Let’s travel together.

Ciri-ciri Seseorang Mengidap Bipolar Disorder

0 2

Gangguan bipolar atau bipolar disorder sering kali disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Ini karena ciri bipolar biasanya ditandai dengan gejolak emosi yang berlebihan. Pada kenyatannya, bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kendali penderitanya. Beberapa faktor risiko gangguan bipolar antara lain genetik (keturunan) dan kelainan fungsi otak.

Gangguan ini disebut bipolar (yang berarti dua kutub) karena penderitanya menunjukkan dua kutub emosi yang sangat berbeda. Yang pertama adalah mania, yaitu fase atau episode kebahagiaan ekstrem dan meledak-ledak. Sementara kutub yang kedua adalah depresi. Kutub kedua ini merupakan kebalikan drastis dari mania. Penderitanya akan memasuki fase yang begitu sedih, sendu, tidak bersemangat, dan sangat lesu.

Yang membedakan gangguan bipolar dengan perubahan suasana hati pada umumnya adalah intensitasnya. Penderita bipolar akan menunjukkan fase mania dan depresi yang sangat parah sehingga mereka bisa kehilangan kendali atas emosinya sendiri.

Ciri-ciri bipolar disorder

Ciri bipolar kerap diabaikan begitu saja, atau hanya dianggap sebagai tanda-tanda stres. Padahal, bipolar tidak sesederhana stres atau depresi. Jika tidak ditangani dengan tepat, gejalanya bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi berbahaya. Maka, pelajari perbedaan gejolak emosi yang wajar dan mana yang merupakan ciri bipolar berikut ini.

Episode mania

Pada fase mania yang bisa berlangsung selama beberapa jam, hari, atau minggu, penderita bipolar biasanya menunjukkan perilaku yang ekstrem dan tak terkendali. Dalam beberapa kasus, penderitanya sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari seperti bersekolah dan kerja, hingga harus masuk rumah sakit. Inilah yang biasanya terjadi pada episode mania.  

  • Tidak bisa diam, harus bergerak terus atau berjalan mondar-mandir.
  • Merasakan kegembiraan yang meluap-luap.
  • Jadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya, mulai dari barang jatuh, sentuhan orang lain, hingga suara-suara yang didengarnya.
  • Bicara sangat cepat tanpa arah yang jelas (sulit dipahami).
  • Tidak bisa tidur, begadang semalaman tapi tidak merasa mengantuk atau lelah di pagi hari.
  • Bertingkah sembrono, misalnya belanja gila-gilaan, bertengkar dengan guru atau atasan, mengundurkan diri dari perusahaan, berhubungan seks dengan orang asing tanpa kondom, mengemudi ugal-ugalan, atau mabuk minuman keras.
  • Psikosis, yaitu tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikirannya.

Episode depresi

Kebalikan dari mania adalah depresi. Penderitanya akan menunjukan kesedihan atau keputusasaan yang tidak wajar. Berikut adalah ciri bipolar dalam episode depresi.

  • Menarik diri dari lingkungan dan orang terdekat.
  • Kehilangan minat pada kegiatan yang tadinya dinikmati.
  • Kehilangan tenaga dan energi secara drastis, biasanya penderita tidak bisa meninggalkan tempat tidur hingga berjam-jam atau berhari-hari.
  • Bicara sangat lambat, kadang seperti orang yang sedang melantur.
  • Gangguan daya ingat, konsentrasi, dan nalar.
  • Terobsesi terhadap kematian, ingin bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.
  • Perubahan pola makan secara drastis, entah nafsu makan hilang atau meningkat.
  • Terus-terusan merasa diri bersalah, tidak berguna, atau tidak layak.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 34 = 39