Let’s travel together.

Katanya, Semakin Tua Semakin Susah Obat Diserap, Benarkah?

0

Agar efektif dalam mengatasi penyakit, obat harus diserap ke dalam tubuh, didistribusikan pada tempat yang diperlukan, diubah secara kimia di hati atau ginjal, kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urine. Namun seiring bertambahnya usia, perubahan tubuh yang terjadi mengubah cara obat diserap dan diolah.  Kondisi inilah yang membuat Anda rentan mengalami efek samping obat seiring bertambahnya usia. Maka itu, terkadang pengobatan yang diterapkan pada lansia akan berbeda dengan orang yang masih muda.

Ternyata usia berdampak pada pengobatan

Proses penuaan secara alami mengubah fungsi sistem tubuh, termasuk dalam memproses obat-obatan yang dikonsumsi. Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi cara tubuh merespons obat-obatan, termasuk jumlah obat yang dikonsumsi dan lama waktu obat bertahan di dalam tubuh. Di antaranya adalah massa otot, jumlah lemak tubuh, aktivitas hati, dan fungsi ginjal.

Dikutip dari Verywellhealth, berikut ini berbagai perubahan yang terjadi saat usia bertambah dan pengaruhnya terhadap konsumsi obat:

1. Peningkatan Persentase Lemak Tubuh

Terutama di bagian tulang dan otot. Peningkatan tetap terjadi meski berat badan tidak bertambah. Pada kondisi ini, obat yang larut lemak rentan terjebak di dalam sel-sel lemak tubuh dan tetap berada di sana untuk jangka panjang.

2. Penurunan Cairan Tubuh

Hal ini berdampak pada kurangnya kemampuan tubuh dalam melarutkan obat-obatan larut air. Akibatnya, beberapa obat akan terkonsentrasi di dalam tubuh dan meningkatkan risiko timbulnya efek samping.

3. Penurunan Fungsi Sistem Pencernaan

Kondisi ini berpengaruh pada kecepatan obat memasuki aliran darah. Jika gerakan perut melambat, obat akan lebih lama masuk ke usus sehingga menghambat proses penyerapan dan pemecahannya. Perubahan ini dapat menurunkan efektivitas obat yang dikonsumsi.

4. Penurunan Fungsi Hati

Pasalnya seiring usia bertambah, organ hati semakin kecil. Kondisi ini disertai dengan berkurangnya aliran darah ke hati, termasuk rendahnya bahan kimia di organ hati yang diperlukan untuk memecah obat. Dampaknya, obat menumpuk di organ hati dan menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan. Salah satunya kerusakan hati.

5. Penurunan Fungsi Ginjal

Kondisi ini menyebabkan ginjal kurang efektif dalam menghilangkan obat-obatan “sisa”. Penurunan ini biasanya terjadi ketika memasuki usia 40an. Akibatnya, obat tetap berada di dalam tubuh lebih lama dan meningkatkan risiko efek samping.

6. Penurunan Memori

Penurunan memori meningkatkan risiko seseorang lupa minum obat, termasuk mematuhi instruksi penggunaan obat dari dokter. Akibatnya, efektifitas pengobatan menjadi berkurang. Gangguan penglihatan dan pendengaran juga berpotensi menyebabkan kondisi serupa.

7. Berkurangnya Keluwesan Tubuh

Seiring bertambahnya usia, tubuh kehilangan keluwesannya. Itu mengapa lansia rentan mengalami radang sendi, cacat fisik, dan gangguan sistem saraf seperti parkinson. Kondisi ini menyulitkan para lansia untuk membuka botol, mengambil pil kecil, atau menggunakan obat-obatan dalam berbagai bentuk.

Mengetahui adanya pengaruh pertambahan usia pada penggunaan obat-obatan, penting bagi Anda untuk berbicara pada dokter sebelum menggunakan obat. Ini termasuk kondisi medis, riwayat konsumsi obat, dan masalah kesehatan yang sedang dialami. Tujuannya untuk menurunkan risiko efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi obat.

Sumber gambar: drugs/pixabay.com

Baca Juga:

  • Pahami Efek Samping Obat Cacing yang Mungkin Saja Muncul
  • Mengapa Beberapa Efek Samping Obat Hanya Terjadi Pada Wanita?
  • 5 Cara Menurunkan Berat Badan yang Naik Akibat Efek Samping Obat

Leave A Reply

Your email address will not be published.

4 + 4 =