Let’s travel together.

Melanoma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

0 0

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Melanoma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Melanoma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Melanoma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius dan mungkin sulit diobati. Kondisi ini dipicu oleh paparan sinar matahari berlebihan, riwayat keluarga, atau faktor kulit putih, dll. Ketahui apa itu melanoma, gejala, penyebab, melanoma diagnosis, pengobatan, pencegahan, dll.

melanoma-doktersehat

Apa Itu Melanoma?

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang jarang terjadi namun tergolong yang paling serius dan berakibat fatal apabila tidak didiagnosis pada stadium awal. Kanker kulit ini terjadi ketika melanosit atau sel-sel yang memproduksi pigmen (melanin) bermutasi dan membelah tidak terkendali.

Kumpulan melanosit dapat membentuk menjadi tahi lalat selama masa kanak-kanak dan remaja. Dalam kondisi tertentu tahi lalat mulai tumbuh dan membelah tanpa kontrol hingga meluas ke lapisan kulit.

Sel-sel kanker ini berkembang ke kulit bagian bawah atau lapisan dermis dan dapat memasuki sistem limfatik atau aliran darah. Sel-sel ini pun dapat menyebar dengan cepat ke paru-paru, hati, tulang, otak, dan bagian tubuh vital lainnya.

Penyebab kanker kulit ini tidak diketahui dengan pasti, namun faktor yang memengaruhinya adalah paparan sinar radiasi UV dan faktor keturunan pada orang berusia di bawah 40 tahun. Pada wanita, kanker kulit ini paling umum terjadi pada kaki serta pria mengalaminya di dada, punggung, dan wajah yang paling umum.

Berdasarkan laporan dari The American Cancer Society (ACS), terdapat 96.480 orang dengan melanoma diagnosis baru pada tahun 2019 dan 7.230 kasus berisiko kematian.

Gejala Melanoma

Gejala kanker kulit pada tahap awal sulit dideteksi, namun Anda dapat mengamati apabila ada perubahan pada penampilan kulit Anda. Berikut ini adalah gejala melanoma berdasarkan The Melanoma Research Foundation:

  • Perubahan penampilan kulit meliputi warna, bentuk, bercak, ukuran, atau tahi lalat yang baru muncul
  • Perubahan pada tahi lalat yang sudah ada sejak lama
  • Pertumbuhan kulit berpigmen yang tidak biasa
  • Rasa sakit pada kulit yang tidak kunjung sembuh
  • Gumpalan atau bintik kulit dengan tekstur halus, mengilap, berlilin, dan pucat
  • Gatal, sakit, atau nyeri
  • Kulit kasar, kering, atau bersisik
  • Kulit luka dan berdarah

Anda juga dapat mengamati gejala kanker kulit ini dengan pemeriksaan ABCDE pada tahi lalat Anda, sebagai berikut:

  • A (Asymmetric) Asimetris: Apabila Anda memiliki tahi lalat yang tidak simetris dimana satu sisi terlihat tidak seukuran dengan sisi lainnya.
  • B (Border) Perbatasan: Pinggiran tahi lalat terlihat tidak beraturan, kasar, dan berlekuk-lekuk.
  • C (Color) Warna: Warna tidak merata seperti kombinasi hitam, cokelat, dan mengandung pigmentasi putih atau biru.
  • D (Diameter): Ukuran tahi lalat berubah dimana Anda mungkin mendapati diameter tahi lalat membesar.
  • E (Evolving) Berkembang: Penampilan tahi lalat berkembang dalam beberapa minggu hingga bulan.

Kanker kulit jenis ini tidak selalu berawal dari tahi lalat, namun juga pada bagian kulit lain yang tampak tidak normal dengan gejala seperti yang disebutkan.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda mengamati perubahan penampilan kulit atau tahi lalat Anda selama berminggu-minggu hingga beberapa bulan dengan gejala terkait kanker kulit tersebut. Melanoma yang terdiagnosis sejak awal akan membantu pengobatan agar lebih efektif.

Penyebab Melanoma

Penyebab melanoma secara pasti belum diketahui, penyebab paling umum jenis kanker ini adalah paparan sinar UV pada bagian tubuh yang paling sering terkena paparannya.

Kanker kulit ini terjadi akibat sel-sel kulit berkembang tanpa kontrol hingga memicu sel-sel kulit yang sudah tua muncul ke permukaan kulit hingga menyebabkan kerusakan DNA.

Kanker kulit melanoma mungkin terjadi akibat kombinasi berbagai faktor termasuk faktor lingkungan, genetik, paparan radiasi, atau sinar dari lampu tanning secara berlebihan.

Faktor Risiko Melanoma

Berikut ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan seseorang terkena kanker kulit ini:

  • Kulit Putih: Kulit putih memiliki lebih sedikit pigmen atau melanin sehingga tidak cukup melindungi kulit dari paparan radiasi UV yang merusak kulit.
  • Paparan Sinar Matahari: Orang yang terkena paparan sinar matahari berlebihan dan dalam jangka waktu panjang.
  • Paparan Sinar Ultraviolet: Sinar ultraviolet lainnya baik dari matahari atau paparan lampu tidur, dll.
  • Faktor Wilayah: Orang yang tinggal lebih dekat ke garis khatulistiwa bumi dimana terkena sinar matahari langsung.
  • Tahi Lalat: Orang yang memiliki lebih dari 50 tahi lalat di tubuhnya berisiko lebih besar mengembangkan kanker kulit ini.
  • Keturunan: Apabila memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini, Anda berpeluang untuk mendapatkan penyakit yang sama.
  • Sistem Imun: Orang dengan sistem imun yang lemah berisiko lebih besar terkena kanker kulit ini.

Penyebab kanker kulit melanoma adalah kombinasi dari berbagai faktor risiko tersebut.

Diagnosis Melanoma

Berikut ini adalah pemeriksaan terkait kanker kulit melanoma, meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan bertanya seputar riwayat kesehatan kulit Anda dan gejala apa saja yang dirasakan.
  • Biopsi: Dokter akan mengambil sampel kulit dan jaringan untuk diamati lebih lanjut di laboratorium.

Selanjutnya, apabila Anda positif terkena kanker jenis ini, maka dokter akan melakukan diagnosis untuk menentukan jenis dan stadium kanker tersebut untuk selanjutnya diberikan pengobatan dan perawatan yang tepat.

Jenis Melanoma

Berikut ini jenis kanker kulit melanoma:

1. Melanoma Penyebaran Superfisial

Superficial spreading melanoma paling umum terjadi di Inggris pada orang-orang dengan kulit putih, pucat, dan berbintik. Tahi lalat melebar menjadi seperti bercak lebar yang tumbuh ke lapisan luar kulit, bukan ke dalam kulit jadi tidak terlalu bermasalah.

Apabila sel-sel kulit berkembang ke bagian dalam kulit, maka sel-sel kanker dapat menyebar ke organ-organ lain yang membahayakan.

2. Nodular Melanoma

Jenis kanker kulit dimana adanya benjolan pada kulit berwarna merah atau kehitaman dengan gejala pendarahan. Kondisi ini berkembang lebih cepat ke lapisan kulit bagian bawah yang paling umum tumbuh di kepala dan leher, dada atau punggung

3. Lentigo Maligna Melanoma

Jenis kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari jangka panjang pada wajah yang umumnya terjadi pada orang tua. Gejalanya adalah terlihat bintik datar, gelap, menonjol, dan menyamping di lapisan permukaan kulit. Secara bertahap, bentuknya akan membesar dan masuk ke jaringan kulit yang lebih dalam.

4. Acral Lentiginous Melanoma

Jenis kanker kulit paling langka dan akut yang umumnya terjadi di telapak tangan dan kaki, atau di sekitar kuku dan ibu jari. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang berkulit gelap. Gejalanya adalah terdapat seperti bercak, luka, benjolan, dan penampilan tidak biasa pada kulit yang seperti luka bakar.

5. Amelanotic Melanoma

Bercak berwarna pada kulit seperti kombinasi warna merah, merah muda, dengan pinggiran bercak seperti warna coklat muda dan abu-abu.

Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Kulit yang Wajib untuk Diketahui

Stadium Melanoma

Stadium kanker ini didiagnosis berdasarkan seberapa dalam penyebaran kanker dan perawatan apa yang paling efektif. Berikut ini metode menetapkan stadium untuk kanker kulit jenis ini, yaitu:

  • Tahap 0: Kanker kulit hanya berkembang di kulit bagian terluar atau disebut juga “melanoma in situ”.
  • Tahap I: Sel kanker di kulit memiliki tebal 2 milimeter dan belum menyebar ke jaringan lain.
  • Tahap II: Ketebalan kanker antara 1 mm sampai lebih dari 4 mm. Kanker ini mungkin belum menyebar ke kelenjar getah bening dan jaringan lain.
  • Tahap III: Ketebalan kanker lebih dari 4 mm dan sudah menyebar ke satu atau lebih kelenjar getah bening atau saluran limfatik terdekat.
  • Tahap IV: Kanker menyebar ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh, seperti otak, paru-paru, hati, atau organ vital lainnya.

Pengobatan Melanoma

Cara mengobati melanoma tergantung pada tingkat keparahannya. Kanker kulit stadium awal dapat diatasi dengan pembedahan atau pengangkatan seluruh kanker yang sangat tipis dan tidak membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Sementara untuk kanker kulit pada tingkat yang lebih parah, pilihan perawatan mungkin termasuk:

1. Pembedahan

Pembedahan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang sudah terpapar sel kanker dengan perawatan lanjutan sebelum dan setelah operasi sesuai dengan rekomendasi dokter.

2. Imunoterapi

Perawatan dengan obat-obatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Obat imunoterapi berguna untuk mengacaukan proses sel-sel kanker yang menghasilkan protein dan bersembunyi dari sistem imun. Obat ini akan disuntikan langsung ke area kulit bersel kanker yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain dari tubuh.

3. Terapi Radiasi

Salah satu cara mengatasi kanker kulit melanoma adalah dengan terapi radiasi berdaya tinggi seperti berdaya tinggi yang diarahkan langsung ke area kulit bersel kanker yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening untuk membunuh sel kanker tersebut.

Terapi radiasi dengan sinar-X dan proton juga umum digunakan untuk mengatasi sel kanker kulit yang tidak dapat diangkat sepenuhnya dengan operasi.

4. Kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi dalam sediaan pil atau suntikan ini ditujukan untuk membunuh sel kanker. Obat-obatan ini langsung menargetkan langsung ke sel-sel kanker.

Itulah beberapa cara mengobati kanker kulit ini. Walaupun Anda sudah sembuh, terdapat risiko besar gejalanya akan kambuh dan menyebar lagi. Umumnya, pasien harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kesehatan dan kemungkinan kanker kulit akan kembali.

Pencegahan Melanoma

Berikut ini cara mencegah melanoma:

  • Hindari paparan sinar matahari langsung di siang hari.
  • Gunakan tabir surya SPF 30 di bagian tubuh yang paling sering terpapar sinar matahari. Apabila Anda sering beraktivitas di luar, aplikasikan kembali setiap dua jam.
  • Gunakan pakaian yang menutupi kulit Anda atau gunakan topi di siang hari yang terik.
  • Hindari menggunakan lampu tidur yang juga memancarkan sinar UV dan dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
  • Kenali kulit Anda bila terjadi perubahan atau gangguan kulit lainnya.
  • Selalu periksa dan rawat wajah, leher, telinga, dan kulit kepala Anda. Periksa juga area genital dan di antara bokong.

Anda juga harus memenuhi vitamin untuk kulit. Itulah pembahasan lengkap tentang kanker kulit melanoma. Semoga informasi ini meningkatkan pengetahuan Anda tentang bahaya kanker kulit dan bagaimana cara mencegahnya.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

  1. MacGill, Markus. 2019. What to know about melanoma. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154322. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  2. Melanoma Institute Australia. 2020. What is melanoma?. https://www.melanoma.org.au/understanding-melanoma/what-is-melanoma/. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  3. Cancer.org. 2020. Early Detection, Diagnosis, and Staging. https://www.cancer.org/cancer/melanoma-skin-cancer/detection-diagnosis-staging.html. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  4. MayoClinic. 2020. Melanoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/melanoma/symptoms-causes/syc-20374884. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  5. NHS. 2020. Skin cancer (melanoma). https://www.nhs.uk/conditions/melanoma-skin-cancer/. (Diakses pada 10 Maret 2020).

Artikel Asli :https://doktersehat.com/melanoma/

Leave A Reply

Your email address will not be published.