Let’s travel together.

Langkah-langkah Memilih Tensimeter yang Tepat untuk di Rumah

0 3

Memiliki tensimeter atau alat pengukur tekanan darah di rumah sangat penting agar Anda dapat rutin memantau kondisi hipertensi yang Anda derita dari waktu ke waktu.

Mengukur tekanan darah dengan tensimeter secara berkala di rumah juga dapat menghasilkan angka tekanan darah yang lebih akurat. Ditambah lagi, Anda tidak akan terpengaruh oleh stres dan kecemasan ketika tensi Anda diukur dalam lingkungan medis (kenaikan tekanan darah sesaat yang juga dikenal sebagai white-coat hypertension atau sindrom jas putih). Cara ini pun dapat membantu dokter memberikan perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda, serta menghindarkan Anda dari komplikasi hipertensi.

Studi menunjukkan bahwa ketika pasien dilatih untuk rutin cek tekanan darah sendiri di rumah dengan tensimeter, mereka bisa mengendalikan gejala-gejala hipertensi dengan lebih baik karena merasa terlibat aktif dalam perawatannya. Selain itu, penggunaan tensimeter atau alat pengukur tekanan darah di rumah mengurangi biaya perawatan dengan mengurangi frekuensi pasien bolak-balik berkunjung ke dokter.

Memonitor tekanan darah di rumah dengan tensimeter juga bermanfaat untuk melihat hasil pengobatan hipertensi pasien, sekaligus mendeteksi masked hypertension alias tekanan darah tinggi yang terselubung karena gejalanya sulit ditemukan. Karena alasan inilah, organisasi medis di seluruh dunia menekankan pentingnya memiliki tensimeter atau alat pengukur tekanan darah di rumah.

Bagaimana cara memilih tensimeter atau alat pengukur tekanan darah yang tepat?

Nah, jika Anda sedang mencari tensimeter atau alat pengukur tekanan darah untuk dipakai di rumah, ini adalah beberapa kriteria yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli:

1. Tentukan jenis dan model tensimeter

Ada banyak model tensimeter yang dijual di pasaran. Untuk mengetahui mana yang tepat bagi Anda, tidak ada salahnya untuk konsultasi dulu dengan dokter yang menangani Anda. Dokter dapat membantu memilihkan model tensimeter atau alat pengukur tekanan darah terbaik untuk Anda.

Tensimeter tipe wrist (digunakan di pergelangan tangan) lebih diutamakan bagi Anda yang sering bepergian namun harus tetap rutin memonitor tekanan darah.

Sebaiknya pilih tensimeter dengan pemompaan balon otomatis daripada manual. Manset tekanan darah manual harus dipompa menggunakan balon karet di ujung manset. Tensimeter dengan monitor semi-otomatis juga perlu dililitkan di lengan, tetapi bisa mengembang secara otomatis dengan menekan tombol, juga otomatis merekam tekanan darah dan menampilkannya secara digital di layar monitor.

Bedanya, tensimeter digital memiliki model manset yang bisa dimasukkan ke lengan tanpa membungkusnya. Caranya cukup dengan menekan satu tombol agar manset mengembang hingga batas yang diperlukan, kemudian alat tersebut akan otomatis membaca hasil tekanan darah Anda, menampilkan di layar tensimeter, dan kemudian menyimpan datanya secara digital.

Saat ini tensimeter atau alat pengukur tekanan darah digital jadi pilihan bagi banyak orang karena hasilnya lebih akurat dibanding alat pengukur tekanan darah manual. Tensimeter digital juga lebih aman karena tidak menggunakan merkuri, dan penggunaannya lebih praktis karena Anda bisa mengukur tekanan darah sendiri dengan mudah tanpa perlu bantuan orang lain.

2. Cari ukuran manset tensimeter yang tepat

Salah ukuran manset pada tensimeter merupakan kesalahan paling umum dalam pengukuran tekanan darah. Ukuran manset yang salah, entah kekecilan atau kebesaran, dapat memengaruhi hasil bacaan tensi Anda.

Kebanyakan model tensimeter memiliki dua ukuran manset yang bisa disesuaikan dengan ukuran lengan Anda. Namun, agar aman, pastikan pilihan manset pada tensimeter sudah sesuai dengan lingkar lengan atas Anda.

Untuk menemukan ukuran manset yang tepat, ukur lingkar lengan Anda di antara bahu dan siku menggunakan pita pengukur. Manset yang tepat memiliki panjang 80% dan lebar setidaknya 40% dari lingkar lengan Anda

Apabila Anda merasa tidak yakin, Anda dapat berkonsultasi ke dokter, perawat, apoteker, atau tim medis lainnya untuk mengetahui ukuran manset tensimeter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Anak-anak dan orang dewasa dengan lengan yang lebih kecil atau lebih besar dari ukuran rata-rata mungkin membutuhkan manset tensimeter berukuran khusus. Manset khusus ini tersedia di perusahaan pemasok alat-alat medis, bisa dipesan dari perusahaan yang menjual manset tekanan darah, dan di beberapa apotek tertentu.

3. Cek akurasi dan standardisasi tensimeter

Setiap tensimeter atau alat pengukur tekanan harus melalui serangkaian protokol terstandar untuk memastikan keakuratannya. Maka dari itu, pastikan tensimeter yang Anda pilih telah diuji, divalidasi, dan disetujui keakuratannya oleh badan-badan terakreditasi seperti European Society of Hypertension (ESH), The British Hypertension Society, atau The US Association for the Advancement of Medical Instrumentation (AAMI).

Meskipun masih belum sempurna, saat ini sedang dikembangkan sebuah standardisasi universal yang harus digunakan oleh seluruh produsen tensimeter di dunia. Standardisasi ini tentunya telah disetujui oleh badan-badan di atas.

Produsen tensimeter yang baik akan menyatakan apakah produk mereka mematuhi standar yang terakreditasi dalam label produk. Namun, jika tidak, pastikan untuk memeriksa sendiri di situs web organisasi terkait. Setiap organisasi di atas memiliki daftar perangkat yang telah disetujui di masing-masing situs webnya.

4. Pilih alat dengan harga yang masuk akal

Setiap tensimeter yang dijual di pasaran memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung fitur dan mereknya. Tentukan kisaran estimasi biaya Anda sebelum berbelanja. Ini akan membantu Anda fokus menyeleksi monitor yang memenuhi anggaran Anda.

Beberapa model yang lebih mahal mungkin menyertakan fitur yang bahkan tidak Anda perlukan. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk memilih monitor tekanan darah yang lebih murah asalkan dilengkapi dengan fitur yang sesuai keperluan Anda. Atau, lebih baik untuk mengeluarkan biaya tambahan pada alat yang akan Anda gunakan secara rutin.

5. Pilih yang mudah digunakan

Beli alat pengukur tekanan darah yang mudah digunakan sendiri di rumah untuk memudahkan Anda memonitor tekanan darah di rumah secara rutin. Semakin rumit cara pakainya, akan semakin jarang Anda menggunakannya untuk cek tensi.

Pastikan layar monitor mudah dibaca dan dimengerti, dan tombolnya besar serta mudah dipahami. Petunjuk untuk menerapkan manset dan mengoperasikan monitor harus jelas.

Anda juga harus mempertimbangkan apakah tensimeter tersebut mudah dibawa ke mana-mana, terutama jika Anda sering bepergian atau disarankan untuk mengukur tekanan darah beberapa kali sehari. Carilah yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

6. Apakah Anda perlu fitur tambahan?

Agar Anda bisa rutin cek tensi sendiri di rumah, kebanyakan produsen telah merilis tensimeter dengan berbagai fitur tambahan yang mungkin bermanfaat bagi Anda.

Beberapa fitur tambahan yang dapat Anda pertimbangkan termasuk:

  • Pengukuran terkait jantung: Ukur denyut nadi, hitung detak jantung yang tidak teratur, dan lacak perubahan per detik dalam tingkat sistolik atau diastolik Anda. Pengguna yang ingin mengukur tekanan darah untuk sekaligus memantau kondisi jantung dapat memperoleh manfaat dari fitur ini, tetapi mungkin tidak diperlukan untuk orang lain.
  • Konektivitas: Beberapa monitor pengukur tensi dapat terhubung ke komputer atau laptop sehingga hasil pembacaan dapat Anda unduh dan simpan. Beberapa monitor lainnya dapat terhubung ke smartphone lewat bluetooth. Ada juga yang bahkan dilengkapi dengan aplikasi pintar untuk Anda unduh di ponsel guna membantu memantau bacaan tekanan darah Anda kapan saja dan di mana saja.
  • Indikator kategori risiko yang memberi tahu Anda apakah tekanan darah Anda dalam kisaran tinggi;
  • Fungsi data rata-rata yang memungkinkan Anda mengambil banyak bacaan dan mendapatkan rata-rata keseluruhan.
  • Penyimpanan memori: Tentukan kapasitas penyimpanan memori yang dibutuhkan berdasarkan berapa kali per hari Anda perlu cek tekanan darah. Anda juga harus mempertimbangkan fitur beberapa pengguna jika Anda dan anggota keluarga lainnya sama-sama harus menguji tekanan darah secara teratur. Pastikan juga alat tersebut memungkinkan Anda untuk mengunduh data yang tersimpan.
  • Monitor nirkabel (wireless)
  • Sepaket dengan sejumlah manset
  • Layar digit besar

Semakin lengkap fitur yang terdapat di alat pengukur tekanan darah, maka semakin melambung pula harganya. Semua fitur tambahan ini bisa membuat harga tensimeter lebih mahal dari perkiraan anggaran Anda.

Jadi, pertimbangkan baik-baik apakah Anda benar-benar membutuhkan semua fitur yang ada di atas. Tulis daftar fitur dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Anda sebelum membelinya.

7. Pastikan tensimeter tersebut cocok untuk Anda

Pilih alat pengukur tekanan darah yang dibuat agar sesuai dengan kondisi Anda. Banyak perangkat telah menyesuaikan penyesuaian dengan hati-hati dalam spesifikasi dan mode operasinya untuk memberikan informasi yang paling berguna untuk jenis tubuh dan fisik Anda. Ini penting karena tekanan darah tidak dapat terbaca secara akurat jika monitor yang Anda pakai tidak tepat untuk Anda.

Jika Anda membeli alat pengukur tekanan darah untuk orang tua, hipertensi pada ibu hamil, atau tekanan darah tinggi pada anak-anak, pastikan itu sesuai untuk semua kondisi yang disebutkan.

Pilih alat pengukur tekanan darah yang memenuhi standar untuk usia dan kondisi kesehatan Anda sesuai dengan organisasi terakreditasi.

8. Cek dan baca kartu garansi

Kebanyakan monitor dan manset tekanan darah memiliki garansi yang berkisar dari 1 hingga 5 tahun untuk menjamin kelayakan fungsi alat.

Selain itu, Anda juga perlu membaca kartu garansi untuk mengetahui apakah garansi berlaku untuk seluruh alat tensimeter, hanya tampilan digitalnya saja, atau monitor tapi tidak termasuk manset.

Ketahuilah bahwa beberapa merek akan mengenakan biaya tambahan untuk aktivasi garansi, sementara merek lain menawarkan jaminan gratis dengan pembelian monitor.

9. Pastikan tensimeter Anda terkalibrasi

Alat pengukur tekanan darah Anda bekerja secara otomatis. Maka dari itu, Anda perlu mengkalibrasi atau menyesuaikan ulang alat tersebut secara rutin, setidaknya setiap 1-2 tahun sekali.

Dengan demikian, tensimeter Anda terhindar dari kerusakan dan akan selalu menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah yang paling akurat.

Untuk melakukan proses kalibrasi, Anda biasanya harus mengirim kembali alat tersebut ke manufaktur atau produsen pembuatnya.

Bagaimana cara menggunakan tensimeter di rumah?

Setelah mengetahui apa saja kriteria dalam membeli tensimeter, berikut adalah beberapa tips menggunakan alat pengukur tekanan darah sendiri di rumah, dilansir dari American Heart Association:

  • Tetap tenang. Hindari rokok, minuman berkafein, makanan dengan kandungan garam yang tinggi, pemicu stres, atau berolahraga 30 menit sebelum mengukur tekanan darah. Pastikan Anda beristirahat dengan tenang selama 5 menit sebelum pengukuran.
  • Duduk dengan tepat. Duduk dengan tegak di kursi yang keras. Sebaiknya hindari duduk di sofa atau tempat yang empuk. Kaki Anda harus berada rata di lantai dan tidak boleh disilangkan.
  • Ukur tekanan darah di waktu yang sama setiap hari. Tentukan waktu yang sama setiap harinya ketika Anda akan mengukur tekanan darah, misalnya di pagi atau malam hari.
  • Ukur beberapa kali. Saat sedang menggunakan alat ukur tekanan darah, lakukan pengukuran sekitar 2-3 kali, dengan masing-masing jeda waktu 1 menit.
  • Jangan gunakan lengan panjang. Pastikan manset tensimeter menempel langsung ke kulit Anda.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 32 = 36