Let’s travel together.

Memahami Prosedur USG Mammae untuk Deteksi Risiko Kanker Payudara

0

Ada banyak jenis pemeriksaan USG yang tersedia untuk wanita. Anda selama ini mungkin lebih familiar mendengar USG kandungan untuk memantau kehamilan. Namun, ada pula jenis USG yang khusus untuk mengecek kondisi payudara. USG payudara, yang juga dikenal dengan istilah USG mammae, kerap direkomendasikan sebagai cara mendeteksi dini kanker payudara.

Apa itu USG payudara (USG mammae)?

USG (ultrasonografi) mammae adalah prosedur untuk memeriksa kondisi payudara dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasonik). Tes ini menggunakan jenis gelombang ultrasonik yang sama dengan pemeriksaan USG kehamilan.

Gelombang ultrasonik itu akan dipancarkan dari mesin khusus untuk menghasilkan gambaran detail dari jaringan dan struktur dalam payudara.

USG mammae paling sering direkomendasikan untuk wanita-wanita di bawah ini:

  • Wanita berusia di bawah 25 tahun
  • Wanita yang sedang hamil
  • Wanita yang sedang menyusui
  • Wanita dengan implan payudara silikon

Keempat golongan wanita tersebut tidak disarankan untuk terpapar sinar radiasi. Maka, pemeriksaan payudara lewat USG akan lebih diutamakan ketimbang mammografi karena risiko paparan radiasinya lebih kecil.

Apa fungsi atau kegunaan dari USG payudara?

Pemeriksaan ini terutama dilakukan untuk memantau adanya kemungkinan perubahan pada payudara. Khususnya ukuran dan bentuk benjolan payudara yang bisa dirasakan, tetapi tidak terlihat jelas pada mammogram.

Dilansir dari American Cancer Society, USG mammae juga dapat mencari tahu apakah benjolan yang ada di payudara berisi cairan atau padatan.

Secara umum, USG payudara juga kerap dilakukan untuk:

  • Mengecek penyebab keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa
  • Memeriksa mastitis atau peradangan pada jaringan susu
  • Memantau kondisi implan payudara
  • Melihat penyebab nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada payudara
  • Memeriksa perubahan warna kulit payudara
  • Memverifikasi hasil tes pencitraan lainnya, seperti MRI atau mammogram

Selain itu, USG juga dapat membantu dokter lebih akurat mengarahkan jarum biopsi ke area yang tepat. Dengan begitu, dokter tidak akan salah mengambil sampel sel dan jaringan yang akan diuji di laboratorium.

Persiapan sebelum USG payudara (USG mammae)

Sebelum melakukan USG, jangan mengoleskan losion, krim, bubuk, atau produk skincare maupun riasan apa pun ke area kulit payudara. Anda juga perlu mencopot semua benda logam yang ada di tubuh, dari mulai perhiasan hingga jam tangan. Berbagai hal ini dapat mengurangi akurasi hasil pengambilan gambar ultrasonografi.

Pada hari-H tes, kenakan dua pasang pakaian seperti kemeja kancing depan atau yang ber-ritsleting dengan celana atau rok, bukan pakaian terusan seperti dress. Ini akan lebih memudahkan Anda bersiap-siap sebelum pemeriksaan. Anda hanya cukup melepas baju atasan, tak perlu melepas semuanya.

Proses pemeriksaan USG payudara

USG payudara biasanya berlangsung sekitar 15-30 menit. Di ruang periksa, dokter akan lebih dulu memeriksa payudara secara manual sembari menanyakan beberapa pertanyaan dasar seputar benjolan yang Anda miliki. Misalnya, adakah gejala lain yang Anda rasakan, serta kapan benjolan mulai tumbuh dan bagaimana perkembangannya.

Selama skrining, Anda umumnya akan diminta tidur berbaring miring. Dokter atau ahli sonografi kemudian akan menyelipkan bantal segitiga di bawah bahu Anda. Cara lainnya, dokter akan meminta Anda untuk mengangkat lengan di atas kepala untuk memudahkan jalannya pemeriksaan.

Setelah itu, dokter akan mengoleskan gel dingin bening ke kulit payudara secara merata. Gel ini membantu melancarkan pancaran gelombang suara untuk bergerak melewati jaringan payudara.

Dokter kemudian akan menggerakkan alat bernama transduser yang berbentuk seperti tongkat di atas payudara. Transduser akan mengirimkan gelombang suara dari mesin ke jaringan payudara dan merekam gambar jaringan yang dilewatinya.

Selain memindai payudara, dokter juga akan memeriksa area ketiak untuk mengecek pembengkakan pada kelenjar getah bening jika ada.

Tes ini sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali jika benjolan yang dimiliki memang terasa nyeri.

Cara membaca hasil USG payudara

Gambar hasil USG payudara disebut dengan ultrasonogram, dan tampak berwarna gradasi hitam dan putih. Warna hitam biasanya mengartikan cairan, warna abu-abu adalah jaringan, dan warna putih adalah tulang Keberadaan kista, tumor, dan benjolan akan terlihat lebih gelap pada gambar.

Namun, keberadaan bulatan gelap pada USG tidak selalu berarti bahwa Anda menderita kanker payudara. Sebagian besar benjolan yang ditemukan pada payudara termasuk tumor jinak pertanda:

  • Fibroadenoma
  • Payudara fibrokistik
  • Papiloma intraduktal, yaitu tumor jinak kecil di saluran susu
  • Nekrosis lemak susu, yaitu jaringan lemak yang memar, mati, atau rusak hingga menyebabkan benjolan

Jika dokter meragukan hasil USG mammae Anda, kemungkinan ia akan menyarankan Anda untuk menjalani berbagai tes lain. MRI dan biopsi kerap menjadi pilihan tes untuk memastikan apakah benjolan ini hanya tumor jinak atau justru kanker.

Adakah risiko USG payudara untuk kesehatan?

Jangan khawatir karena USG payudara termasuk aman dan minim efek samping. Namun, bukan berarti sama sekali bebas risiko. Tidak menutup kemungkinan USG payudara dapat mengakibatkan efek yang merugikan bagi beberapa orang.

Kelancaran proses dan hasil akhirnya akan sangat tergantung pada kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Meski begitu, dokter umumnya akan lebih dulu menjelaskan kelebihan serta kekurangan dari prosedur ini untuk kondisi Anda sebelum memutuskan apa pun.

Maka pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda atau petugas kesehatan terpercaya sebelum menjadwalkan sesi skrining USG. Tak perlu khawatir karena dokter akan merekomendasikan perawatan yang terbaik sesuai kondisi Anda.

Dokter juga merekomendasikan suatu perawatan setelah mempertimbangkan bahwa manfaatnya akan lebih besar buat Anda ketimbang risikonya.

Apa kekurangan USG payudara dibanding prosedur lain?

Dengan segala kelebihannya, USG mammae memiliki beberapa keterbatasan, seperti:

Tidak bisa mengambil gambar keseluruhan payudara sekaligus

USG payudara tidak bisa mengambil keseluruhan gambar payudara keseluruhan secara sekaligus.

Ultrasonografi merekam gambar dengan cara menggerakan transduser sampai menemukan kelainan. Oleh karena itu, gambar yang diambil akan sama dengan ke mana arah transduser bergerak. Jika tidak dilakukan oleh ahlinya, USG mammae rentan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Tidak bisa menggambarkan area yang terlalu dalam

USG hanya mampu menemukan benjolan yang masih ada di permukaan payudara. Ultrasonografii juga dapat membantu dokter mengetahui isian benjolan dengan tepat, apakah berisi cairan atau jaringan padat. Cairan biasanya pertanda kista, sementara padatan bisa jadi tanda sel kanker.

Sayangnya, ultrasonogram tidak dapat memperlihatkan kelainan atau benjolan di area yang lebih dalam. Anda mungkin perlu menjalani mammogram untuk mencari kejanggalan di jaringan yang lebih dalam.

Tidak bisa menunjukkan mikrokalsifikasi

Mikrokalsifikasi adalah endapan atau akumulasi mineral kecil di sekitar tumor. Keberadaan mikrokalsifikasi kerap dicurigai sebagai cikal bakal sel kanker payudara. Mammogram dapat memperlihatkan tanda-tanda mikrokalsifikasi, tapi USG mammae tidak.

Maka dari itu, USG payudara tidak termasuk skrining yang dianjurkan rutin setiap tahun. Pemeriksaan ini hanya disarankan sebagai tes pelengkap atau deteksi dini memeriksa benjolan di payudara.

Sumber foto: Montclair Breast Center

Baca Juga:

  • 5 Jenis Benjolan Payudara yang Bukan Kanker
  • Mulai Usia Berapa Kita Perlu Melakukan Skrining Kanker?
  • Payudara Besar Berisiko Lebih Tinggi Kena Kanker Payudara

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 6 = 13