Let’s travel together.

Sering Sesak Napas pada Malam Hari? 5 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

0 1

Sesak napas (dispnea) di malam hari merupakan tanda bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Sebagian berkaitan dengan kondisi jantung dan paru-paru, tapi ada pula yang berasal dari faktor lain.

Beragam penyebab sesak napas pada malam hari

Mengutip American Family Physician, sebanyak 85 persen kasus dispnea disebabkan oleh gangguan pada paru-paru, jantung, serta faktor psikologis. Di antara banyaknya kondisi yang memicu dispnea, berikut adalah beberapa yang paling sering terjadi:

1. Asma

seberapa parah penyakit asma anda

Asma terjadi akibat penyempitan pada saluran pernapasan. Pemicu asma amat beragam, tapi sebagian besar kasus asma terjadi karena penyakit pada saluran pernapasan, alergi, cuaca ekstrem, perubahan emosi secara drastis, dan aktivitas fisik berlebihan.

Sesak napas akibat asma dapat terjadi kapan saja, tapi Anda mungkin akan lebih sering mengalaminya pada malam hari. Hal ini biasanya disebabkan karena:

  • Posisi tidur yang menekan diafragma
  • Berkurangnya hormon adrenalin sehingga saluran napas menyempit
  • Lingkungan sekitar tempat Anda tidur memicu asma
  • Adanya penumpukan lendir pada saluran pernapasan

2. Penyakit jantung

Penyakit jantung akan menghambat kemampuan jantung dalam memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa memicu gejala seperti sesak napas. Jika diabaikan, tak hanya sesak napas, penyakit jantung juga bisa berujung pada gagal jantung.

Gagal jantung juga dapat disebabkan oleh serangan jantung yang membahayakan jiwa. Gejala serangan jantung yang harus diwaspadai antara lain detak jantung tidak teratur, nyeri dada, mual, lesu, serta sesak napas dan berkeringat yang bertambah parah pada malam hari.

3. Sleep apnea

bahaya sleep apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya napas selama beberapa saat. Penyebab sleep apnea dibedakan berdasarkan jenisnya, yakni:

  • Obstructive sleep apnea, disebabkan karena rileksnya otot tenggorokan selama tidur sehingga mempersempit jalur pernapasan.
  • Central sleep apnea, terjadi akibat kegagalan otak dalam mengirim sinyal menuju otot-otot saluran pernapasan.
  • Complex sleep apnea syndrome, yaitu gangguan pernapasan yang terjadi ketika seseorang memiliki obstructive sleep apnea dan central sleep apnea sekaligus.

Sleep apnea tidak hanya menyebabkan sesak napas, tapi juga membuat penderitanya sering mendengkur dan terbangun pada malam hari. Gangguan ini biasanya menimbulkan dampak jangka panjang berupa menurunnya kualitas tidur penderita.

4. Gangguan kecemasan dan serangan panik

cemas berlebihan

Sesak napas pada malam hari juga banyak terjadi pada penderita gangguan psikologis, termasuk gangguan kecemasan. Tak hanya sesak napas, Anda pun dapat mengalami gejala lain seperti berkeringat, gemetar, jantung berdebar, pusing, hingga tubuh nyeri.

Rasa cemas membuat tubuh Anda berada pada kondisi fight-or-flight dan akhirnya memicu serangan panik. Serangan panik akhirnya membuat Anda kesulitan bernapas, mual, hingga merasa ingin pingsan.

5. Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Infeksi memicu peradangan pada kantung udara dalam paru-paru yang disebut alveoli. Alveoli pun membengkak, terisi nanah, dan akhirnya memicu sesak napas.

Sesak napas akibat pneumonia dapat terjadi kapan saja, termasuk pada malam hari dan saat beristirahat. Selain itu, pneumonia juga menimbulkan gejala lain berupa:

  • Batuk berdahak
  • Demam, berkeringat, dan menggigil
  • Lesu terus-menerus
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri dada yang bertambah parah saat batuk dan bernapas
  • Mual dan muntah

Sesak napas merupakan kondisi umum yang dialami banyak orang. Namun, tidak berarti Anda boleh mengabaikannya. Cobalah berkonsultasi dengan dokter jika kondisi ini terus berulang dan mengganggu tidur Anda.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 4 = 12