Let’s travel together.

Menentukan Masa Tidak Subur Wanita Agar Tidak Hamil Setelah Berhubungan

0 2

Menentukan Masa Tidak Subur Wanita Agar Tidak Hamil Setelah BerhubunganSebagai seorang wanita yang sudah berpasangan, mungkin Anda juga perlu untuk mengetahui kapan masa tidak subur wanita agar tidak hamil. Untuk apa? Nah, bagi Anda yang mungkin belum siap untuk punya anak setelah menikah atau tidak ingin menambah momongan, pada masa tidak subur ini Anda untuk dapat tetap berhubungan dengan suami tanpa perlu was-was takut hamil.

Mengapa masa subur dan tidak subur begitu penting? Pada saat masa ovulasi atau masa subur, ketika Anda berhubungan dengan pasangan Anda maka prosentase terjadi pembuahan sel telur akan tinggi. Maka dari itu bagi pasangan suami istri yang ingin segera memiliki keturunan, biasanya mereka selalu mencari hari yang tepat pada saat wanita mengalami masa subur. Begitu juga sebaliknya. Pada masa tidak subur, kemungkinan terjadi pembuahan pada sel telur sangat kecil. Nah, untuk mengetahui kapan wanita sedang berada pada masa tidak suburnya, silahkan baca artikel ini selengkapnya.

Menghitung Kapan Masa Tidak Subur Wanita agar Tidak Hamil

Pada umumnya, masa subur seorang wanita terbagi menjadi dua jenis, yaitu masa subur biasa dan puncak masa subur. Dan biasanya pada puncak masa subur inilah prosentase kehamilan setelah berhubungan dengan pasangan sangat tinggi. Sementara itu puncak masa subur biasanya terjadi sekitar 12 hari setelah haid pertama. Jadi rumus puncak masa subur adalah hari pertama haid + 12 hari. Sedangkan untuk masa subur biasa wanita biasanya terjadi pada tiga hari sebelum dan tiga hari setelah puncak masa subur. Kemudian 2 hari sebelum dan 3 hari sesudah masa subur kadang juga termasuk masa subur. Silahkan cek gambar di atas untuk ilustrasinya.

Untuk lebih mudahnya kami akan memberikan contoh kasus untuk menentukan masa subur dan masa tidak subur wanita agar tidak hamil setelah berhubungan. Misalkan hari pertama haid adalah tanggal 8. Maka masa puncak masa subur wanita akan terjadi pada tanggal 20. Sedangkan masa subur wanita biasa akan terjadi sejak tanggal 17 hingga tanggal 23. Sedangkan masa tidak suburnya adalah sekitar 19 hari setelah haid pertama, berarti dalam contoh ini masa tidak subur adalah mulai tanggal 27 hingga masa haid berikutnya. Dan pada tanggal itulah yang mungkin bisa Anda manfaatkan untuk berhubungan supaya tidak terjadi kehamilan.

H = tanggal pertama haid
H+9 hingga H+15 = masa subur
H+12 = tanggal puncak subur
H+19 = mulai masa tidak subur

Akan tetapi contoh penghitungan tadi adalah contoh penghitungan masa subur untuk siklus haid yang teratur. Sedangkan bagi wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur, sepertinya Anda harus menghitung masa subur dengan cara yang cukup sulit. Untuk mengetahui masa tidak subur wanita agar tidak hamil dan kapan masa suburnya bagi wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur, maka sekurang-kurangnya Anda harus mencatat siklus haid terakhir Anda sebanyak 6 bulan terakhir. Setelah itu carilah siklus haid dengan hari paling lama. Jika sudah ditemukan berapa lama siklus terpanjang yang pernah terjadi, kurangi dengan 11. Dan itulah masa subur terakhir pada masa haid tersebut. Sedangkan untuk siklus terpendek, kurangkan jumlahnya dengan 18.

Contoh penghitungan masa tidak subur untuk wanita dengan haid tidak teratur, misalkan siklus terpanjang adalah 30 dan siklus terpendek adalah 18. Maka cara menghitung masa suburnya adalah 30 -11 = 19 dan 24 – 18 = 6. Jadi diperkirakan siklus masa subur Anda terjadi pada 6 – 19 hari setelah haid pertama.

Artikel ini berlanjut ke halaman berikutnya. Masih ada beberapa cara lain untuk menghitung masa tidak subur wanita dan beberapa tips menghindari kehamilan yang dapat Anda baca di halaman 2.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

42 + = 52