Let’s travel together.

Gejala HIV pada Pria, Apakah Terdapat pada Anda?

0 2

Gejala HIV pada Pria, Apakah Terdapat pada Anda?Gejala HIV pada pria penting untuk diketahui sebagai salah satu upaya memutus rantai penularan penyakit HIV/Aids. Sebagaimana diketahui bahwa penyakit HIV/Aids saat ini merupakan salah atau penyakit yang sangat berbahaya dan ditakuti oleh semua orang karena belum ditemukan obatnya. Oleh karena itu, pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk menghambat penyebaran virus HIV. Jumlah penderita HIV semakin hari semakin meningkat, dan dikhawatirkan suatu saat jumlahnya akan meledak atau menimbulkan wabah. Hal ini disebabkan banyak masyarakat yang belum sadar terhadap pencegahan penularan HIV.

Penyakit HIV/Aids merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang sistem pertahanan tubuh manusia terutama sel limfosit. HIV dan Aids merupakan dua hal yang saling berkaitan, sehingga sering digabungkan menjadi satu kesatuan untuk menyebut penyakitnya. Istilah HIV dipakai untuk menyebut penderita pada fase awal, sedangkan Aids pada umumnya digunakan untuk menyebut penderita yang sudah pada fase lanjut dengan berbagai macam komplikasi. Virus HIV dapat ditularkan melalui berbagai cara, yaitu melalui hubungan intim, tranfusi darah, jarum suntik, dan penularan dari ibu penderita HIV ke bayinya.

Beberapa Gejala HIV pada Pria yang Harus Diwaspadai

Gejala HIV pada pria sebenarnya tidak berbeda jauh dengan gejala HIV pada wanita. Tetapi hal tersebut perlu dibahas secara lebih spesifik terutama untuk mencegah penularan ke pasangannya. Sebab dalam berbagai penelitian, banyak ibu rumah tangga biasa yang ternyata tertular dari suaminya yang terinfeksi HIV akibat mempunyai perilaku suka berganti-ganti pasangan tanpa diketahui oleh istrinya. Berbagai gejala HIV pada pria antara lain sebagai berikut:

1. Menderita penyakit kelamin

Gejala HIV pada pria yang cukup khas yaitu menderita penyakit kelamin. Memang tidak semua orang yang menderita penyakit kelamin merupakan penderita HIV. Namun, penyakit kelamin dapat menjadi salah satu akibat dari perilaku seks berisiko. Perilaku yang dimaksud yaitu sering berganti-ganti pasangan. Orang yang mempunyai perilaku seperti ini sangat berisiko untuk menderita penyakit kelamin sekaligus berpotensi tertular virus HIV. Penyakit kelamin yang sering diderita oleh pria dengan perilaku seks berisiko antara lain yaitu gonore, sifilis, herpes genitalis, skabies, ulkus mole, dan sebagainya.

2. Diare maupun sariawan yang tak kunjung sembuh

Gangguan pencernaan berupa diare dan juga sariawan juga merupakan salah satu gejala HIV pada pria. Diare dan sariawan yang terjadi tentunya bukan hal yang biasa. Jika pada diare atau sariawan yang biasa terjadi mudah sembuh dalam waktu yang relatif singkat, namun pada kasus HIV berlangsung lama/kronis atau sering sekali kambuh. Kondisi ini tentunya dapat membahayakan penderitanya, terutama jika diare yang terjadi tidak diikuti dengan penambahan cairan yang adekuat maka rentan terjadi dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

3. Gangguan pada kulit

Gangguan pada kulit yang dimaksud yaitu berupa gatal-gatal, adanya ruam merah, maupun bisul kecil yang dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh penderitanya. Penyakit ini biasanya juga sulit disembuhkan atau hanya beberapa waktu sembuh kemudian muncul kembali (sering kambuh). Selain itu pada penderita HIV kulit juga terlihat kusam, mudah mengalami iritasi, keretakan pada jaringan kulit bagian luar, dan mudah mengalami penyakit kulit menular seperti herpes, eksim, maupun cacar. Pada bagian kuku juga sering terinfeksi jamur sehingga warnanya berubah menjadi kebiruan atau kehitaman.

4. Penurunan berat badan secara drastis

Gejala HIV pada pria yang selanjutnya yaitu penurunan berat badan secara drastis. Hal ini dikarenakan pada penderita HIV mengalami kekurangan nutrisi sehingga terlihat kurus kering. Memang pada awalnya penurunan berat badan kurang begitu berarti, namun lama kelamaan penurunan terjadi secara signifikan dan terlihat jelas perubahannya seiring bertambah parahnya penyakit yang diderita.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala HIV pada pria. Kelenjar getah bening merupakan media transportasi sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada penyakit HIV/Aids yang diserang adalah sel darah putih terutama sel limfosit. Jika sel limfosit tersebut diserang, maka kelenjar getah bening akan melakukan respon pertahanan alami yang ditandai dengan terjadinya pembengkakan. Pembengkakan dapat terjadi di area yang kelenjar getah bening, yaitu di pangkal leher (dagu), ketiak, lipatan paha, dan sekitar tulang rusuk.

6. Mudah terserang penyakit menular

Karena virus HIV menyerang sistem pertahanan tubuh manusia, maka penderita HIV mudah sekali tertular penyakit infeksi. Penyakit infeksi tersebut dapat berlangsung ringan maupun berat. Jenis penyakit menular yang sering diderita oleh orang terinfeksi HIV antara lain yaitu influenza, ISPA, TBC, meningitis, pnemonia, infeksi saluran kencing, dan sebagainya.

7. Demam

Demam merupakan respon alami dari tubuh akibat masuknya mikrorganisme ke dalam tubuh. Dalam hal ini yang masuk ke dalam tubuh manusia yaitu virus HIV maupun kuman lain akibat infeksi sekunder (penyakit penyerta). Semakin sering terjadi infeksi sekuder, maka demam pun akan semakin sering terjadi. Demam ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, yang biasanya diserati dengan rasa tidak nyaman pada seluruh badan dan juga sakit kepala.

8. Mudah lelah

Mudah lelah juga dapat menjadi salah satu gejala HIV pada pria. Hal ini terjadi karena virus HIV mengganggu metabolisme tubuh sehingga jaringan tubuh melemah. Pendeita sering mengalami lemah, letih, lesu, kurang bertenaga dan semangat menurun. Penderita sering merasakan mudah lelah padahal tidak sedang melakukan aktifitas yang berat.

Jika ada orang di sekitar Anda atau mungkin pasangan Anda, atau bahkan Anda sendiri mengalami gelaja seperti yang telah disebutkan di atas, maka segera periksakan ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan medis. Pada pemeriksaan medis, nantinya akan dipastikan kembali secara laboratorium apakah benar merupakan infeksi virus HIV atau tidak. Jika memang benar terinfeksi virus HIV, maka dokter akan melakukan pengobatan sesuai kondisi pasien. Untuk menghambat perkembangan virus HIV, dokter biasanya akan memberikan obat ARV (Anti Retro Virus). Saat ini ARV cukup efektif untuk menghambat perkembangan virus sekaligus menurunkan kemampuan virus untuk menginfeksi tempat yang barun (menurunkan angka penularan).

Cara terbaik agar terhindar dari virus HIV yaitu dengan melakukan langkah pencegahan. Hal yang dapat Anda lakukan yaitu dengan selalu setia kepada satu pasangan yang resmi (tidak berganti-ganti pasangan). Survei menunjukkan bahwa cara ini merupakan pintu terbesar dalam penularan virus HIV, baik pasangan yang heteroseksual maupun homoseksual. Selain itu hindari narkoba, jika melakukan tranfusi darah pastikan bahwa darah negatif HIV dan memakai alat yang steril. Jika ada calon ibu yang diketahui atau dicurigai terinfeksi HIV, maka segera bawa ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terutama untuk tata laksana klinis pencegahan penularan dari ibu ke bayinya sejak  dini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

30 + = 40