Let’s travel together.

Siapa yang Lebih Sehat: Si Pilih-Pilih Makan Atau Si Doyan Makan Segala?

0 3

Ada dua tipe orang yang mungkin Anda temui sehari-hari. Yang pertama adalah orang yang doyan makan apa saja. Baginya makanan itu cuma ada yang enak dan sangat enak. Sedangkan tipe orang yang kedua adalah yang hobi pilih-pilih makan. Makanannya harus begini, tidak bisa pakai itu, dan macam-macam.

Nah, kalau dilihat dari sisi kesehatan, kira-kira tipe orang seperti apa yang lebih sehat? Apakah orang yang suka pilih-pilih makan? Atau justru si doyan makan? Berikut penjelasan lengkapnya!

Mengenal si pilih-pilih makan dan si doyan makan

Orang yang doyan makan di sini bukan berarti orang yang makan sembarangan. Maksudnya adalah orang yang berani mencoba pilihan menu atau bahan pangan baru. Dari yang masih wajar seperti jeroan sampai yang cukup ekstrem sekalipun, misalnya balut (janin burung).  

Sedangkan orang yang pilih-pilih makan (picky eater) biasanya hanya mau mengonsumsi makanan yang sudah dikenal dan pernah dimakan. Anda yang termasuk pemilih makanan juga biasanya punya selera yang begitu spesifik. Bisa juga Anda mengidap alergi makanan tertentu sehingga harus sangat berhati-hati saat membeli makan.

Siapa yang lebih sehat?

Ternyata, setelah dirangkum dari berbagai penelitian, para ahli mencatat bahwa orang yang doyan makan segala jenis makanan lebih sehat daripada orang yang hobi pilih-pilih makan.

Selain lebih sehat, rupanya orang yang berani mencoba berbagai makanan baru justru cenderung punya berat badan yang lebih ideal daripada orang-orang yang suka pilih aman soal makanan.

Jadi, suka pilih-pilih makanan belum tentu artinya pola makan Anda lebih sehat dari orang yang doyan makan macam-macam.

Mengapa orang yang doyan makan lebih sehat?

Menurut sebuah penelitian dari jurnal Food and Nutrition Sciences tahun 2012 lalu, asupan nutrisi harian orang yang suka pilih-pilih makanan rupanya lebih rendah dari orang yang bisa makan apa saja.

Penelitian ini lebih jauh mencatat bahwa orang yang sangat pemilih soal makanan biasanya kekurangan zat gizi seperti protein, lemak tak jenuh tunggal, dan berbagai macam mineral penting seperti magnesium.

Namun, karena pilihan makanannya sangat terbatas, si pemilih justru cenderung kelebihan satu jenis nutrisi, yaitu kalori. Karena lebih banyak asupan kalori daripada jenis zat gizi lainnya, subjek penelitian yang suka memilih makanan jadi lebih rentan mengalami obesitas.

Hal ini ternyata berhasil dibuktikan dalam penelitian yang tercatat di jurnal Obesity tahun 2015. Dalam studi ini, para ahli mengemukakan bahwa orang yang gemar mencoba makanan baru justru berat badannya relatif lebih ideal daripada mereka yang suka memilih makanan.

Selain itu, penelitian ini juga menguak bahwa subjek penelitian yang doyan makan cenderung lebih sehat karena aktif berolahraga dan tidak mudah tertipu diet kilat atau diet ala selebritis.

Jadi, pola makan mana yang lebih baik?

Dari berbagai penelitian, bisa disimpulkan bahwa sebaiknya Anda memang punya keberanian untuk mencoba berbagai makanan atau bahan pangan baru. Dengan begitu, Anda bisa memenuhi kebutuhan beragam jenis zat gizi secara seimbang tiap harinya.

Misalnya Anda sedang berada di pasar. Coba pilih jenis sayur yang belum pernah Anda cicipi sebelumnya. Variasikan pula jenis lauk yang dihidangkan di rumah, jangan hanya ayam atau tempe goreng saja. Anda bisa memasak jamur atau ikan, misalnya.Tapi yang perlu diingat, walaupun mencoba berbagai jenis makann, tetap jaga diet seimbang dan diikuti dengan aktivitas fisik teratur

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

23 − 22 =