Megawati Gantung Diri Di Depan Bayi, Depresi Pasca Melahirkan?

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Megawati Gantung Diri Di Depan Bayi, Depresi Pasca Melahirkan? tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Megawati Gantung Diri Di Depan Bayi, Depresi Pasca Melahirkan? yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Megawati Gantung Diri Di Depan Bayi, Depresi Pasca Melahirkan? kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Megawati, ibu muda berusia 20 tahun gantung diri di depan bayinya sendiri. Diduga, tindakan nekatnya dilakukan akibat konflik rumah tangga yang selama ini dialaminya. Seperti apa kronologi dari kasus ini?

cara-mengatasi-depresi-doktersehat

Megawati Gantung Diri

Suami korban, Riswan, menyebut istrinya terus meminta maaf saat berkirim pesan WhatsApp. Tak disangka, permintaan maaf yang dilakukan berkali-kali ini adalah tanda bahwa istrinya akan melakukan bunuh diri.

Dalam pesan tersebut, Megawati meminta Riswan untuk lebih sering mendengarkan istri dan memperhatikan anaknya. Diketahui, Riswan sangat sibuk bekerja sehingga jarang pulang. Padahal, Megawati berkali-kali meminta Riswan untuk tinggal di rumah untuk sementara waktu demi memberikan waktu bagi dirinya dan anaknya.

Kakak korban, Asrianto menyebut ada beberapa catatan harian yang ditemukan di lemari pakaian Megawati. Catatan-catatan ini menunjukkan curahan hati dan semua masalah yang dialami oleh Megawati. Asrianto yang tidak terima dengan kematian adiknya pun melaporkan Riswan ke aparat kepolisian di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

Depresi Bisa Dialami Pasca Melahirkan

Memiliki bayi memang seperti mendapatkan anugerah tersendiri. Ada rasa bahagia yang terpancar saat kita sudah mendapatkan keturunan. Sayangnya, ada banyak orang tua, baik itu dari pihak suami ataupun istri yang ternyata mengalami depresi pasca kelahiran bayi. Dalam dunia medis, hal ini dikenal sebagai postnatal depression.

Banyak orang yang kesulitan untuk membedakan postnatal depression dengan baby blues syndrome. Baby blues syndrome bisa membuat ibu mengalami gangguan suasana hati, mudah lelah, mudah menangis, atau kegelisahan dalam minggu-minggu pertama pasca melahirkan dan bisa hilang dengan sendirinya asalkan didukung oleh keluarga. Sementara itu, postnatal depression harus benar-benar ditangani dengan bantuan medis karena dampaknya bisa jauh lebih buruk dan lebih lama.

Pakar kesehatan menyebut postnatal depression memang rentan menyerang ibu yang baru melahirkan. Di Inggris, misalnya, sekitar 1 dari 8 ibu yang baru melahirkan meminta bantuan dokter karena mengalami hal ini. Masalahnya adalah banyak ibu yang tidak menyadari jika mereka sedang mengalami depresi.

Ibu yang mengalami konflik rumah tangga, masalah ekonomi, dan masalah lainnya cenderung lebih rentan mengalami masalah mental ini.

Beberapa Gejala Depresi Pasca Melahirkan

Pakar kesehatan menyebut depresi pasca melahirkan bisa menyebabkan gejala berupa rasa sedih yang berlarut-larut, tubuh yang terasa tak bertenaga, tidak lagi menikmati kehidupan atau memiliki harapan masa depan yang baik meski memiliki bayi yang lucu dan menggemaskan, merasa bersalah, mudah menangis, dan gelisah, serta kehilangan nafsu makan dengan drastis. Hal ini bisa dialami setiap hari.

Biasanya, depresi pasca melahirkan muncul pada beberapa bulan pertama saat mulai memiliki bayi. Bahkan, pada lima minggu pasca melahirkan, hal ini bisa terjadi. Bahkan, jika ibu sudah mengalami depresi saat hamil, dampaknya bisa sangat terasa.

Beberapa Pemicu Depresi Pasca Melahirkan

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa penyebab depresi pasca melahirkan yang harus diwaspadai.

Berikut adalah penyebab-penyebab tersebut.

  • Sudah pernah memiliki riwayat depresi atau masalah mental sebelumnya.
  • Pasangan atau keluarga kurang mendukung, baik itu dalam hal merawat bayi atau melakukan aktivitas rumah tangga lainnya.
  • Mengalami masalah hubungan dengan pasangan, masalah keuangan, atau masalah pekerjaan yang membuat rasa cemas atau gelisah.
  • Memiliki masalah saat menjalani persalinan atau pada kondisi kesehatan tubuh.
  • Kondisi bayi tidak baik, lahir prematur, sakit, atau mengalami kecacatan.
  • Mengalami masalah menyusui.
  • Mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan atau memicu trauma lainnya.

 

Sumber

  1. Anonim. 2019. Postnatal depression (PND). https://www.babycentre.co.uk/a557236/postnatal-depression-pnd#ixzz3dkD3M2gt. (Diakses pada 7 Februari 2020).

Artikel Asli :https://doktersehat.com/gantung-diri-di-depan-bayi/