Let’s travel together.

Perphenazine Obat Apa?

0

CuitanDokter.Com


Nama Generik:
Perphenazine


Merek:
Hanya generik. Tidak ada merek.

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Perphenazine digunakan?

Perphenazine adalah obat untuk mengobati kelainan mental/mood tertentu (contohnya skizofrenia, kelainan bipolar fase mania, kelainan skizoafektif). Obat ini membantu Anda berpikir lebih jernih, mengurangi rasa gugup, dan lebih mampu beraktivitas sehari-hari.

Perphenazine mampu mengurangi kebiasaan agresif dan keinginan menyakiti diri sendiri/orang lain. Obat ini mungkin juga mengurangi halusinasi (misalnya mendengarkan/melihat hal-hal tidak kasat mata). Perphenazine adalah obat psikiatris (jenis antipsikotik) yang bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat-zat alami tertentu (misalnya dopamin) di dalam otak.

Bagaimana aturan pakai obat Perphenazine?

Obat ini harus diminum biasanya 1-3 kali sehari dengan atau tanpa makanan atau sesuai dengan arahan dokter.

Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap terapi. Dokter mungkin menyuruh Anda minum dalam dosis rendah awalnya, secara bertahap meningkatkan dosis untuk mengurangi peluang efek samping macam kejang otot. Ikuti petunjuk dokter dengan seksama.

Ketika Anda memulai pengobatan, kunjungan ke dokter secara teratur mungkin diperlukan untuk menemukan dosis terbaik bagi Anda. Ikuti semua jadwal pertemuan medis/lab.

Minumlah obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah dalam waktu yang sama setiap hari. Walaupun Anda mungkin menyadari adanya beberapa efek obat setelah memulainya, mungkin membutuhkan 4-6 minggu penggunaan secara teratur untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya. Jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kondisi mungkin memburuk jika obat mendadak berhenti diminum. Dosis mungkin perlu dikurangi secara bertahap. Beri tahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara menyimpan Perphenazine?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat Perphenazine?

Sebelum memutuskan menggunakan obat ini, risiko penggunaan obat harus dipertimbangkan melawan manfaatnya. Ini adalah keputusan yang akan Anda dan dokter buat. Untuk obat ini, hal-hal di bawah ini harus dipertimbangkan:

Alergi

Beri tahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya. Selain itu, beri tahu penyedia layanan kesehatan profesional jika Anda mengalami alergi jenis lainnya, misalnya terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk produk tanpa resep, bacalah label atau produk kemasan dengan teliti.

Anak-anak

Efek samping tertentu, misalnya kejang otot pada wajah, leher, dan punggung, pergerakan seperti kejang-kejang, tidak mampu menggerakkan mata, memutar tubuh, atau lengan dan kaki melemah, lebih sering muncul pada anak-anak, yang biasanya lebih sensitif daripada orang dewasa terhadap sejumlah efek samping kombinasi perphenazine dan amitriptyline. Kombinasi perphenazine dan amitriptyline harus digunakan dengan hati-hati pada anak-anak dengan depresi. Studi telah menunjukkan kekambuhan pada anak-anak yang berpikir tentang atau mencoba bunuh diri dalam percobaan klinis untuk obat ini. Lebih banyak studi dibutuhkan untuk memastikan kombinasi perphenazine dan amitriptyline memang aman dan efektif pada anak-anak.

Lansia

Kebingungan, gangguan penglihatan, pusing atau pingsan, mengantuk, mulut kering, sembelit, gangguan buang air kecil, tangan dan jari-jari tangan gemetar, dan gejala-gejala tardive dyskinesia (misalnya pergerakan tidak terkendali pada mulut, lidah, rahang, lengan, dan/atau kaki) terutama mungkin muncul pada pasien lansia. Pasien lansia biasanya lebih sensitif daripada orang dewasa mudah terhadap efek kombinasi perphenazine dan amitriptyline.

Apakah obat Perphenazine aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Kehamilan

Perphenazine belum secara resmi dimasukkan ke dalam kategori kehamilan. Studi pada hewan belum dilaporkan. Tidak ada data terkendali pada kehamilan manusia.

Menyusui

Tidak ada studi memadai pada wanita untuk menentukan risiko bayi saat menggunakan obat ini selama menyusui. Pertimbangkan potensi manfaat melawan potensi risiko sebelum menggunakan obat ini selagi menyusui.

Efek Samping

Apa efek samping Perphenazine yang mungkin terjadi?

Dapatkan pertolongan medis darurat apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal; sulit bernapas; bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan perphenazine dan hubungi dokter segera apabila Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • Kejang-kejang atau pergerakan tidak terkendali pada mata, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki
  • Gemetaran tidak terkendali, mengeluarkan air liur, sulit menelan, gangguan keseimbangan atau sulit berjalan
  • Gelisah, gugup, atau mudah marah
  • Kebingungan, pikiran atau kebiasaan tidak wajar
  • Merasa ingin pingsan
  • Kejang-kejang
  • Berkurangnya penglihatan malam, penglihatan menyempit, mata berair, sensitivitas terhadap cahaya meningkat
  • Mual dan sakit perut, ruam, dan sakit kuning
  • Demam tinggi, otot kaku, kebingungan, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak teratur, bernapas sangat cepat
  • Kulit pucat, mudah memar atau berdarah, demam, radang tenggorokan, gejala flu
  • Urin sedikit atau tidak keluar sama sekali
  • Otot nyeri atau bengkak disertai demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, sesak napas, muntah, pikiran atau kebiasaan tidak wajar, dan warna kulit belang; atau
  • Denyut jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, pernapasan lambat (mungkin berhenti).

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • Pusing, mengantuk, cemas
  • Penglihatan buram, sakit kepala
  • Gangguan tidur (insomnia), mimpi aneh
  • Sembelit
  • Mulut kering atau hidung tersumbat
  • Payudara bengkak atau mengeluarkan cairan
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Berat badan bertambah, bengkak pada tangan atau kaki
  • Impotensi, sulit orgasme
  • Gatal-gatal atau ruam ringan

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang bisa mengganggu kerja obat Perphenazine?

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini tidak disarankan. Dokter mungkin memutuskan tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat-obatan lainnya yang Anda gunakan.

  • Amifampridine
  • Bepridil
  • Cisapride
  • Clorgyline
  • Dronedarone
  • Droperidol
  • Furazolidone
  • Grepafloxacin
  • Iproniazid
  • Isocarboxazid
  • Levomethadyl
  • Linezolid
  • Mesoridazine
  • Methylene Blue
  • Metoclopramide
  • Moclobemide
  • Nialamide
  • Pargyline
  • Phenelzine
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Procarbazine
  • Ranolazine
  • Selegiline
  • Sparfloxacin
  • Terfenadine
  • Thioridazine
  • Toloxatone
  • Tranylcypromine

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini biasanya tidak disarankan, tapi mungkin dibutuhkan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Acecainide
  • Alfuzosin
  • Almotriptan
  • Amiodarone
  • Amisulpride
  • Amoxapine
  • Amprenavir
  • Anagrelide
  • Apomorphine
  • Aprindine
  • Aripiprazole
  • Arsenic Trioxide
  • Artemether
  • Asenapine
  • Astemizole
  • Atazanavir
  • Azimilide
  • Azithromycin
  • Bretylium
  • Brompheniramine
  • Bupropion
  • Buserelin
  • Buspirone
  • Chloral Hydrate
  • Chloroquine
  • Chlorpheniramine
  • Chlorpromazine
  • Ciprofloxacin
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Clomipramine
  • Clonidine
  • Clozapine
  • Cocaine
  • Crizotinib
  • Cyclobenzaprine
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Delamanid
  • Desipramine
  • Deslorelin
  • Desvenlafaxine
  • Dextromethorphan
  • Disopyramide
  • Dofetilide
  • Dolasetron
  • Domperidone
  • Doxepin
  • Doxorubicin
  • Doxorubicin Hydrochloride Liposome
  • Droperidol
  • Eletriptan
  • Eliglustat
  • Enflurane
  • Epinephrine
  • Erythromycin
  • Escitalopram
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Etilefrine
  • Fentanyl
  • Fingolimod
  • Flecainide
  • Fluconazole
  • Fluoxetine
  • Foscarnet
  • Frovatriptan
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Granisetron
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Halothane
  • Histrelin
  • Hydrocodone
  • Hydromorphone
  • Hydroxytryptophan
  • Ibutilide
  • Iloperidone
  • Imipramine
  • Indacaterol
  • Iobenguane I 123
  • Isoflurane
  • Isradipine
  • Ivabradine
  • Ketoconazole
  • Lacosamide
  • Lapatinib
  • Leuprolide
  • Levalbuterol
  • Levofloxacin
  • Levomilnacipran
  • Levorphanol
  • Levothyroxine
  • Lidoflazine
  • Lithium
  • Lithium Carbonate
  • Lopinavir
  • Lorcainide
  • Lorcaserin
  • Lumefantrine
  • Mefloquine
  • Meperidine
  • Methadone
  • Methoxamine
  • Metrizamide
  • Metronidazole
  • Midodrine
  • Milnacipran
  • Mirtazapine
  • Moricizine
  • Morphine
  • Morphine Sulfate Liposome
  • Moxifloxacin
  • Nafarelin
  • Naratriptan
  • Nefazodone
  • Nefopam
  • Nilotinib
  • Norepinephrine
  • Norfloxacin
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Ofloxacin
  • Olodaterol
  • Ondansetron
  • Oxilofrine
  • Oxycodone
  • Oxymorphone
  • Paliperidone
  • Palonosetron
  • Pazopanib
  • Pentamidine
  • Pentazocine
  • Perflutren Lipid Microsphere
  • Phenylephrine
  • Pixantrone
  • Posaconazole
  • Procainamide
  • Procarbazine
  • Prochlorperazine
  • Promethazine
  • Propafenone
  • Propoxyphene
  • Protriptyline
  • Quetiapine
  • Quinidine
  • Quinine
  • Rasagiline
  • Risperidone
  • Rizatriptan
  • Saquinavir
  • Sematilide
  • Sertindole
  • Sertraline
  • Sevoflurane
  • Sibutramine
  • Sodium Phosphate
  • Sodium Phosphate, Dibasic
  • Sodium Phosphate, Monobasic
  • Solifenacin
  • Sorafenib
  • Sotalol
  • Spiramycin
  • Sulfamethoxazole
  • Sultopride
  • Sumatriptan
  • Sunitinib
  • Suvorexant
  • Tapentadol
  • Tedisamil
  • Telavancin
  • Telithromycin
  • Tetrabenazine
  • Toremifene
  • Tramadol
  • Trazodone
  • Trifluoperazine
  • Trimethoprim
  • Trimipramine
  • Triptorelin
  • Tryptophan
  • Umeclidinium
  • Valproic Acid
  • Vandetanib
  • Vardenafil
  • Vasopressin
  • Vemurafenib
  • Venlafaxine
  • Vilanterol
  • Vinflunine
  • Voriconazole
  • Vortioxetine
  • Ziprasidone
  • Zolmitriptan
  • Zotepine

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu, tapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik bagi Anda. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu kedua obat.

  • Acenocoumarol
  • Arbutamine
  • Atomoxetine
  • Belladonna
  • Belladonna Alkaloids
  • Betel Nut
  • Bethanidine
  • Carbamazepine
  • Cimetidine
  • Diazepam
  • Dicumarol
  • Evening Primrose
  • Fluvoxamine
  • Fosphenytoin
  • Galantamine
  • Guanethidine
  • Meperidine
  • Midodrine
  • Orphenadrine
  • Paroxetine
  • Phenprocoumon
  • Phenylalanine
  • Phenytoin
  • Procyclidine
  • Rifapentine
  • Ritonavir
  • S-Adenosylmethionine
  • St John’s Wort
  • Topiramate
  • Trihexyphenidyl
  • Warfarin

Apakah makanan dan minuman tertentu bisa mengganggu kerja obat Perphenazine?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Interaksi berikut telah dipilih berdasarkan potensi signifikan dan tidak harus semuanya inklusif.

Menggunakan obat ini dengan hal-hal di bawah ini biasanya tidak disarankan, tapi mungkin tidak terhindari dalam beberapa kasus. Jika digunakan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan obat ini, atau memberikan instruksi khusus tentang penggunaan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang bisa mengganggu kinerja obat Perphenazine?

Adanya gangguan medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lainnya, terutama:

  • Kecanduan alkohol — efek samping tertentu seperti heat stroke mungkin lebih sering muncul
  • Asma (riwayat) atau penyakit paru-paru lain
  • Kelainan bipolar (penyakit mania-depresi)
  • Penyakit darah
  • Kanker payudara
  • Sulit buang air kecil
  • Prostat membesar
  • Epilepsi atau kelainan kejang lain
  • Glukoma
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah
  • Penyakit mental (parah)
  • Penyakit Parkinson
  • Perut atau usus bermasalah — kombinasi perphenazine dan amitriptyline mungkin memperparah kondisi
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati — kadar perphenazine dan amitriptyline yang lebih tinggi di dalam darah mungkin terjadi, yang meningkatkan peluang efek samping
  • Tiroid overaktif — kombinasi perphenazine dan amitriptyline mungkin meningkatkan efek samping serius tertentu pada jantung
  • Sindrom Reye — peluang efek yang tidak diinginkan pada hati mungkin meningkat

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti resep dokter. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat Perphenazine untuk dewasa?

Dosis biasa orang dewasa untuk psikosis

Untuk pasien yang cukup terganggu, tidak dirawat di rumah sakit:

Tablet: 4-8 mg 3 kali sehari. Dosis harus dikurangi secepatnya sampai ke dosis efektif minimum.

Untuk pasien psikotik yang dirawat di rumah sakit:

Tablet: 8-16 mg 2-3 kali sehari. Hindari dosis berlebihan 64 mg per hari.

Konsentrat: 8-16 mg 2-4 kali sehari. Hindari dosis berlebihan 64 mg per hari.

Pemberian dosis berkepanjangan yang melebihi 24 mg per hari harus dikhususkan bagi pasien rawat inap atau pasien di bawah pengawasan berkelanjutan untuk deteksi awal dan penanganan reaksi merugikan.

Untuk pasien yang membutuhkan kontrol secepatnya yang pemberian oral tidak layak: 5 mg dengan suntikan IM dalam. Mungkin diulangi setiap 6 jam, tidak melebihi dosis harian 15 mg pada pasien rawat jalan atau 30 mg pada pasien rawat inap. Bila perlu, dosis awal IM 10 mg mungkin diberikan untuk gejala psikosis parah.

Dosis biasa orang dewasa untuk mual/muntah

Untuk mual dan muntah parah:

Tablet: 8-16 mg harian dalam dosis terpisah, sampai 24 mg bila perlu. Pengurangan dosis awal sangat penting. Pemberian dosis berkepanjangan yang melebihi 24 mg per hari harus dikhususkan bagi pasien rawat inap atau pasien di bawah pengawasan berkelanjutan untuk deteksi awal dan penanganan reaksi merugikan.

Berapa dosis obat Perphenazine untuk anak-anak?

Dosis biasa anak-anak untuk psikosis

> 12 tahun:

Untuk pasien yang cukup terganggu, tidak dirawat di rumah sakit:

Tablet: 4 mg 3 kali sehari. Dosis harus dikurangi secepatnya sampai dosis efektif minimum.

Untuk pasien psikosis rawat inap:

Tablet: 8 mg 2 kali sehari.

Untuk pasien yang membutuhkan kontrol secepatnya atau pemberian oral tidak layak:

5 mg dengan suntikan IM dalam. Mungkin diulangi setiap 6 jam.

Dosis biasa anak-anak untuk mual/muntah

> 12 tahun:

Untuk mual dan muntah parah:

Tablet: 8 mg per hari dalam dosis terpisah. Pengurangan dosis awal sangat penting.

Untuk pasien yang membutuhkan kontrol secepatnya atau pemberian oral tidak layak: 5 mg dengan suntikan IM dalam. Mungkin diulangi setiap 6 jam.

Dalam dosis dan sediaan apa Perphenazine tersedia?

Suntikan: 2 g, 4 g, 8 g, 16 g

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Sulit merespon terhadap lingkungan sekitar
  • Koma (kehilangan kesadaran dalam periode waktu tertentu)
  • Kejang-kejang
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

source : https://hellosehat.com/obat/perphenazine/

Leave A Reply

Your email address will not be published.

37 + = 38