Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi (Informasi Lengkap)

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi (Informasi Lengkap) tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi (Informasi Lengkap) yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Pertumbuhan dan Perawatan Gigi Bayi (Informasi Lengkap) kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Pertumbuhan gigi bayi hingga anak-anak menjadi momentum yang tentunya harus menjadi perhatian Anda para orang tua. Pasalnya, hal ini menjadi salah satu pertanda kesehatan si kecil. Tumbuhnya gigi terjadi secara bertahap sesuai usia bayi. Simak informasinya berikut ini!

perawatan-gigi-bayi-doktersehat

Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi?

Pertumbuhan gigi pada manusia sejatinya telah dimulai bahkan saat ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Tepatnya saat kehamilan memasuki minggu ke-5, tunas gigi mulai tumbuh di rahang janin yang juga mulai berkembang. Setelah lahir, bayi memiliki 20 gigi utama (10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah) yang tersembunyi di balik gusi. Gigi ini lantas dikenal dengan istilah ‘gigi susu’.

Gigi yang kemudian muncul dan terus tumbuh seiring bertambahnya usia terbagi ke dalam beberapa jenis gigi, yaitu:

  • Gigi seri adalah gigi yang terletak di bagian depan dari rahang atas dan bawah. Gigi yang fungsinya untuk menggigit makanan ini idealnya muncul secara bersamaan
  • Gigi taring adalah gigi yang terletak di sisi kanan dan kiri dari gigi seri. Bentuknya yang lancip menjadikan jenis gigi ini berfungsi untuk memotong makanan
  • Gigi geraham adalah gigi yang berfungsi untuk menghancurkan makanan. Gigi geraham terbagi menjadi 2 yaitu geraham depan dan belakang. Gigi geraham belakang memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang gigi geraham depan.

Tahapan Pertumbuhan Gigi Bayi Berdasarkan Usia

Pertumbuhan gigi bayi sebenarnya tidak memiliki periode yang pasti. Artinya, setiap bayi memiliki periode pertumbuhan yang berbeda-beda. Ada bayi yang giginya tumbuh cepat, namun ada juga yang cenderung lambat. Akan tetapi, berikut ini adalah periode gigi tumbuh pada bayi yang paling umum.

GIGI

ATAS BAWAH
TUMBUH TANGGAL TUMBUH

TANGGAL

Seri pertama

8-12 bulan 6-7 tahun 6-10 bulan 6-7 tahun

Seri kedua

9-13 bulan 7-8 tahun 10-16 bulan

7-8 tahun

Taring

16-22 bulan 10-12 tahun 17-23 bulan

9-12 tahun

Geraham pertama

13-19 bulan 9-11 tahun 14-18 bulan

9-11 tahun

Geraham kedua 25-33 bulan 10-12 tahun 23-31 bulan

10-12 tahun

Fungsi Gigi Susu

  • Mempertahankan dan menjaga agar lengkung gigi tidak mengalami penyempitan dan berkembang secara optimal.
  • Berperan penting dalam sistem pengunyahan makanan.
  • Fungsi estetik yaitu meningkatkan kepercayaan diri anak saat tersenyum.
  • Membantu anak mengucapkan bunyi huruf (fonasi) secara benar.
  • Membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Menghindari dari kebiasaan buruk oral seperti mendorong lidah.

Cara Mengoptimalkan Pertumbuhan Gigi Bayi dan Balita

Seperti yang sudah dijelaskan, pertumbuhan gigi tiap anak berbeda-beda. Ada yang bisa tumbuh cepat namun ada juga yang cenderung lambat. Hal ini sejatinya bukan merupakan hal yang perlu Anda khawatirkan. Pertumbuhan gigi dikatakan terlambat atau biasa di sebut dengan delayed tooth erupsion bila gigi susu tumbuh lebih dari 10 bulan dari range tumbuh gigi susu normalnya.

Perawatan Gigi pada Anak

1. Usia 0-6 Bulan

Membersihkan rongga mulut dan lidah setiap selesai menyusui menggunakan kassa dan air matang yang hangat.

Caranya:

  • Gendong bayi dengan pelukan yang nyaman lalu pasangkan kain kassa steril pada telunjuk Anda dan kemudian celupkan pada air matang yang hangat (jangan lupa cuci tangan sebelumnya).
  • Usapkan kassa dengan lembut dan perlahan ke seluruh permukaan gusi dan lidah bayi.
  • Bersihkan dengan rutin agar tidak menimbulkan plak putih pada rongga mulut dan lidah bayi yang memicu infeksi jamur.

2. Usia 6-12 Bulan

  • Usia ini merupakan fase pengenalan anak terhadap gigi, baik tentang kebiasaan menggosok gigi serta mengajak ke dokter gigi.
  • Ajak anak untuk membersihkan gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi yang berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran yang disebut “smear” atau “rice size”, yaitu selapis tipis atau sebesar butiran beras.

3. Usia 1-3 Tahun

  • Membersihkan gigi 2x sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran yang disebut “smear” atau “rice size”, yaitu selapis tipis atau sebesar butiran beras.

4. Usia 3-6 Tahun

  • Membersihkan gigi 2x sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran sebesar “pea size” atau sebesar kacang polong.

5. Usia 6 Tahun ke Atas

  • Membersihkan gigi 2x sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran regular, yaitu sepanjang bulu sikat gigi anak-anak.

Penyebab Karies Gigi Anak

Makanan manis dan lengket sangat gampang menempel pada permukaan gigi.

Sisa makanan yang tidak langsung dibersihkan menjadi tempat yang nyaman untuk bakteri hidup dan mengubahnya menjadi asam. Suasana asam pada permukaan gigi menyebabkan email gigi mudah larut. Apabila hal tersebut terus-menerus terjadi berulang kali dalam interval yang sangat dekat, dapat menyebabkan karies gigi.

Frekuensi Makan pada Anak-Anak

  • Saat memasuki masa pemberian MPASI di usia 6 bulan, penting untuk mengatur pola makan atau sugar clock / sugar exposure (frekuensi gigi terpapar gula) untuk meminimalisir proses penempelan makanan pada permukaan gigi.
  • Mengatur frekuensi makan lebih penting daripada mengatur jumlah makanan yang diasup.
  • Atur jarak makandengan makan berikutnya kurang lebih 2 jam.
  • Hindari Kontak Langsung Pertukaran Air Liur untuk Menghindari Infeksi Bakteri
  • Berciuman bibir.
  • Penggunaan alat makan secara bersamaan dan bergantian (sendok, garpu, gelas, pacifier, dot botol susu, dll).
  • Kebiasaan mencicipi makanan sebelum menyuapi anak.
  • Kebiasaan menguyah makanan sebelum menyuapkan pada anak.
  • Kebiasaan meniup makanan yang panas sebelum menyuapkan.
  • Memasukkan tangan anak ke rongga mulut ibu.

Perawatan Gigi Anak yang Bisa Dilakukan Dokter

  1. Pemeriksaan atau pengecekan kesehatan gigi berkala.
  2. Perawatan pencegahan gigi berlubang, seperti fluoride booster/varnish, preventif resin pada gigi geraham permanen.
  3. Perawatan pada gigi berlubang, seperti penambalan gigi, pencabutan gigi, perawatan saluran akar, pembuatan mahkota gigi baru.
  4. Perawatan ortodontik (merapikan gigi), penanggulangan kebiasaan buruk anak (oral bad habit), seperti kebiasaan mengisap jempol, menggigit kuku, menggigit bibir bawah, dsb.
  5. Pengobatan berkala, seperti pengobatan pada anak dengan infeksi virus, bakteri, atau jamur yang muncul di rongga mulut.
  6. Perawatan untuk anak berkebutuhan khusus (special needs care).
  • Salah satu perawatan untuk mencegah karies pada gigi susu ialah pengaplikasian fluoride varnish yang mengandung fluoride, kalsium, dan fosfor sebagai bahan dasar struktur gigi mampu menurunkan kecepatan karies gigi dengan cara membuat gigi semakin kuat, meningkatkan kepadatan gigi, mengurangi penempelan bakteri pada gigi sehingga KARIES TIDAK MUDAH TERBENTUK.
  • Fluoride booster atau varnish diaplikasikan setiap 6 bulan sekali mulai gigi pertama kali tumbuh dan hanya dapat diaplikasikan di dokter gigi.

Pertanyaan Kesehatan Gigi Bayi dan Balita (Dijawab oleh drg. Dwi Mulia R., Sp.KGA.)

DokterSehat mengadakan tanya-jawab langsung bersama drg. Dwi Mulia R., Sp.KGA. melalui grup WhatsApp. Berikut beberapa pertanyaan seputar kesehatan gigi bayi yang dijawab langsung oleh drg. Dwi Mulia R., Sp.KGA:

1. Nasichatul Mudawarmah

Usia Anak: 0-6 Bulan
Apakah penggunaan empeng untuk bayi berakibat pada kerusakan gigi?

Jawaban:
Penggunaan pacifier (empeng) tidak berefek. pada kerusakan gigi, tetapi berefek pada bentuk rahang si kecil. Bentuk rahang akan cenderung menjadi lebih sempit dan maju ke depan. Akhirnya, ketika gigi tumbuh akan mengikuti bentuk rahang yang terbentuk karena pacifier. Usahakan agar si kecil hanya menggunakan pacifier hingga fase oral, yaitu umur 2 tahun.

 

2. Mega Triyasha

Usia Anak: 0-6 Bulan
Bagaimana cara alami merangsang pertumbuhan gigi dan apa yang harus dilakukan apabila anak yang seharusnya sudah tumbuh gigi, tapi belum menunjukan adanya pertumbuhan gigi?

Jawaban:
Tanda-tanda tumbuh gigi biasanya adalah si kecil sering mengeluarkan air liur dan gusinya terasa gatal. Nah, untuk merangsangnya, Bunda dapat memberikan finger food atau teether untuk digigit oleh si kecil. Hal ini dapat membuat gusi terlatih dalam melakukan aktivitas rongga mulut yang dapat mempercepat tumbuhnya gigi. Atau biarkan anak menggigit-gigit jarinya sendiri, karena ini merupakan faktor alamiah dan bisa membantu dalam pertumbuhan gigi. Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari jari tangan si kecil tersebut.

 

3. Nida Ul Hasanah

Usia Anak: 7-12 bulan

  1. Saat merawat gigi bayi, apakah sudah boleh menggunakan pasta gigi?
  2. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih pasta gigi untuk anak?

Jawaban:
Boleh menggunakan pasta gigi. Berdasarkan AAPD (American Academy of Pediatric Dentistry) ,perkumpulan Dokter Gigi Anak Amerika, menyatakan bahwa penggunaan pasta gigi berfluoride sudah bisa diberikan sejak anak tumbuh gigi pertama. Hal yang perlu diperhatikan adalah takarannya. Beberapa merek pasta gigi yang sudah lolos BPOM aman untuk digunakan.

 

4. Vaniesa Kezia Fauziah

Usia Anak: 0-6 Bulan
Bagaimana cara merawat gigi bayi yang sudah tumbuh sejak usia dua bulan? Lalu, bagaimana cara mengatasi bayi rewel karena gigi ujung bawah mulai tumbuh?

 

Jawaban:
Proses tumbuh gigi memang cukup tidak nyaman bagi si kecil. Hal yang biasa membuat si kecil rewel adalah rasa sakit, gatal, dan bahkan demam yang dialaminya. Cara mengatasi si kecil yang demam dan kesakitan karena tumbuh gigi, yaitu kita dapat memberikan obat penurun demam atau obat anti nyeri yang mengandung paracetamol atau ibuprofen. Perhatikan dosis dan takarannya dan hanya diberikan ketika si kecil sakit dan demam. Bunda juga bisa berikan pelukan hangat, biarkan anak menyusui, serta berikan finger food dingin untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman tersebut.

 

5. Arinal Haq

Usia Anak: 0-6 Bulan

  1. Apa yang terjadi jika orangtua tidak rajin membersihkan gusi bayi menggunakan kain kasa + air hangat? Dan waktu yang tepat untuk membersihkannya kapan saja?
  2. Adakah cara menghilangkan white spot lesion dan lubang gigi berwarna kekuningan pada gigi anak?

Jawaban:

  1. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah timbulnya bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan anak menjadi rewel. Karena timbulnya bakteri dan jamur dapat menyebabkan burning sensation atau perasaan terbakar di rongga mulut si kecil, sehingga menyebabkan perasaan tidak nyaman. Sebaiknya, membersihkannya setiap kali sesudah menyusui atau minimal 2 kali sehari.
  2. Kalau masih white spot dapat dicegah dengan fluoride booster/fluoride varnish dengan pengaplikasiannya setiap 6 bulan sekali untuk menekan perkembangan white spot. Bunda juga perlu melakukan perawatan di rumah dengan menggunakan sikat gigi ataupun kasa untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada gigi si kecil.

 

Masih punya pertanyaan lain mengenai pertumbuhan dan perawatan gigi bayi? Segera konsultasikan dengan tim dokter dari DokterSehat secara GRATIS!

Cukup follow dan tanyakan langsung pertanyaan Anda melalui media sosial DokterSehat berikut ini:

Artikel Asli :https://doktersehat.com/pertumbuhan-dan-perawatan-gigi-bayi/