Let’s travel together.

Mimisan saat Hamil? Jangan Panik! Inilah Penjelasan Lengkapnya

0 3

Mimisan saat Hamil? Jangan Panik! Inilah Penjelasan LengkapnyaJika Anda mengalami mimisan saat hamil, jangan panik dan khawatir. Mimisan saat hamil merupakan kondisi yang normal asalkan darah yang keluar tidak berlebihan.

Sebanyak 20% ibu hamil akan mengalami mimisan saat mengandung. Hal ini terjadi karena ketika kehamilan pembuluh darah yang berada dalam rongga hidung mengalami pembengkakan akibat kebutuhan ganda akan oksigen. Yakni kebutuhan ibu dan kebutuhan janin dalam kandungan. Berikut penjelasannya.

Apakah Sebenarnya Penyebab Mimisan Saat Hamil

Telah disebutkan pada paragraf sebelumnya bahwa mimisan saat hamil terjadi kebutuhan ganda akan oksigen. Sehingga pembuluh darah pada area hidung beresiko bengkak dan pecah. Darah akan mengalir dan mimisan akan terjadi.

Begitupun pula dengan kebutuhan akan darah oleh janin. Tekanan darah akan meningkat, detak jantungpun menjadi 2 kali lebih cepat dari biasanya. Peningkatan tekanan darah selama kehamilan akan menyebabkan peningkatan tekanan darah pula dalam rongga hidung. Pembuluh darah pada area hidung yang mengalami pembengkakan tidak mampu menahan tingginya tekanan darah dari jantung. Sehingga terjadilah pecah pembuluh darah dan mimisan.

Penyebab lain terjadinya mimisan saat hamil adalah udara yang terlalu kering. Terlebih bila Anda tinggal di area pegunungan dan dingin. Udara akan cenderung kering, dan pembuluh darah area hidung akan mudah pecah dan terjadi mimisan.

Pembuluh darah pada hidung memiliki fungsi melembabkan udara yang masuk ke dalam saluran pernafasan. Jumlahnya sangat banyak dan berukuran sangat kecil (pembuluh kapiler). Sehingga sangat mungkin perdarahan terjadi ketika terdapat pembengkakan pada area hidung.

Beginilah Cara Menghentikan Perdarahan Akibat Mimisan

Apabila ini pertama kali Anda mengalami mimisan, mungkin Anda akan mengalami sedikit kecemasan dan tidak mengetahui cara yang tepat dalam menangani mimisan Anda dengan tepat dan cermat. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda laksanakan ketika mengalami mimisan ketika hamil.

1. Duduk dan Bungkukkan Badan

Langkah yang pertama jetika terjadi mimisan dan dapat Anda lakukan adalah duduk dan siapkanlah tissue di dekat Anda. Posisikan badan agak sedikit bungkuk ke depan, namun kepala tetap pada posisi lebih tinggi dari pada jantung Anda. Biarkan darah menetes dan usap lembut darah yang mengalir dengan tissue kering. Buang tissue pada tempat tertutup untuk menghindari penyebaran penyakit dan infeksi melalui tissue yang terkena darah dan dibuang sembarangan.

2. Pencet Cuping Hidung dan Bernafaslah Lewat Mulut

Selanjutnya, dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk tekan dan jepit kedua cuping hidung Anda, Berikan tekanan selama 10 – 15 menit, bernafaslah melalui mulut. Jangan lepaskan tekanan pada kedua cuping hidung Anda sebelum waktu yang telah ditentukan. Karena justru akan menciptakan gumpalan darah dalam rongga hidung.

Lanjutkan melaksanakan pemencetan cuping hidung selama 15 menit kedua apabila darah belum juga berhenti pada 10 – 15 menit pertama. Apabila setelah pemencetan hidung selama 30 menit darah tidak kunjung berhenti, maka ini adalah pertanda bahaya. Segera kunjungi rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat. Darah yang mengalir terus menerus dapat menyebabkan anemia atau kondisi kurang darah merah.

3. Jangan Mengangkat Kepala

Jangan terlebih dahulu mengangkat kepala Anda sebelum 15 menit berlalu. Karena hal ini akan menyebabkan Anda akan menelan darah beserta gumpalan darah. Bau anyir darah dapat membuat Anda mual atau muntah. Selain itu darah yang menggumpal dapat masuk saluran pernafasan dan menyebabkan sumbatan pada jalan nafas. Pada beberapa kasus, henti nafas dapat terjadi akibat kondisi ini.

Darah yang tertelan juga dapat menjadi sumber infeksi atau penyakit pada janin dalam kehamilan Anda. Hindari sebisa mungkin mengangkat kepala lebih tinggi dari bahu ketika mimisan terjadi.

4. Gunakan Es Batu untuk Menghentikan Perdarahan

Anda dapat pula menggunakan es batu untuk menghentikan perdarahan dengan cepat. Letakkan kantung berisi es batu yang sudah dibungkus dengan handuk atau kain pada ujung atas dari hidung (area di antara kedua mata). Dengan meletakkan es batu pada area ini, akan mempercepat penyempitan pembuluh darah yang pecah. Mimisan akan segera berhenti.

Adakah Cara Mencegah Agar Mimisan Tidak Terjadi

Berbagai cara dapat Anda lakukan untuk mencegah mimisan terjadi. Kunci pencegahan mimisan yang dapat terjadi saat hamil adalah menjaga pembuluh darah dalam hidung tetap lembab dan tidak memanipulasi berlebihan. Berikut detail penjelasannya:

1. Minum Cukup Air

Air sangat berguna bagi proses metabolisme di dalam tubuh. Termasuk fungsinya untuk melembabkan. Meminum cukup air dapat melembabkan rongga dalam hidung. Mencegah terjadinya pecah pembuluh darah akibat rongga hidung yang terlalu kering. Selain itu, mimisan akan menyebabkan Ibu kehilangan darah dalam tubuhnya. Air akan membantu mengembalikan cairan tubuh yang ikut hilang bersama darah mimisan.

2. Bersin Dengan Membuka Mulut

Bersin terkadang membuat tekanan dalam rongga hidung meningkat, terlebih apabila Anda bersin dengan menutup mulut. Tekanan akan terpusat dalam rongga hidung, sehingga akan menyebabkan resiko yang lebih tinggi untuk pembuluh darah pecah dan terjadilah mimisan saat hamil.

3. Bernafas dengan Perlahan

Bernafaslah dengan perlahan. Terkadang nafas ibu akan tampak memburu, bahkan terlihat sesak karena memang tekanan dari perut berisi bayi yang semakin membesar. Bernafas dengan perlahan akan mengurangi tekanan dalam rongga hidung. Mencegah terjadinya mimisan dan perdarahan akibat tekanan berlebih di dalam rongga hidung.

4. Menggunaan Pelembab Ruangan

Humidifier atau pelembab ruangan mungkin dapat Anda gunakan ketika kelembapan udara terlalu kering akibat suhu yang terlalu dingin. Anda dapat pula menambahkan wewangian atau aromatherapy ke dalam humidifier, sehingga ruangan harum, fikiran menjadi rileks dan mimisan tidak akan terjadi.

5. Tunda Kegiatan yang Terlalu Melelahkan

Kegiatan yang terlalu padat akan membuat tubuh ibu lelah. Sistem imunitas menurun termasuk juga kesehatan dari jantung dan pembuluh darah ibu. Apabila Anda memiliki riwayat sering mimisan pada waktu kecil akibat pembuluh darah yang tipis, bisa jadi ketika hamil Anda akan beresiko mengalami mimisan karena jenis pemuluh darah Anda tipis ditambah dengan kegiatan yang melelahkan tubuh Anda.

6. Hindari Berbagai Polutan

Polutan seperti asap rokok, asap kendaraan maupun asap pabrik dapat mengganggu kesehatan pernafasan ibu. Hindari sebisa mungkin terpapar berbagai polutan tersebut selama kehamilan. Selain beresiko menyebabkan mimisan, polutan akan menganggu kesehatan saluran pernafasan ibu. Dapat pula mengakibatkan keracunan pada janin sehingga berbagai kelainan dapat terjadi dalam kandungan.

Sebuah studi mengenai hubungan antara perdarahan kecil yang terjadi saat hamil dan terjadinya perdarahan setelah melahirkan (hemorrhage postpartum) oleh Dugan et al (2009), menyebutkan bahwa terjadinya perdarahan kecil saat hamil baik mimisan berhubungan dengan terjadinya perdarahan setelah melahirkan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah memang terdapat gangguan pembekuan darah pada ibu yang mengalami mimisan saat kehamilan dengan terjadinya perdarahan setelah persalinan.

Demikian telah tersaji informasi mengenai mimisan saat hamil, baik penyebab, penanganan tepat serta pencegahan terjadinya mimisan saat hamil. Menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran tubuh ketika hamil menjadi kewajiban bagi setiap Ibu untuk kehamilan serta persalinan yang lancar. Jika memang Anda memiliki gangguan pembekuan darah segera laporkan kepada petugas kesehatan dan Dokter kandungan Anda. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.

− 4 = 6