Let’s travel together.

Kupas Tuntas Hashimoto Disease, Penyakit yang Menyerang Kelenjar Tiroid

0 3

Penyakit Hashimoto mungkin terdengar asing di telinga Anda. Namun, sebenarnya ini bukan penyakit baru. Bahkan, seorang model kenamaan, Gigi Hadid dan pemeran dalam Guardian of The Galaxy, Zoe Saldana, diketahui memiliki penyakit ini. Sebenarnya, apa itu penyakit Hashimoto?

Apa itu penyakit Hashimoto?

Penyakit Hashimoto adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid sehingga menimbulkan peradangan. Penyakit ini memiliki banyak nama lain, seperti tiroiditis Hashimoto dan tiroiditis limfositik kronis.

Tiroid merupakan kelenjar kecil yang berada di pangkal leher di bawah jakun Anda. Kelenjar ini bertugas untuk menghasilkan hormon yang mengendalikan penggunaan energi hingga mengatur detak jantung.

Penyakit ini dapat menyerang segala usia, terutama wanita lansia. Jika tidak diobati, peradangan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroidisme).

Bahkan, hipotiroid yang dibiarkan akan menyebabkan gagal jantung, gangguan kejiwaan, dan miksedema (komplikasi hipotiroidisme).

Tanda dan gejala penyakit Hashimoto

cara mengatasi kelelahan

Pada awal perkembangan penyakit tiroiditis Hashimoto, sebagian besar orang mungkin tidak merasakan gejala apa pun.

Namun, Anda mungkin akan merasakan adanya pembengkakan di bagian depan tenggorokan.

Selama bertahun-tahun, penyakit ini akan semakin berkembang dan menyebabkan kerusakan tiroid kronis. Akibatnya, kadar hormon tiroid dalam darah akan menurun menyebabkan hipotiroidisme.

Berikut tanda dan gejala yang mungkin terjadi akibat penyakit Hashimoto, antara lain:

  • Kelelahan dan lesu
  • Lebih sensitif terhadap udara dingin
  • Sembelit
  • Pembengkakan pada wajah
  • Kulit menjadi kering dan pucat
  • Kuku jadi mudah rapuh dan rambut rontok
  • Ukuran lidah membesar
  • Nyeri otot dan sendi kaku
  • Otot menjadi lemah
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Depresi dan daya ingat menurun
  • Pendarahan berlebihan atau berkepanjangan saat haid (menorrhagia)
  • Melambatnya detak jantung

Penyebab penyakit Hashimoto

Terjadinya peradangan pada kelenjar tiroid ini diakibatkan oleh antibodi yang diciptakan sistem imun. Sistem imun salah mengira tiroid sebagai ancaman, sehingga membuat sejumlah sel darah putih untuk menyerang.

Hingga kini para dokter dan ahli medis belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi tersebut bisa terjadi. Namun, sebagian besar percaya jika kondisi ini dipicu oleh kombinasi gen yang cacat, virus, dan bakteri.

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit Hashimoto?

pasien rematik

Dikutip dari laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIH), tiroiditis Hashimoto 8 kali lebih umum terjadi pada wanita usia 40-60 tahun.

Selain itu, orang dengan kondisi tertentu juga lebih berisiko terkena penyakit ini, di antaranya:

  • Hepatitis autoimun (penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang hati)
  • Penyakit celiac (gangguan pencernaan)
  • Lupus (gangguan kronis yang dapat memengaruhi bagian tubuh)
  • Anemia pernisiosa (suatu kondisi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12)
  • Rheumatoid arthritis (gangguan yang mempengaruhi sendi)
  • Sindrom Sjögren (penyakit yang menyebabkan mata dan mulut kering)
  • Diabetes tipe 1 (gangguan insulin dalam menjaga kadar gula darah)
  • Vitiligo (kondisi kulit yang tidak berpigmen)
  • Pernah menjalani operasi pada area sekitar kelenjar tiroid atau mendapatkan terapi radiasi di sekitar dada

Bagaimana penyakit Hashimoto didiagnosis?

Gejala yang ditimbulkan penyakit Hashimoto, mirip dengan banyak penyakit lain.

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, seperti:

  • Tes hormon. Bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada produksi hormon tiroid.
  • Tes antibodi. Dilakukan untuk mendeteksi adanya produksi antibodi abnormal yang menyerang tiroid peroksidase (enzim yang berperan dalam produksi hormon tiroid).

Pengobatan penyakit Hashimoto

tanya dokter

Jika dokter sudah menentukan bahwa Anda terkena tiroiditis Hashimoto, pengobatan yang biasanya direkomendasikan adalah terapi hormon buatan.

Terapi ini dilakukan dengan memberikan hormon tiroid buatan, seperti levothyroxine. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon sekaligus mengurangi gejala.

Selama menjalani terapi, dokter akan terus memeriksa level TSH (thyroid-stimulating hormon) Anda secara berkala setiap seminggu sekali.

Tujuannya, agar dokter mengetahui seberapa banyak tubuh Anda memerlukan dosis hormon buatan.

Selama menjalani terapi, pasien perlu menjaga asupan makanan, suplemen, dan obat-obatan lainnya. Pasalnya, kandungan tertentu dapat mengganggu penyerapan levothyroxine dalam tubuh.

Beberapa obat dan suplemen yang mengganggu kerja levothyroxine, antara lain:

  • Suplemen zat besi dan kalsium
  • Cholestyramine (Prevalite), obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah
  • Aluminium hidroksida dan sucralfate, yang ditemukan di beberapa obat untuk asam lambung

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

20 + = 28