Let’s travel together.

Ketahui Cara Mendidik Anak Balita yang Tepat dan Benar

0 2

7 Cara Mendidik Anak Balita dalam Membentuk Kepribadian MerekaCara mendidik anak balita memang harus diketahui oleh semua orang tua yang memiliki anak di bawah usia lima tahun. Hal ini karena balita adalah masa di mana seorang bayi sangat kritis dalam melakukan pengenalan terhadap lingkungan sekitar mereka. Jadi balita akan mencoba mengenal dan belajar tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana respon yang harus dilakukan, serta bagaimana cara menirukan hal-hal yang mereka lihat. Di sinilah orang tua dan lingkungan mengambil peran yang sangat penting dalam membentuk karakter buah hati.

Hanya saja, tak banyak orang tua yang sadar tentang bagaimana cara mendidik anak balita secara tepat. Sikap menggemaskan yang dimunculkan oleh anak tersebut kerap kali membuat orang tua ingin memanjakan mereka sehingga menjadikan mereka dewasa dengan cara yang salah. Untuk itulah, mendidik anak balita sulit, selain karena mereka masih suka menirukan banyak hal, terkadang balita juga masih kesulitan untuk membedakan mana hal yang benar dan mana yang salah. Lantas bagaimana cara mendidik anak balita secara tepat?

Cara Mendidik Anak Balita yang Pertama: Terapkan Sistem Belajar Sambil Bermain

Seperti yang kita tahu, bermain adalah dunia anak-anak, begitu juga dengan anak balita. Namun Anda tentu tak harus membiarkan anak Anda bermain dengan bebas tanpa pengawasan sedikitpun. Jika bisa, Anda dapat menyelipkan unsur-unsur pembelajaran dalam permainan tersebut. Unsur pembelajaran yang dimaksud adalah dengan memberikan mereka permainan yang mudah dicerna oleh anak di bawah usia 5 tahun.

Anda dapat memberikan mereka permainan berupa huruf abjad atau angka dari plastik dan letakkan pada tempat-tempat di mana mereka sering bermain, misalnya di ruang tamu, kamar, hingga kamar mandi sekalipun. Setiap kali anak Anda memainkan permainan itu, perkenalkan huruf atau angka baru hingga mereka hafal.

Cara mendidik anak balita yang satu ini akan membuat anak mulai belajar dengan hubungan antara menulis dan berbicara dalam sebuah bahasa. Tak hanya itu saja, otak mereka akan mulai mencerna dan memberikan sugesti bahwa belajar mengenal sebuah hal tidaklah membosankan karena dibalut dengan permainan.

Cara Kedua: Jangan Terlalu Menuruti Keinginan Anak

Cara mendidik anak balita yang selanjutnya adalah tidak terlalu menuruti apa yang diinginkan oleh anak. Karakter yang menggemaskan dan lucu dari anak balita memang sulit untuk dihindari, yang terkadang menjadikan semua orang tua memanjakan mereka. Padahal apabila hal ini terus dilakukan, maka anak Anda akan tumbuh menjadi pribadi yang terlalu bergantung.

Pada masa balita inilah Anda harus mengajarkan bahwa tak semua hal yang diinginkan oleh anak-anak adalah baik. Tak hanya itu saja, dalam melakukan cara ini, jelaskan pula pada anak mengapa Anda tidak menuruti permintaan mereka. meskipun cara ini terbilang sulit karena biasanya ketika sebuah keinginan anak tidak dituruti, mereka akan menangis. Untuk itu, tipsnya adalah alihkan perhatian anak dengan hal lain yang bermanfaat bagi mereka seperti mengajak berjalan-jalan atau memainkan berbagai permainan edukatif bagi anak.

Cara Ketiga: Jangan Terlalu Banyak Memberikan Larangan

Pada anak balita, keingintahuan anak terhadap segala apapun yang ada di sekitar mereka sangat besar. Selain itu, anak balita juga ingin mencoba melakukan hal apapun secara leluasa demi memenuhi rasa keingintahuan mereka. Meski demikian, terkadang orang tua merasa khawatir terhadap tindakan anak yang selalu ingin tahu tersebut. Jadi bukan hal yang aneh apabila orang tua memberikan batasan atau larangan pada hal-hal yang dapat membahayakan anak mereka.

Larangan tersebut hanya akan membuat rasa penasaran anak balita dalam melakukan sesuatu semakin besar. Hal itu juga akan membuat anak balita berbohong pada orang tuanya. Adapun solusi paling tepat yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi dua arah. Anda sebagai orang tua dapat mengingatkan anak balita terhadap bahaya atau risiko ketika melakukan kegiatan tersebut. (baca juga: tahap perkembangan bayi dan balita usia 1 bulan hingga 5 tahun)

Cara Keempat: Ajari Anak untuk Tidak Berbohong

Cara mendidik anak balita yang selanjutnya adalah dengan mengajari mereka agar tidak berbohong dalam segala sesuatu. Berikan pembelajaran pada anak-anak Anda agar mereka dapat terbuka mengenai kondisinya dalam segala hal yang dialami anak tersebut. Jangan sekali-kali membiasakan anak Anda untuk tertutup mengenai keinginan serta perasaan mereka pada Anda. Dengan begitu, maka anak balita juga akan terbiasa berbuat dan berkata jujur dalam kehidupannya.

Cara Kelima: Jangan Pernah Sekalipun Menghukum dengan Kekerasan Fisik

Cara yang selanjutnya adalah jangan sekalipun memberikan hukuman fisik pada anak balita. Mengapa? Hal ini karena dapat menyebabkan balita merasakan rasa trauma yang mendalam. Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada usia balita, mereka lebih mudah mencerna serta mengingat semua hal yang mereka alami pada masa itu.

Terkadang sebagian orang tua berpikir bahwa dengan hukuman fisik, maka anak-anak balita akan jera agar tidak melakukan hal tersebut. Salah satu bentuk hukuman fisik yang mungkin sering dilakukan adalah pemukulan. Padahal jika seorang anak melakukan sebuah kesalahan, cara paling baik yang dapat dilakukan untuk mengingatkan mereka menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka.

Apabila ternyata hukuman fisik tetap Anda berlakukan pada anak hingga mereka dewasa, maka hal tersebut akan berdampak negatif pada perkembangan dan pertumbuhan mereka. Anak-anak bahkan dapat tidak menghormati Anda sebagai orang tua dan memiliki perangai yang buruk, sesuai dengan apa yang Anda lakukan pada mereka.

Cara Keenam: Bacakan Cerita pada Anak

Menurut Dr. Rosmarie Truglio, seorang pakar pendidikan, membacakan cerita pada anak akan memunculkan rasa mencintai terhadap buku, menambah kemampuan kosakata, hingga mengembangkan keterampilan mereka dalam menggunakan bahasa.

Tak ada alasan terlalu dini yang agar dapat membacakan cerita untuk anak-anak. bahkan saat ini sudah banyak sekali buku cerita yang baik dengan gambar serta warna menarik untuk anak. Untuk itulah, bacakan buku cerita untuk anak Anda setiap hari. Selain itu, gunakan ekspresi serta intonasi layaknya Anda sedang bermain drama. Dengan begitu, anak balita akan lebih mudah belajar untuk menggunakan imajinasi.

Cara Ketujuh: Batasi Balita dalam Menonton Televisi

Cara mendidik anak balita yang selanjutnya adalah memberikan batasan terhadap waktu dalam menonton televisi. Sebagai orang tua, Anda pasti tahu bahwa memberikan waktu bebas bagi anak dalam menonton televisi merupakan cara yang salah.

Banyak menonton televisi akan membuat anak balita tumbuh sebagai seorang anak yang malas. Tak hanya itu saja, acara televisi juga dapat memberikan pengaruh negatif karena saat ini program televisi didominasi oleh sinetron serta acara gosip. Untuk itulah, batasi waktu menonton televisi pada anak selama 2 jam saja setiap harinya. Dampak baik dari pembatasan waktu menonton televisi adalah anak balita lebih banyak meluangkan waktu untuk bermain sambil belajar. Selain itu, anak balita juga memiliki waktu lebih dalam mengenal lingkungan sekitarnya. (baca juga: cara mendidik anak usia 3 tahun untuk membentuk kepribadian)

Setidaknya itulah 7 cara mendidik anak balita yang dapat Anda aplikasikan dalam mendukung perkembangan serta pertumbuhan anak. Dengan begitu, maka anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, selalu ingin tahu, dan jujur dalam melakukan segala hal. Semoga bermanfaat .

Leave A Reply

Your email address will not be published.

15 − 9 =