Let’s travel together.

Orang yang Berjalan Dengan Cepat Cenderung Tidak Bahagia

0 1,029

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Orang yang Berjalan Dengan Cepat Cenderung Tidak Bahagia tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Orang yang Berjalan Dengan Cepat Cenderung Tidak Bahagia yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Orang yang Berjalan Dengan Cepat Cenderung Tidak Bahagia kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Kita tentu pernah melihat orang-orang yang berjalan dengan sangat cepat, bukan? Mereka cenderung terbiasa untuk melakukannya karena memburu waktu atau tidak ingin terlambat. Meskipun terlihat bisa menghemat waktu, pakar kesehatan menyebut orang yang terbiasa berjalan dengan cepat cenderung tidak bahagia. Kok bisa?

jalan-berjalan-doktersehat

Sering Berjalan Cepat Tanda Tidak Bahagia

Masyarakat Indonesia memang tidak begitu gemar berjalan kaki karena adanya sepeda motor yang memudahkan kita untuk mencapai berbagai tempat dengan mudah. Hanya saja, di berbagai kota besar seperti di Jakarta, banyak orang yang merantau dan tidak memiliki kendaraan pribadi sehingga sering berjalan kaki atau memakai transportasi umum. Kita bisa melihat seberapa cepat mereka terbiasa berjalan kaki.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa orang-orang yang terbiasa berjalan dengan cepat cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan mereka yang berjalan dengan kecepatan lebih rendah. Pejalan cepat juga cenderung lebih perfeksionis dan kurang nyaman saat perjalanan mereka terhambat oleh orang-orang yang berjalan dengan lebih lambat.

Selain itu, seringkali berjalan dengan cepat juga disebabkan oleh faktor tuntutan pekerjaan. Mereka mendapatkan tekanan untuk selalu tepat waktu atau tidak mudah terlambat. Masalahnya adalah, mereka yang sering mendapatkan tekanan pekerjaan lebih besar cenderung tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati kehidupan dengan keluarga atau teman-temannya.

Hanya saja, hasil dari penelitian ini juga tidak diamini oleh banyak pakar kesehatan. Dalam realitanya, cukup banyak orang yang berjalan cepat dan terbiasa melakukan berbagai hal tepat waktu justru lebih menikmati kehidupan karena segalanya berjalan dengan lebih lancar.

Kecepatan Berjalan Bisa Menunjukkan Kondisi Kita

Penelitian yang dilakukan oleh British Council dan dipublikasikan oleh BBC pada 2 Mei 2007 silam menghasilkan fakta bahwa masyarakat perkotaan berjalan jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan. Masalahnya adalah semakin cepat kita terbiasa berjalan kaki, semakin buruk dampaknya bagi kesehatan.

Dalam penelitian yang dilakukan di 35 kota ini, setidaknya 70 partisipan di setiap kota dilibatkan. Mereka dicek kebiasaan berbelanjanya dan berjalan kaki sejauh 60 kaki atau sekitar 20 meter.

Hasil dari penelitian ini adalah, Singapura menjadi tempat orang-orang yang berjalan dengan paling cepat. Setelahnya diikuti oleh warga Copenhagen, Denmark; Madrid, Spanyol; dan kemudian Guanzhou, Tiongkok. Meskipun London tidak masuk dalam 10 besar kota dengan warga yang berjalan dengan sangat cepat di dunia, ada kecenderungan bahwa warga London berjalan kaki 10 persen lebih cepat dibandingkan dengan tahun 1990-an.

“Warga perkotaan cenderung berjalan dengan lebih cepat,” ucap pemimpin penelitian ini, Prof. Richard Wiseman.

Berjalan Cepat Terkait Gaya Hidup Kurang Sehat

Masalahnya adalah, Wiseman menemukan fakta bahwa masyarakat yang berjalan dengan lebih cepat cenderung tidak makan dengan baik, tidak berolahraga dengan baik, dan tidak menikmati kehidupan dengan teman-teman atau keluarganya. Hal ini bisa memberikan dampak buruk, khususnya dalam meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

“Mereka yang berjalan cepat cenderung makan dan berbicara dengan lebih cepat, selalu melihat jam tangan dan kurang sabar. Mereka tidak suka duduk atau diam dalam waktu yang lama,” lanjut Wiseman.

Prof. Wiseman percaya bahwa masyarakat perkotaan modern cenderung berjalan dengan lebih cepat karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Sayangnya, meski bisa membuat kita terkoneksi, peralatan teknologi modern juga membuat kita tidak memiliki kehidupan sosial yang baik.

“Dampaknya tak hanya buruk bagi kesehatan mental, namun juga kesehatan fisik kita,” pungkas Wiseman.

 

Sumber

  1. Anonim. 2007. What walking speeds say about us. http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/magazine/6614637.stm. (Diakses pada 1 Februari 2020).

Artikel Asli :https://doktersehat.com/berjalan-cepat-tidak-bahagia/

Leave A Reply

Your email address will not be published.