Let’s travel together.

Mengenal Aritmia, Penyebab Gus Sholah Meninggal

0 27

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Mengenal Aritmia, Penyebab Gus Sholah Meninggal tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Mengenal Aritmia, Penyebab Gus Sholah Meninggal yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Mengenal Aritmia, Penyebab Gus Sholah Meninggal kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Tokoh nasional KH. Salahuddin Wahid atau yang juga dikenal dengan nama Gus Sholah meninggal pada hari Minggu, 2 Februari 2020 pukul 20.55 WIB. Gus Sholah meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Beliau sempat mengeluhkan denyut jantung yang tak beraturan atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan aritmia sebelum tutup usia.

gus-sholah-doktersehat

Gus Sholah Mengidap Aritmia

Adik dari Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini meninggal di usia 77 tahun. Gus Sholah juga dikenal sebagai pengasuh pesantren Tebu Ireng yang ada di Jombang, Jawa Timur.

Putra Gus Sholah, Ipang Wahid menyebut kondisi ayahnya memang sudah menurun sejak Jumat, 31 Januari 2020. Sekitar dua pekan sebelumnya, Gus Sholah juga menyebut irama jantungnya tak beraturan.

Saat dibawa ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Gus Sholah sempat diberi tindakan ablasi demi mengendalikan elektromagnetik di bagian jantungnya. Sempat pulang ke rumah, kondisinya kembali menurun dan akhirnya dibawa ke rumah sakit yang sama lagi hingga akhirnya tutup usia.

Mengenal Aritmia, Penyebab Irama Denyut Jantung Tidak Beraturan

Pakar kesehatan menyebut aritmia sebagai gangguan jantung yang menyebabkan gejala berupa denyut atau irama jantung yang tidak beraturan.

Terdapat empat jenis aritmia yang bisa ditemukan di dalam dunia medis, yakni denyut jantung yang terlalu cepat atau tachycardia, denyut jantung terlalu pelan atau brabycardia, denyut jantung tidak teratur atau fibrilasi, serta kontraksi prematur. Kondisi ini terkait dengan tidak normalnya impuls listrik di sekitar jantung.

Pakar kesehatan menyebut masalah kesehatan ini bisa dialami siapa saja tanpa mengenal usia. Selain ketidakteraturan denyut jantung, ada beberapa gejala yang bisa kita alami seperti nyeri dada, sesak napas, kepala pusing, keluarnya keringat dalam jumlah banyak, jantung berdebar-debar, hingga tubuh yang lelah atau bahkan jatuh pingsan. Jika gejala-gejala kesehatan ini sering muncul, sebaiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Penyebab Aritmia

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan datangnya aritmia. Berikut adalah berbagai penyebab tersebut.

  • Terkait dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Terjadinya masalah pada tiroid baik itu hipertiroid atau kelenjar tiroid yang lebih aktif dari biasanya, atau hipotiroid atau kelenjar tiroid yang kurang berfungsi dengan normal.
  • Terjadi gangguan pada jantung seperti perubahan pada struktur jantung atau cardiomyophati dan terjadinya luka pada jantung, hingga penyumbatan pada pembuluh darah arteri di jantung.
  • Konsumsi obat-obatan dengan sembarangan juga bisa menjadi penyebabnya.

Pakar kesehatan menyebut mereka yang hobi merokok, sering mengonsumsi alkohol, atau meminum minuman berkafein dengan berlebihan setiap hari rentan mengalami aritmia. Selain itu, mereka yang mengidap masalah stres, diabetes, dan gangguan tidur sleep apnea juga bisa mengalaminya. Satu hal yang pasti, jika kita memiliki riwayat keluarga yang mengidap aritmia, sebaiknya mewaspadai risiko untuk terkena masalah yang sama.

Apakah Aritmia Bisa Diobati?

Pakar kesehatan menyebut asalkan segera diperiksakan ke dokter saat gejalanya baru muncul di tahap awal, aritmia bisa diobati. Hanya saja, prosedur penanganan masalah kesehatan ini sangat bergantung pada kondisi aritmia yang diderita.

Sebagai contoh, pengidap bradycardia bisa menjalani prosedur pemasangan pacemaker demi mengendalikan impuls listrik menuju jantung. Sementara itu, khusus untuk penderita tachycardia, bisa menjalani pengobatan anti aritmik, prosedur vagal maneuver, cardioversion, serta catheter ablation. Selain itu, banyak pengidap aritmia yang harus menjalani prosedur operasi seperti maze atau bypass koroner untuk mengatasinya.

 

Sumber

  1. Newman, Tim. 2017. What to know about arrhythmia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8887.php. (Diakses pada 3 Februari 2020).

Artikel Asli :https://doktersehat.com/aritmia-gus-sholah-meninggal/

Leave A Reply

Your email address will not be published.