Let’s travel together.

Gejala Disforia Gender, Ketika Anak Menolak Jenis Kelamin yang Dimiliki

0 2

Bila Anda pernah menyaksikan film drama The Danish Girl, Anda mungkin familer dengan karakter Lili Elbe. Lili, diperankan oleh aktor Eddie Redmayne, lahir sebagai laki-laki dengan nama Einar Wegener. Ia kemudian tumbuh dewasa sebagai seorang pelukis ternama. Pada usia 30-an, ia mulai mengalami kebimbangan karena merasa tidak nyaman dengan jenis kelamin yang dimilikinya sejak lahir.

Cerita yang diangkat dari kisah nyata ini menggambarkan pergulatan batin Lili lantaran ia tak nyaman dengan tubuh lelakinya. Ia merasa lebih nyaman sebagai seorang perempuan. Secara medis, perjuangan batin ini disebut sebagai disforia gender.

Apa itu disforia gender?

Disforia gender adalah kondisi di mana seseorang mengalami kecemasan, kebimbangan, dan tekanan batin karena tidak nyaman dengan jenis kelamin yang dimilikinya sejak lahir. Disforia gender dapat mengakibatkan depresi atau ketidakmampuan menjalani aktivitas sehari-hari seperti bersekolah, bekerja, atau bersosialisasi.

Misalnya, orang yang lahir sebagai seorang laki-laki merasa bahwa jati dirinya yang sebenarnya adalah perempuan. Di satu sisi, ia memiliki organ tubuh layaknya laki-laki pada umumnya. Namun, di sisi lain ia meyakini bahwa sifat-sifat dan panggilan hidupnya adalah menjadi seorang perempuan. Karena ketidaknyamanan tersebut, ia pun jadi sangat cemas, stres, menarik diri dari pergaulan, atau depresi.

Disforia gender tidak sama dengan homoseksualitas. Homoseksualitas adalah kondisi di mana seseorang memiliki ketertarikan seksual dan romantis terhadap sesama jenis. Seorang homoseksual tetap merasa nyaman-nyaman saja dengan jenis kelamin yang dimilikinya sejak lahir.

Apa ciri-ciri anak yang mengidap disforia gender?

Pergumulan batin soal identitas gender ini bisa dialami seseorang bahkan sejak kanak-kanak. Berikut adalah gejala disforia gender pada anak dan remaja.

  • Anak perempuan menolak pakai rok sementara anak laki-laki menolak pakai celana.
  • Anak menolak buang air kecil sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki mungkin lebih suka buang air kecil sambil jongkok atau duduk, sementara anak perempuan lebih suka buang air kecil berdiri.
  • Anak tidak suka permainan khas anak perempuan atau laki-laki, ia lebih memilih yang sebaliknya.
  • Anak lebih suka bermain dengan lawan jenisnya, misalnya anak perempuan lebih suka main sepeda dan panjat pohon bersama teman-teman lelakinya.
  • Anak jadi tambah tertekan saat memasuki masa puber.
  • Anak menutup-nutupi bagian tubuh yang menandakan jenis kelaminnya. Contohnya anak laki-laki mencukur jambang sementara sementara anak perempuan memakai baju longgar guna menutupi payudaranya.

Gejala-gejala di atas umumnya akan dialami anak selama lebih dari enam bulan. Dalam arti tanda-tanda di atas sifatnya tetap, bukan hanya keinginan sesaat. Orang dengan disforia gender juga mungkin akan tumbuh dewasa menyimpan pergumulan batin tersebut selama bertahun-tahun.

Ciri-ciri disforia gender pada orang dewasa

Pada orang dewasa, gejala yang mungkin muncul antara lain sebagai berikut.

  • Sering memakai baju atau menata rambut seperti lawan jenis.
  • Hanya merasa nyaman dan tenang ketika berpakaian dan bertingkah layaknya lawan jenis.
  • Tak sudi atau merasa tertekan kalau harus melihat apalagi menyentuh alat kelaminnya sendiri. Hal ini berisiko membuatnya lalai dalam merawat kebersihan diri.
  • Muncul desakan untuk menyingkirkan atau mengganti alat kelamin.

Apa yang bisa saya lakukan untuk menangani disforia gender?

Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala disforia gender, sebaiknya segera cari bantuan. Tanpa bantuan orang lain, Anda mungkin kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dan menerima jati diri Anda. Selain itu, orang dalam fase disforia gender sangat mungkin mengalami depresi, kecenderungan menyakiti diri sendiri, kecenderungan untuk bunuh diri, serta gangguan kejiwaan lainnya.

Temui psikolog atau psikiater yang sudah biasa menerima kasus-kasus identitas gender dan seksualitas. Penanganan yang ditawarkan biasanya fokus pada cara menghadapi kecemasan, tekanan batin, dan stres. Anda akan diajari berbagai teknik menenangkan diri dan melawan pikiran negatif.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

− 1 = 1