Let’s travel together.

Rontgen Gigi Menyebabkan Tumor Otak, Benarkah?

0 13

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Rontgen Gigi Menyebabkan Tumor Otak, Benarkah? tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Rontgen Gigi Menyebabkan Tumor Otak, Benarkah? yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Rontgen Gigi Menyebabkan Tumor Otak, Benarkah? kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Apakah Anda termasuk orang yang sering melakukan rontgen gigi? Jika iya, sepertinya Anda harus waspada karena tindakan ini tampaknya menjadi penyebab tumor otak. Paparan radiasi pengion—jenis radiasi yang ditemukan di dalam sinar-X adalah faktor penyebab meningioma, tumor yang terbentuk di meningen, yaitu selaput pelindung otak dan tulang belakang.

penyebab-tumor-otak-doktersehat

Tumor Otak Bisa Disebabkan oleh Rontgen Gigi?

Menurut studi yang diterbitkan di jurnal American Cancer Association Cancer ini, paparan sinar-X pada gigi secara rutin bisa menjadi faktor penyebab tumor otak.

Dalam studi tersebut, orang-orang yang melakukan bitewing X-ray, prosedur rontgen gigi yang bertujuan untuk mengetahui keadaan gigi rahang bawah dan atas pada satu area, ditemukan memiliki meningioma 40% hingga 90% lebih besar. Meski studi melihat keterkaitan di antara keduanya, namun hal itu tidak membuktikan hubungan sebab akibat.

Temuan ini juga mengungkapkan, seseorang yang melakukan panoramic X-ray dikaitkan dengan risiko meningioma. Risiko lebih tinggi jika melakukan prosedur ini di bawah usia 10 tahun. Dilaporkan bahwa seseorang yang melakukan bitewing X-ray secara rutin 1,4 hingga 1,9 kali lebih mungkin untuk mengembangkan meningioma. Sedangkan seseorang yang melakukan panoramic X-ray di bawah 10 tahun memiliki risiko 4,9 kali peningkatan meningioma. Meski begitu, risiko penyebab tumor otak berbeda-beda tergantung pada usia saat tes dilakukan.

Pada akhirnya, meski studi ini mengatakan bahwa rontgen gigi bisa menjadi penyebab tumor otak, namun temuan yang didasari atas data penelitian yang terbatas itu tidaklah konsisten. Hal inilah yang membuat temuan dari studi tersebut tidaklah sepenuhnya benar.

Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini harus ditafsirkan secara hati-hati karena heterogenitas antar penelitian. Uji klinis tambahan yang lebih besar dan berkualitas tinggi diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara rontgen gigi dan risiko pengembangan meningioma. Selain itu, studi tentang jumlah paparan radiasi dari masing-masing jenis X-ray diagnosis gigi juga diperlukan.

American Dental Association (ADA) menyarankan, prosedur rontgen gigi hanya dilakukan jika kondisi yang mengharuskan Anda untuk melakukannya. Jika prosedur ini harus dilakukan, guna meminimalkan paparan radiasi, penggunaan aprons, fastest film speeds, atau digital X-ray bisa menjadi pilihan.

Meski begitu, ADA mengatakan bahwa banyak penyakit mulut tidak dapat dideteksi hanya berdasarkan pemeriksaan fisik saja, dan rontgen gigi sangat berharga dalam memberikan informasi tentang kesehatan mulut seseorang, seperti gigi berlubang tahap awal, penyakit gusi, infeksi atau beberapa jenis tumor.

Senada dengan hal ini, ahli bedah saraf Michael Schulder, dari Cushing Neuroscience Institute mengungkapkan, kaitan antara paparan radiasi sinar-X dan penyebab tumor otak adalah alasan yang tepat untuk membatasi frekuensi melakukan rontgen gigi. Menurutnya, kemungkinan tumor akan muncul meski melakukan rontgen setiap tahun masih terbilang rendah.

Namun, Anda harus mempertimbangkan untuk melakukan rontgen setiap tahun kecuali jika terdapat gejala yang membutuhkan prosedur pencitraan ini.

Penyebab Tumor Otak yang Harus Diwaspadai

Beberapa pakar mengungkapkan bahwa, penyebab tumor otak hingga kini belum dapat diketahui dengan pasti dan menyeluruh. Namun, terdapat penelitian yang menemukan bahwa sel otak abnormal yang berkembang dengan cepat merupakan penyebab tumor otak berkembang menjadi ganas.

Tumor otak dapat berasal dari sel otak itu sendiri (bersifat primer), atau dapat pula terjadi akibat metastasis sel kanker dari organ lain ke otak melalui aliran darah atau limfe (bersifat sekunder). Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang meningkatkan tumor otak, di antaranya:

1. Paparan Radiasi

Seseorang yang terpapar radiasi pengion memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak. Paparan radiasi ini bisa melalui terapi kanker radiasi tinggi atau terpapar radiasi dari nuklir yang bocor.

2. Usia

Meski tumor otak bisa terjadi pada segala usia, namun kondisi ini lebih sering menyerang anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia.

3. Jenis Kelamin

Dibanding wanita, seorang pria lebih berisiko mengalami tumor otak. Namun, beberapa jenis tumor otak seperti meningioma lebih sering terjadi pada wanita.

4. Ras

Orang Kaukasia lebih sering terkena tumor otak. Namun, orang Afrika-Amerika lebih cenderung terkena meningioma.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim

  1. Boyles, Salynn. Dental X-rays Linked to Brain Tumors. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/news/20120410/dental-x-rays-linked-brain-tumors#1. (Diakses pada 5 Februari 2020).
  2. Frequent dental X-rays linked to most common brain tumor. https://www.sciencedaily.com/releases/2012/04/120410093353.htm. (Diakses pada 5 Februari 2020).
  3. Su-Yeon Hwang, Eun-Sil Choi, Young-Sun Kim, Bo-Eun Gim, Mina Ha, and Hae-Young Kim. Health effects from exposure to dental diagnostic X-ray. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6341170/. (Diakses pada 5 Februari 2020).
  4. Ping Xu, Hong Luo, Guang-Lei Huang, Xin-Hai Yin, Si-Yang Luo, and Ju-Kun Song. Exposure to Ionizing Radiation during Dental X-Rays Is Not Associated with Risk of Developing Meningioma: A Meta-Analysis Based on Seven Case-Control Studies. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4319947/. (Diakses pada 5 Februari 2020).

Artikel Asli :https://doktersehat.com/waspada-rontgen-gigi-bisa-picu-tumor-otak/

Leave A Reply

Your email address will not be published.