Let’s travel together.

Dahak Berdarah? Waspadai 10 Penyakit Penyebab Batuk Berdarah Ini

0 1

Jangan pernah menyepelekan kondisi batuk berdarah. Darah yang dikeluarkan saat mengalami batuk dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang serius. Meskipun volume darah yang dikeluarkan sedikit, gejala ini tetap dapat mengarah pada kemunculan penyakit kronis ataupun penyakit yang mengancam keselamatan jiwa. Perkembangan studi medis menemukan penyebab batuk berdarah umumnya berkaitan dengan peradangan di saluran pernapasan, infeksi yang disebabkan virus dan bakteri, serta pertumbuhan sel berbahaya yaitu kanker.

Mengenali kondisi kesehatan apa saja yang dapat menjadi penyebab batuk berdarah dapat membantu Anda untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala yang muncul, sekaligus mengetahui langkah pengobatan untuk penyebab batuk berdarah yang perlu dilakukan selanjutnya.

Dari mana darah berasal?

Berbagai kondisi dapat menjadi penyebab batuk berdarah Misalnya, darah bisa saja berasal dari perut dan organ-organ di dalam sistem pencernaan lainnya. 

Namun dalam banyak kasus batuk berdarah, darah yang keluar berasal dari pendarahan yang terjadi pada sistem pernapasan bagian bawah, terutama paru-paru, sehingga kondisi ini dikenal juga dengan istilah hemoptysis.

Darah yang berasal dari paru-paru biasanya bercampur dengan dahak dan memiliki kenampakan berwarna merah dan pekat. 

Mekanisme pendarahan

batuk berdarah

Mekanisme pendarahan yang menjadi penyebab batuk berdarah dapat berlangsung pada pembuluh darah pada paru-paru yang berukuran besar ataupun kecil.

Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Columbia University, dari kasus yang diteliti hampir 90% pendarahan berasal dari pembuluh darah besar yaitu pembuluh arteri bronkus (bronchial artery) dan 5 % berasal  pembuluh arteri paru (pulmonary artery). 

Pendarahan yang menjadi penyebab batuk berdarah berasal dari pembuluh arteri bronkus umumnya ditemukan pada penyakit bronkiektasis, tuberkulosis (TBC), dan kanker paru. Sedangkan mekanisme pendarahan dari pembuluh arteri paru dapat diakibatkan oleh trauma akibat benturan, inflamasi atau peradangan, infeksi bakteri, khususnya pada penyakit tuberkulosis dan pertumbuhan sel tumor. 

Dalam laporan yang dipublikasikan Turkish Society of Radiology, berikut ini merupakan sepuluh penyakit pada sistem pernapasan yang dapat menjadi penyebab batuk berdarah.

Berbagai kondisi penyebab batuk berdarah

1. Bronkiektasis

Kondisi paru penyebab batuk berdarah

Bronkiektasis bisa menjadi penyebab batuk berdarah. Kondisi ini digambarkan dengan gangguan pernapasan kronis yang diakibatkan oleh infeksi pada bronkus. Peradangan bronkus pada penyebab batuk berdarah menyebabkan dinding bronkus menebal tidak normal sehingga paru-paru kesulitan untuk membersihkan lendir. 

Lendir yang berlebih ini pada akhirnya bisa menyebabkan infeksi yang bisa menyebabkan hilangnya fungsi paru-paru secara bertahap. Pada periode eksaserbasi, yakni saat infeksi semakin memburuk, maka dapat menimbulkan batuk yang disertai dengan keluarnya dahak berdarah. Penyakit penyebab batuk berdarah ini bersifat permanen yang bisa kambuh sewaktu-waktu.

Penyebab batuk berdarah ini juga biasanya menunjukan gangguan kesehatan lain yang meliputi:

  • Batuk dan mengeluarkan dahak yang berwarna kuning 
  • Napas yang memendek 
  • Merasa kelelahan 
  • Mengalami demam 
  • Terdengar bunyi mengi (ngik ngik ngik) saat batuk dan mengambil napas

2. Bronkitis

Bronkitis bisa menjadi salah satu penyebab batuk berdarah. Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus sehingga mengakibatkan terjadinya peradangan pada saluran udara. Penyakit penyebab batuk berdarah ini biasanya terjadi tiga hingga empat hari setelah pilek atau flu yang tidak sembuh-sembuh serta ditandai dengan batuk menerus.

Durasi berlangsungnya gejala batuk dan gangguan lainnya menentukan seberapa parah penyakit penyebab batuk berdarah ini. Bronkitis akut berlangsung selama 2 hingga 3 minggu. Sedangkan bronkitis kronis terjadi saat batuk tidak berhenti lebih dari 3 bulan.

Penyebab batuk berdahak ini juga menjadi bagian dari Penyakit Paru Kompulsif Kronis (PPOK). Darah yang dikeluarkan saat batuk berasal dari pecahnya pembuluh darah di sekitar bronkus (cabang batang tenggorokan) akibat peradangan.

Berbagai gejala lain yang menyertai penyebab batuk berdarah oleh bronkitis, yaitu:

  • Mengalami kelelahan
  • Demam ringan dan menggigil
  • Dada terasa sakit akibat sesak napas
  • Napas memendek

3. Pneumonia

Pneumonia disebabkan bakteri penyebab batuk berdarah

Penyebab batuk berdarah selanjutnya dapat berasal dari penyakit pneumonia. Penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada kantung alveoli di paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri, beberapa kemungkinan lain oleh virus ataupun jamur.

Akan tetapi, penyebab batuk berdarah ini lebih umum diakibatkan oleh infeksi bakteri, yaitu Streptococcus pneumoniae. Proses infeksi ini memengaruhi proses sekresi lendir di sekitar paru menjadi lebih intensif sehingga mempermudah terjadinya batuk yang disertai dahak. 

Penyebab batuk berdarah oleh pneumonia bisa mengakibatkan batuk berdarah yang berlangsung dalam waktu berminggu-minggu, dan terkadang dapat ditemukan darah yang bercampur di dalam dahak. Penyakit penyebab batuk berdarah ini memiliki pengaruh besar terhadap penurunan kondisi kesehatan, bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. 

Gejala-gejala lain yang umumnya muncul bersamaan dengan batuk berdarah adalah:

  • Dada terasa sesak ketika batuk atau bernapas
  • Kelelahan
  • Demam yang disertai dengan keluarnya keringat dan tubuh menggigil
  • Mual, muntah-muntah, dan diare
  • Napas memendek

4. Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC/TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri  Mycobacterium tuberculosis yang dapat menjadi penyebab batuk berdarah. Bakteri tersebut dapat menular dengan mudah melalui udara atau dari sisa cairan yang dikeluarkan dari tubuh penderita.

Saat sistem imun cukup kuat untuk menghentikan perkembangan bakteri, gejala batuk biasanya belum muncul. Sebaliknya ketika bakteri mulai aktif menginfeksi maka ia dapat menjadi penyebab batuk berdarah yang berlangsung sampai 3 minggu atau lebih.

TBC membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu panjang. Obat TBC yang diberikan untuk meredakan penyebab batuk berdarah karena TBC biasanya harus dikonsumsi selama 6 bulan atau lebih.

Jika sebagai penyebab batuk berdarah TBC tidak terobati dengan baik bisa menimbulkan komplikasi yang menurunkan fungsi paru, ditandai dengan batuk yang mengeluarkan dahak berdarah. Vaksin BCG juga dapat diberikan sebagai langkah pencegahan penyebab batuk berdarah ini.

Penyebab batuk berdarah ini juga biasanya menunjukan gangguan kesehatan lainnya yang meliputi:

  • Batuk lebih dari 3 minggu atau lebih
  • Mengalami demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Mengalami kelelahan
  • Berat badan menurun drastis akibat nafsu makan yang menurun

5. Abses Paru

Abses paru adalah peradangan pada jaringan paru-paru yang menyebabkan munculnya rongga-rongga yang terisi nanah (abses). Kondisi penyebab batuk berdarah ini diakibatkan oleh infeksi atau perkembangan bakteri yang biasanya hidup di dalam mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Infeksi yang menjadi penyebab batuk berdarah ini mengakibatkan kematian jaringan (nekrotik) di paru-paru sehingga membentuk rongga yang kemudian terisi butiran nekrotik (nanah) akibat infeksi mikroba. Pembentukan banyak abses pada paru-paru dapat menyebabkan pneumonia atau nekrosis paru-paru. Pneumonia sendiri merupakan penyebab batuk berdarah.

Salah satu kebiasaan buruk yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya penyebab batuk berdarah akibat abses paru adalah konsumsi alkohol. Gejala abses paru yang menjadi penyebab batuk berdarah biasanya terjadi dalam jangka waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan yang meliputi: 

  • Demam tinggi
  • Tubuh menggigil
  • Napas memendek
  • Kelelahan
  • Berkeringat di malam hari
  • Bau napas dan dahak yang tak sedap

6. Emboli paru

Emboli paru penyebab batuk berdarah

Sebagai penyebab batuk berdarah, emboli paru terjadi ketika terdapat penggumpalan darah atau darah beku yang menyumbat salah satu pembuluh darah arteri dalam paru. Darah beku tersebut berasal dari aliran darah yang mengalir dari tubuh bagian bawah seperti kaki ke tubuh bagian atas. 

Selain menjadi penyebab batuk berdarah, kondisi penyumbatan aliran darah yang terjadi di bagian paru-paru ini sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan jiwa. Dalam beberapa kasus penyebab batuk berdarah ini, penyumbatan bisa disebabkan oleh beberapa gumpalan darah, namun penyumbatan tidak terjadi secara bersamaan.

Bagian paru yang mengalami penyumbatan darah lama kelamaan akan mengalami infraksi paru (pulmonary infraction) atau rusaknya jaringan paru. Kondisi penyebab batuk berdarah akan semakin mempersulit paru-paru untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. 

Beberapa gejala lainnya yang juga terjadi pada penyebab batuk berdarah ini, yaitu:

  • Sesak napas, biasanya muncul tiba-tiba.
  • Sakit dada yang memburuk saat Anda mencoba menarik napas dalam-dalam, batuk, makan, atau membungkuk.
  • Nyeri kaki atau bengkak yang biasanya terjadi di betis.
  • Demam.
  • Keringat berlebih.
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur.
  • Kepala terasa ringan atau pusing.

7. Edema Paru

Edema paru adalah kondisi di mana terjadi penumpukan cairan di dalam paru-paru. Cairan yang menumpuk pada paru-paru menyebabkan oksigen tidak dapat terserap dengan baik dan dialirkan ke darah sebagaimana mestinya. Selain itu, cairan yang terakumulasi pada kantung udara juga menyebabkan penderitanya sulit bernapas.

Edema paru umumnya disebabkan oleh gangguan jantung, namun cairan berlebih yang menumpuk di bagian paru-paru juga dapat disebabkan oleh sejumlah gangguan kesehatan lainnya, seperti pneumonia, paparan racun, efek samping pengobatan, cedera dada,  dan penyempitan pembuluh darah akibat berada di permukaan tinggi.

Gejala atau tanda-tanda yang paling mudah dikenali dari penyakit penyebab batuk berdarah ini adalah kesulitan bernapas, namun juga bisa disertai dengan beberapa keluhan lainnya, seperti:

  • Kesulitan saat bernapas
  • Gelisah atau kelelahan
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Pembengkakan pada kaki atau perut
  • Kulit pucat
  • Keringat berlebih

8. Crystic fibrosis

Tes untuk crystic fibrosis

Cystic fibrosis atau fibrosis kristik merupakan kelainan genetik yang dapat mengakibatkan kerusakan parah pada sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Kelainan bawaan yang menjadi penyebab batuk berdarah ini terjadi dikarenakan tubuh kekurangan protein cystic fibrosis trans membrane regulator (CFTR).

Kondisi penyebab batuk berdarah ini memengaruhi sel-sel yang menghasilkan lendir, sehingga menyebabkan hipersekresi atau produksi lendir berlebih dalam saluran pernapasan. 

Normalnya lendir dalam tubuh bersifat cair dan licin. Namun penyebab batuk berdarah akibat  fibrosis kistik menghasilkan lendir yang bersifat lebih tebal dan lengket, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. 

Sebagian besar tanda-tanda dan gejala lain dari penyakit penyebab batuk berdarah ini mempengaruhi sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Berikut ini beberapa tanda dan gejala penyakit fibrosis kistik adalah:

  • Mengeluarkan suara mengi, suara tarikan napas tinggi berbunyi ngik-ngik.
  • Hidung tersumbat
  • Sesak napas atau napas pendek
  • Mengalami sinusitis
  • Feses berbau busuk dan berminyak
  • Sembelit parah
  • Penurunan berat badan atau pertumbuhan yang terhambat
  • Gangguan proses pembuangan kotoran (meconium ileus), terutama pada bayi yang baru lahir.

9. Cedera dada

Cedera dada memang bukanlah penyebab batuk berdarah yang berpengaruh secara langsung. Namun cedera pada bagian dada dapat menjadi penyebab batuk berdarah ketika menimbulkan pendarahan di paru-paru.

Darah yang dihasilkan kemudian tercampur ke dalam dahak yang dikeluarkan saat batuk. Cedera pada dada dapat disebabkan oleh patah tulang rusuk akibat kecelakaan ataupun tekanan dari objek atau benda keras. Peristiwa ini akan menimbulkan luka pada bagian otot dada, pembuluh darah, tulang, jaringan paru-paru, dan tulang dada.

Gejala umum dan tanda-tanda yang muncul saat mengalami cedera dada yang menjadi penyebab batuk berdarah adalah sebagai berikut:

  • Dada terasa sakit
  • Terdapat memar pada permukaan kulit
  • Bagian yang sakit terlihat bengkak
  • Sensasi terbakar di bagian dada
  • Dada terasa sesak
  • Dada terasa tertekan 

10. Kanker paru

Laki-laki dengan masker batuk berdarah

Jika Anda mengalami batuk berdarah secara menerus, dengan sejumlah gejala lain seperti pusing dan rasa sakit pada tulang dada, Anda perlu mewaspadai gangguan ini karena bisa jadi penyebab batuk berdarah adalah penyakit serius, seperti kanker paru.

Penyebab batuk berdarah akibat kanker paru merupakan kondisi di mana sel-sel pada jaringan paru berkembang dengan cepat, sehingga menyebabkan tumor terbentuk. 

Sebagian besar kasus penyebab batuk berdarah oleh kanker paru diakibatkan oleh kebiasaan merokok berat, meskipun perokok pasif juga berisiko terkena kanker paru. Sama seperti kanker lainnya, gejala kanker paru sulit dideteksi. Batuk berdarah merupakan gejala yang paling sering muncul saat kanker sebagai penyebab batuk berdarah sudah menyebar dan menginjak stadium lanjut.

Berbagai tanda dan gejala lain dari kanker paru sebagai penyebab batuk berdarah seperti:

  • Batuk secara menerus disertai dengan darah
  • Mengalami sesak napas secara menerus
  • Tubuh terasa lelah 
  • Berat badan menurun secara ekstrem
  • Dada terasa sakit setiap bernapas 
  • Sakit kepala

Cara mengobati penyebab batuk berdarah

Menggunakan kotak obat sebagai aturan minum obat TBC

Setiap pengobatan batuk berdarah bertujuan untuk memulihkan penyakit penyebab batuk berdarah. Untuk mendapatkan pengobatan penyebab batuk berdarah yang tepat, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter setelah mendapati terdapatnya darah dalam dahak yang Anda keluarkan ketika batuk. 

Setelah melakukan diagnosis terhadap penyebab batuk berdarah, kemungkinan dokter akan memberikan obat-obatan ataupun menyarankan perawatan di rumah sakit apabila penyebab batuk berdahak berasal dari penyakit kronis.

Steroids: Jenis obat yang dapat membantu meredakan peradangan yang menjadi penyebab batuk berdarah.

Antibiotik: Obat ini biasanya akan diberikan jika batuk berdarah disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti pada penyakit penyebab batuk berdarah, seperti pneumonia dan tuberkulosis.

Embolisasi: Prosedur ini akan dilakukan jika diketahui pendarahan disebabkan oleh pembuluh darah besar. Akan dilakukan prosedur kateterisasi untuk menuju sumber pendarahan yang menjadi penyebab batuk berdarah. Lalu, dilakukan usaha untuk menghentikan perdarahan baik menggunakan mesh kawat, bahan kimia ataupun gelatin.

Bronkoskopi: Alat yang dinamakan endoskop akan dimasukan melalui lubang pernapasan, pada ujungnya dapat dipasang alat untuk menghentikan pendarahan ataupun menghancurkan pembekuan darah yang menjadi penyebab batuk berdarah.

Transfusi darah : Elemen yang ditransfusikan dapat berupa plasma darah, leukosit (sel darah putih), eritrosit (sel darah merah), transfusi mungkin diperlukan bila ada gangguan pembekuan darah atau penggunaan pengencer darah yang berlebihan sehingga menjadi penyebab batuk berdarah.

Kemoterapi: Prosedur pengobatan penyebab batuk berdarah ini diterapkan untuk menyembuhkan batuk darah yang disebabkan oleh penyakit kanker paru-paru.

Operasi: Tujuan operasi adalah untuk mengangkat bagian atau jaringan di dalam paru-paru yang terkena kanker ataupun rusak yang menjadi penyebab batuk berdarah dan perdarahannya tidak dapat dihentikan dengan penggunaan terapi lainnya.

Prosedur pengobatan penyebab batuk berdarah ini dijadikan opsi terakhir apabila darah yang dikeluarkan semakin banyak dan batuk darah semakin sering terjadi.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

− 4 = 3