudara atau rekan kerja bergolongan darah A yang sangat penuh pertimbangan dalam memutuskan sesuatu, dan penasaran apakah memang begitu sifat golongan darah A pada umumnya? Well, mungkin rasa penasaran Anda akan berubah menjadi ketertarikan karena di Jepang, mengelompokkan satu set karakteristik kepribadian berdasarkan golongan darah tertentu (A, B, AB, dan O) memang populer. Di acara televisi dan majalah tersedia satu kolom khusus yang membahas ‘ramalan’ berdasarkan golongan darah (tidak ubahnya seperti ramalan bintang). Di media sosial para penggunanya lazim menuliskan golongan darah mereka. Bahkan, di serial komik Jepang, dalam memperkenalkan tokohnya, sang pengarang juga tidak lupa mencantumkan golongan darah masing-masing tokoh.

Singkat kata, bagi masyarakat Jepang (dan beberapa negara Asia Timur lainnya seperti China dan Korea) golongan darah memegang peranan penting tidak hanya dari aspek anatomi dan fisiologi tubuh manusia  namun juga dalam kehidupan sosial.

Sebelum membahas mengenai sifat golongan darah A, B, AB, dan O seperti yang dipercaya oleh masyarakat Jepang, ada baiknya kita terlebih dahulu menilik sejarah pengelompokan golongan darah yang berasal dari benua Eropa di awal abad ke-19. Penemu sistem pengelompokan golongan darah menjadi A, B, AB, dan O adalah Karl Landsteiner, seorang dokter, ahli biologi dan imunologi dari Austria.

Pada tahun 1900, awalnya beliau menemukan bahwa darah dari dua individu yang berbeda ternyata menggumpal ketika dicampurkan. Hal tersebut rupanya mengusik rasa keingintahuan beliau sehingga beliau mengadakan penelitian lebih lanjut. Tahun berikutnya, beliau menemukan bahwa penggumpalan tersebut adalah karena ada suatu komponen pada sel darah merah dan plasma darah, yang berbeda-beda antara darah satu orang dengan orang yang lain. Perlahan, beliau memulai mengelompokkan golongan darah berdasarkan ada tidaknya komponen pada sel darah merah dan plasma darah tersebut.

Beliau kemudian mendapati bahwa transfusi darah di antara dua individu yang memiliki golongan darah yang sama tidak menimbulkan penggumpalan dan kerusakan sel darah. Sedangkan pada transfusi darah yang terjadi di antara dua orang yang memiliki golongan darah berbeda, dapat menyebabkan penggumpalan dan kerusakan sel darah yang berujung fatal. Melalui riset yang berkelanjutan, penemuan ini menjadi dasar pengelompokan golongan darah menjadi A, B, AB, dan O.

Kurang lebih dua dasawarsa setelah sistem pengelompokan golongan darah ditemukan oleh Landsteiner, di belahan bumi lain, tepatnya di Jepang, terdapat seorang profesor di Tokyo Women’s Teacher’s school bernama Takeji Furukawa yang mengusulkan pengelompokan sifat-sifat manusia berdasarkan golongan darah. Seperti misalnya sifat golongan darah A cenderung pendiam, golongan darah B cenderung ramah dan dapat berkomunikasi dengan baik, golongan darah O secara alami tampak menonjol, dan golongan darah AB cenderung pemalu.

Meskipun teori ini tidak begitu mendapat tempat di dunia Barat, namun di negara asalnya teori ini sangat populer. Pada tahun 1990, Mitsubishi, pabrik alat elektronik ternama dari Jepang membuat satu tim karyawan yang hanya terdiri dari karyawan bergolongan darah AB. Selain itu juga tedapat catatan sejarah yang mengatakan bahwa ketika Perang Dunia II, Jepang membentuk kelompok-kelompok tentara berdasarkan golongan darah. Dewasa ini, bahkan terdapat taman kanak-yang mengelompokkan murid berdasarkan golongan darah dan menerapkan rencana pendidikan yang berbeda.

Singkat kata, masyarakat Jepang percaya bahwa golongan darah membawa dampak secara langsung tidak hanya pada kepribadian individu (bahwa sifat golongan darah A berbeda dari golongan darah B, AB, dan O) namun juga pada kemampuan yang mereka kuasai di bidang yang berbeda. Konon, banyak juga kasus diskriminasi karena golongan darah yang berbeda di tempat kerja dan sekolah. Masyarakat Jepang pun memiliki istilah tersendiri dalam bahasa Jepang terhadap bentuk diskriminasi tersebut: bura hara.

Sifat Golongan Darah A yang Membuatnya Menjadi Pendengar yang Baik

Orang yang memiliki golongan darah A cenderung mudah diajak untuk bekerja sama, sensitif, memiliki dedikasi yang kuat terhadap sesuatu yang disenanginya, cerdas, dan pintar. Mereka adalah orang-orang yang sangat terorganisir dan terencana hidupnya, serta bijaksana. Salah satu karakteristik golongan darah A yang paling menonjol adalah kecenderungan mereka untuk meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan mereka sendiri.

Mereka selalu berupaya memandang suatu hal tidak hanya dari kacamata pribadi, namun juga dari sudut pandang orang lain. Hal inilah yang membuat para individu dengan golongan darah A rata-rata bersifat bijaksana, pendengar yang baik, dan karenanya sangat pantas untuk dijadikan teman akrab. Apalagi sifat golongan darah A yang dapat dengan mudah kita amati?

Pemilik golongan darah A senang membuat rencana (dan mengikuti rencana tersebut). Seperti misalnya dalam urusan percintaan. Individu dengan golongan darah A akan merencanakan dengan seksama kemana akan berkencan, apa yang harus dilakukan, bagaimana cara mencapai lokasi tersebut, dan hal-hal lain yang perlu disiapkan sebelumnya.

Dalam hal pekerjaan, terutama dalam pekerjaan yang melibatkan kerja tim, mungkin banyak orang yang akan sering berterima kasih pada karyawan yang memiliki golongan darah A karena kecermatan mereka dalam mengorganisir pekerjaan dan mengeksekusinya. Jika pasangan Anda memiliki golongan darah A, beruntunglah Anda karena Anda akan terbantu merencanakan segala sesuatu dalam hidup Anda dengan sangat rinci.

Cermat dan teliti adalah salah satu sifat golongan darah A yang akan sangat membantu dalam dunia kerja. Tidak heran jika banyak individu dengan golongan darah A yang sangat menikmati profesi-profesi tertentu yang sangat membutuhkan ketelitian, seperti misalnya akuntan, ahli perpustakaan (pustakawan), pengacara, ahli ekonomi, dan penulis.

Pemilik golongan darah A juga sangat sukses di bidang akademik (jika mereka memilih berkarier sebagai peneliti), elektronik, dan programming. Di Jepang, sangat banyak pemilik golongan darah A yang berkarier di bidang riset, untuk menemukan fenomena baru yang perlu dipecahkan dan memperbaiki penemuan-penemuan peneliti sebelumnya. Faktanya, riset mereka tentang mikroflora dan bidang kedokteran lainnya adalah salah satu yang paling rinci dan terbaik di dunia.

  • Sangat memperhatikan detail demi detail

Membahas sifat golongan darah A yang satu ini seakan tidak ada habisnya. Pemilik golongan darah A adalah individu yang sangat perfeksionis. Karakteristik ini tampak dari peralatan elektronik buatan Jepang, juga mobil yang lebih murah namun lebih efisien dibandingkan dengan mobil buatan Amerika.

Individu dengan golongan darah A memang sangat cermat dan terperinci. Hal ini kadang-kadang dapat menimbulkan dampak negatif pada mereka sendiri. Ketika etos kerja mereka ini diterapkan pada orang lain (yang tidak memiliki ritme serupa) maka sangat mungkin timbul konflik. Orang lain mungkin akan mengecap mereka sebagai orang yang sering mengomel atau cerewet, dimana faktanya mungkin saja pemilik golongan darah A hanya berniat menyampaikan detail-detail pekerjaan yang belum terselesaikan.

Pemilik golongan darah A memiliki keterikatan yang kuat terhadap peraturan, dan itu bukanlah sesuatu yang buruk. Bagaimanapun juga peraturan memang diciptakan untuk ditaati, bukan? Akan tetapi, sifat golongan darah A ini dapat membawa dampak negatif bagi orang-orang yang dekat dengan pemilik golongan darah A (pasangan hidup atau anggota keluarga inti), karena mereka senang memberi perintah atau menyalahkan pasangan hidup atau anggota keluarga inti mereka apabila ada sesuatu hal yang tidak berjalan seperti rencana (akibat tidak menaati peraturan dengan baik).

  • Tidak begitu pandai mengungkapkan emosi

Pemilik golongan darah A tidak begitu pandai dalam mengungkapkan emosi mereka. Mungkin dari luar mereka tampak sebagai pribadi yang tenang. Akan tetapi, dalam hatinya bisa jadi penuh dengan gejolak dan kecemasan karena mereka lebih suka menyimpan masalah untuk menghindari konflik dengan orang lain. Apabila hal ini berlanjut dalam rentang waktu lama, pemilik golongan darah A mungkin saja rentan mengalami kecemasan dan depresi karena mereka lebih memilih menimbun emosi hingga mereka sendiri ‘meledak’.

Meskipun demikian, bukan berarti sifat golongan darah A ini menghalangi mereka untuk mengungkapkan pendapat di depan orang banyak. Pemilik golongan darah A memiliki prinsip yang kuat. Dalam banyak hal, mereka memiliki pendapat sendiri yang mereka yakini dan mereka dapat mengemukakannya di acara pertemuan atau workshop dimana ada banyak orang berkumpul. Sehingga, mereka tidak sepenuhnya pribadi yang menutup diri. Pun mereka bukan pribadi yang pemalu.

  • Lawan bicara yang menyenangkan

Apabila seseorang memiliki kepercayaan sendiri terhadap sesuatu, tidak jarang hal itu membuat mereka terlanjur memiliki penilaian sendiri terhadap suatu hal (prejudice). Dalam beberapa kasus, prejudice atau penilaian tersebut sangat tajam sehingga beresiko memecah belah kelompok dalam pergaulan sosial. Pemilik golongan darah A meskipun juga memiliki penilaian yang kuat terhadap suatu hal, akan tetapi mereka dapat mengelolanya dengan baik sehingga meskipun memiliki sudut pandang yang berbeda dari lawan bicaranya, diskusi dengan pemilik golongan darah A masih terasa menyenangkan.

  • Memiliki potensi menjadi pemimpin yang baik

Sifat-sifat golongan darah A yang cermat, sangat memperhatikan detail, disiplin, dan menyenangkan bila diajak berdiskusi membuatnya berpotensi menjadi pemimpin yang hebat, seperti halnya pemilik golongan darah O yang merupakan ‘pemimpin yang terlahir alami’. Apalagi pemilik golongan darah A tidak keberatan menerima tanggung jawab yang besar.

Akan tetapi, meskipun mereka sangat kapabel untuk menempati posisi sebagai pemimpin, banyak di antara mereka yang tidak mengambil posisi tersebut karena menjadi pemimpin harus siap dengan stresor yang berat, sedangkan stres tidak baik bagi mereka yang cenderung menyimpan konflik di dalam hati.

Meskipun tidak menjadi pemimpin, pemilik golongan darah A masih dapat mendukung organisasi yang ia terlibat di dalamnya dengan cara menjadi asisten. Sebagai asisten artinya mereka harus siap menyarikan dan menarik kesimpulan dari tiap-tiap diskusi, atau memberi kesempatan bicara pada anggota rapat yang belum menyuarakan pendapat mereka. Meskipun secara posisi bukan mereka pemimpinnya, namun mereka tetap saja menjadi pemimpin di balik layar.

Sifat Golongan Darah A yang Membuatnya Rentan Terserang Penyakit Tertentu

Menurut National Institutes of Health, seseorang dengan golongan darah A cenderung memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi. Sehingga, ada beberapa masalah kesehatan yang kerap diasosiasikan dengan golongan darah A, seperti memiliki resiko 20% lebih besar terkena kanker perut dibandingkan dengan golongan darah O dan B.

Karena kepribadian mereka yang rentan stres, pemilik golongan darah A sering terkena gangguan tidur. Sehingga, sangat disarankan bagi pemilik golongan darah A untuk mengalokasikan waktu untuk diri sendiri dan istirahat yang cukup. Stres yang tinggi juga melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka sehingga mereka rentan terkena kanker pankreas, leukemia, cacar air, dan malaria.

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan tentang sifat golongan darah A berikut sedikit kaitannya dengan aspek kesehatan. Meskipun teori tentang pengelompokan sifat-sifat manusia menurut golongan darah masih harus ditelaah lebih jauh, ada baiknya hal yang positif kita ambil untuk mencegah adanya dampak negatif bagi tubuh. Semoga artikel ini bermanfaat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 41 = 48