Let’s travel together.

Hernia Epigastrik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

0 12

CuitanDokter.Com – Arikel tentang Hernia Epigastrik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan tersedia di situs kami , waktu yang dibutuhkan untuk membaca tentang artikel Hernia Epigastrik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan yaitu 5-10 menit , jangan sungkan untuk berbagi artikel mengenai Hernia Epigastrik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan kepada teman anda ataupun sosial media yang anda punya , terimakasih .

Apakah pada perut bagian tengah Anda tiba-tiba muncul benjolan yang disertai rasa nyeri atau sensasi seperti terbakar? Hati-hati karena ini bisa saja menjadi pertanda dari suatu penyakit yang bernama hernia epigastrik. Ketahui lebih lanjut tentang penyakit hernia epigastrik mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya berikut ini!

hernia-epigastrik-doktersehat

Apa Itu Hernia Epigastrik?

Hernia epigastrik adalah subtipe dari penyakit hernia. Hernia sendiri merupakan kondisi ketika jaringan lunak/ organ tertentu (dalam hal ini usus) ´keluar´ di titik terlemah dinding perut. Untuk kasus hernia epigastrik, organ yang ‘keluar’ tersebut berada di perut bagian tengah, tepatnya di antara pusar dan dada (epigastrium).

Seseorang bisa mengalami kondisi ini apabila lapisan pelindung organ mengalami penurunan fungsi. Alhasil, lapisan tersebut tidak mampu untuk menahan usus agar tetap berada pada posisi sebenarnya. Jika tidak segera ditangani, jenis hernia ini dapat menimbulkan komplikasi seperti terpelintir dan penyumbatan usus.

Penyebab Hernia Epigastrik

Melemahnya lapisan otot atau jaringan pelindung organ di dalam perut menjadi penyebab hernia epigastrik. Seseorang bisa saja mengalami masalah kesehatan yang satu ini dari sejak lahir. Alasannya, otot atau jaringan pelindung tersebut tidak berkembang dengan sempurna selama masih dalam tahap tumbuh dan berkembang sebagai janin.

Selain itu, ada sejumlah kondisi lainnya yang diduga berperan penting dalam menyebabkan pelemahan lapisan otot dan jaringan pelindung usus tersebut sehingga berujung pada terjadinya penyakit ini, yaitu:

  • Keturunan (genetik)
  • Bertambahnya usia
  • Kehamilan
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Batuk kronis
  • Aktivitas angkat beban
  • Olahraga terlalu berat
  • Riwayat cedera pada area perut
  • Riwayat operasi perut

Tak hanya itu, hernia jenis ini juga bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit lainnya seperti:

  • Penumpukan cairan di rongga perut (asites)
  • Tumor perut
  • Dialisis peritonial
  • Susah buang air besar (konstipasi)

Ciri dan Gejala Hernia Epigastrik

Adanya benjolan pada perut menjadi gejala hernia epigastrik yang paling utama. Benjolan ini muncul tepatnya di perut bagian tengah, yakni di antara pusar dan dada.

Benjolan yang muncul ukurannya bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan yang dialami oleh penderitanya. Benjolan ini biasanya akan semakin terlihat ketika penderita melakukan sejumlah aktivitas seperti tertawa, batuk, atau bersin. Selain itu, benjolan akan semakin membesar dan bertambah jumlahnya jika tidak segera diobati.

Gejala lainnya yang menyertai kondisi ini adalah sebagai berikut:

  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Muncul rasa nyeri pada perut
  • Perut terasa panas
  • Benjolan mengalami peradangan

Kendati demikian, gejala sampingan tersebut terbilang jarang terjadi. Artinya, penderita jenis hernia ini umumnya hanya akan merasakan adanya benjolan pada perutnya.

Komplikasi Hernia Epigastrik

Jika tidak segera ditangani, penyakit hernia yang satu ini akan menyebabkan benjolan pada perut semakin membesar hingga berujung pada penyumbatan usus.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala sebagaimana telah disebutkan di atas.

Diagnosis Hernia Epigastrik

Guna memastikan apakah pasien menderita hernia epigastrik atau tidak, dokter perlu melakukan serangkaian tahapan pemeriksaan mulai dari sesi tanya-jawab (anamnesis), pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dialami.

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah merasakan gejala lainnya?
  • Kegiatan fisik apa saja yang dilakukan sehari-hari?
  • Apakah pernah mengalami cedera?
  • Apakah pernah melakukan operasi di area perut?
  • Apakah ada anggota keluarga yang pernah mengalami hal serupa?

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien, dalam hal ini, area perut yang di mana terdapat benjolan. Dengan meraba benjolan tersebut, dokter dapat menilai apakah ini berkaitan dengan hernia atau tidak.

Selain itu, dokter juga akan meminta pasien untuk melakukan sejumlah gerakan mulai dari berdiri, berjalan, duduk, hingga berbaring. Tak lupa, prosedur pemeriksaan fisik standar seperti mengukur tinggi dan berat badan serta tekanan darah juga tetap dilakukan pada tahapan ini.

3. Pemeriksaan Penunjang

Jika diperlukan, dokter juga akan menerapkan sejumlah tes pemeriksaan khusus untuk menunjang diagnosis. Tes pemeriksaan yang dimaksud seperti:

  • Ultrasonography
  • Computed tomography (CT Scan)
  • Magnetic Resoncance Imaging (MRI)

Tes-tes tersebut dimaksudkan untuk melihat kondisi di dalam perut apakah memang ditemukan adanya disposisi pada usus yang menjadi pertanda hernia atau tidak. Pemilihan metode pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi pasien. Semakin parah tingkatannya, dokter mungkin akan memilih metode tes seperti MRI yang sanggup memberikan citra detail dari bagian dalam perut.

Pengobatan Hernia Epigastrik

Tidak, penyakit ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Anda yang mengalaminya diharuskan untuk menjalani prosedur operasi jika ingin sembuh. Ada 2 (dua) jenis tindakan operasi yang umum dilakukan sebagai cara mengobati hernis epigastrik ini, yaitu:

1. Operasi Terbuka (Open Surgery)

Jenis operasi yang pertama adalah operasi terbuka. Dalam menjalankan tindakan operasi yang satu ini, dokter akan membuat sayatan pada perut bagian tengah.

Kemudian, usus yang mengalami disposisi akan dikembalikan ke posisi awal. Setelah itu, dokter akan menutup lapisan pelindung yang mengalami kerusakan dengan jaringan sintetis yang disebut mesh. Untuk sayatan pada perut ditutup dengan cara dijahit atau menggunakan perekat khusus.

2. Laparoskopi

Laparoskopi adalah tindakan operasi yang juga dilakukan dengan cara menyayat perut bagian tengah pasien untuk selanjutnya mengembalikan usus ke posisi semula.

Akan tetapi, laparoskopi tidak seperti operasi terbuka yang menghasilkan bekas sayatan sangat lebar. Umumnya, jenis operasi ini hanya membutuhkan tiga sayatan kecil (masing-masing sekitar 1,5 cm). Setelah sayatan tercipta, dokter akan memasukkan selang khusus yang dilengkapi kamera untuk mempermudah proses pembedahan.

Pencegahan Hernia Epigastrik

Selain hernia epigastrik yang sudah terjadi sejak lahir, ada beberapa tips atau cara mencegah penyakit ini terjadi pada Anda yaitu:

  • Batasi aktivitas fisik berat
  • Batasi aktivitas mengangkat beban yang terlalu berat
  • Banyak mengonsumsi makanan mengandung serat
  • Banyak minum air putih
  • Hindari rokok
  • Jaga berat badan tetap ideal

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim

  1. Leonard, J. 2017. What to Know About Epigastric Hernia? https://www.medicalnewstoday.com/articles/318541.php (Diakses pada 4 Februari 2020)
  2. Wells, D. 2017. Epigastric Hernia. https://www.healthline.com/health/epigastric-hernia (Diakses pada 4 Februari 2020)
  3. Whitlock, J. What to Know About Epigastric Hernia. https://www.verywellhealth.com/epigastric-hernia-diagnosis-treatment-and-surgery-3157222 (Diakses pada 4 Februari 2020)

Artikel Asli :https://doktersehat.com/hernia-epigastrik/

Leave A Reply

Your email address will not be published.