Let’s travel together.

Cara Menghilangkan Lemak di Perut: Tips Sehat untuk Kaum Wanita

0 3

Cara Menghilangkan Lemak di Perut: Tips Sehat untuk Kaum WanitaStandar kecantikan masa kini menuntut kaum wanita untuk berlomba-lomba mencari cara menghilangkan lemak di perut; tidak jarang tuntutan profesi tertentu yang mengharuskan demikian. Timbunan lemak di bawah perut tidak hanya menjadi masalah bagi individu yang kelebihan berat badan. Seseorang yang memiliki berat badan yang normal sekalipun, sangat mungkin memiliki lemak yang terkonsentrasi di perut dan sekitar pinggang. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki timbunan lemak di perut atau tidak, cukup dengan melakukan langkah mudah, yaitu dengan mengukur lingkar perut dengan meteran.

Normalnya, pria memiliki lingkar perut tidak lebih dari 102 cm, sedangkan untuk wanita angka tersebut tidak boleh melebihi 88 cm. Apabila meteran Anda menunjukkan angka di atas itu, itu berarti Anda memiliki timbunan lemak perut yang berbahaya bagi kesehatan. Selain menyebabkan bentuk tubuh menjadi kurang menarik, timbunan lemak perut juga erat hubungannya dengan timbulnya penyakit jantung koroner, diabetes, peningkatan kolesterol, hipertensi, dan stroke.

Simak Beberapa Cara Menghilangkan Lemak di Perut Berikut Ini!

Lemak perut (atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan visceral fat) berbahaya karena lapisan lemak tersebut melapisi organ dalam kita, mengeluarkan hormon stres dan substansi inflamatori yang disebut dengan sitokin, yang mempengaruhi produksi insulin tubuh. Itulah sebabnya individu dengan timbunan lemak di perut juga memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang diabetes dan serangan jantung. Dengan memodifikasi gaya hidup, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan sebagai cara menghilangkan lemak di perut. Apa saja langkah tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan pada kita dampak negatif gula bagi kesehatan. Gula yang kita konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari terdiri dari komponen glukosa dan fruktosa, sedangkan fruktosa hanya dapat dimetabolisme oleh hati. Sehingga, ketika kita mengkonsumsi banyak gula olahan, hati akan menjadi terbebani oleh terlalu banyak fruktosa, dan ia “dipaksa” untuk mengubah fruktosa menjadi lemak yang terakumulasi di perut dan sekitar pinggang.

Minuman manis membawa dampak yang bahkan lebih negatif. Gula mengandung kalori. Kalori dalam bentuk cair lebih sulit dikenali oleh otak, tidak seperti kalori dalam bentuk makanan padat. Sehingga, ketika kita mengkonsumsi minuman manis, otak akan butuh waktu lebih banyak untuk mengenali asupan kalori tersebut, yang pada akhirnya kalori yang kita konsumsi menjadi berlipat ganda.

Untuk itu, cara menghilangkan lemak di perut yang pertama adalah dengan membatasi asupan gula dalam makanan sehari-hari, dan cobalah untuk sama sekali tidak mengkonsumsi minuman manis. Sebaliknya, jangan takut untuk mengkonsumsi buah segar. Buah segar meskipun mengandung gula alami dalam bentuk fruktosa, namun jumlah serat yang dikandungnya dapat menegasikan efek negatif fruktosa bagi tubuh. Selain itu, jumlah fruktosa yang masuk ke tubuh dari buah segar jumlah tidak sebanding dengan fruktosa dari gula olahan.

Aktivitas fisik adalah salah satu hal yang menjadi “musuh” lemak perut. Segala jenis olahraga yang memicu peningkatan detak jantung (seperti misalnya lari, bersepeda, atau berenang) sangat mujarab untuk merontokkan lemak di perut dan sekitar pinggang Anda. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Duke University di Amerika Serikat menemukan bahwa lari-lari kecil sejauh 20 kilometer seminggu cukup untuk menghilangkan lemak perut Anda.

  • Konsumsi bahan-bahan makanan yang mengandung protein

Ternyata salah satu cara menghilangkan lemak di perut ada kaitannya dengan konsumsi protein. Kita telah diajarkan sedari kecil untuk mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung protein, namun kadang kita tidak mengetahui alasan apa di balik anjuran tersebut. Ketika otot tubuh tidak merespon insulin dengan baik, tubuh akan memproduksi lebih banyak insulin.

Di sisi lain, insulin menyebabkan semakin banyak penumpukan lemak di tubuh, salah satunya di perut. Maka dari itu, konsumsi lebih banyak bahan makanan yang mengandung protein akan membangun otot dengan lebih baik dan mencegah terjadinya resistensi insulin, sehingga penumpukan lemak di perut menjadi lebih minimal. Tentu saja penting untuk menyeimbangkan antara protein dari sumber hewani dan nabati.

Dalam satu penelitian, beberapa wanita yang mengalami obesitas diarahkan untuk mengikuti diet tertentu selama delapan minggu. Diet tersebut terdiri dari 30 persen protein, 40 persen karbohidrat, dan 30 persen lemak. Wanita-wanita tersebut mengalami penurunan kadar lemak lebih cepat (termasuk lemak perut) dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menjalani diet biasa yang terdiri dari 16 persen protein, 55 persen karbohidrat, dan 26 persen lemak.

  • Batasi karbohidrat dari makanan sehari-hari

Dari poin sebelumnya, Anda telah mengamati bahwa pada bentuk diet yang terbukti dapat menghilangkan lemak perut, kadar protein ditingkatkan dan sebaliknya kadar karbohidrat dikurangi. Cara menghilangkan lemak di perut yang paling efektif salah satunya memang mengurangi konsumsi karbohidrat. Ketika individu mengurangi asupan karbohidrat dalam makanan sehari-hari, nafsu makannya berkurang dan sebagai dampaknya berat badan mereka juga ikut mengalami penurunan.

Dibandingkan dengan diet rendah lemak, diet rendah karbohidrat dapat menurunkan berat badan 2-3 kali lebih cepat. Selain itu, sasaran diet rendah karbohidrat langsung kepada lemak di perut, sekitar hati, dan organ dalam lainnya. Cara melakukan diet rendah karbohidrat cukup mudah, yaitu dengan mencoret roti putih, nasi, pasta, dan sejenisnya dari daftar makanan sehari-hari Anda.

  • Konsumsi bahan makanan yang kaya serat

Tidak semua jenis serat dapat kita gunakan sebagai cara menghilangkan lemak di perut. Serat yang larut air-lah yang dapat melakukannya. Jenis serat ini dapat mengikat air dan membentuk “gel” yang kental dalam saluran pencernaan kita. Gel ini dapat secara signifikan memperlambat pergerakan makanan dalam lambung dan usus, dan sebagai konsekuensinya juga memperlambat proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Dampaknya adalah individu yang mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung serat akan merasa kenyang lebih lama, nafsu makannya pun akan berkurang.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan dalam jangka panjang, ditemukan bahwa konsumsi 10 gram serat larut air berhubungan dengan penurunan jumlah lemak di perut sebanyak 3.7%. Dimana hal ini menunjukkan bahwa konsumsi serat terbukti efektif dalam menghalau lemak di perut Anda. Lantas, darimana Anda bisa memperoleh cukup serat? Buah-buahan, sayuran, dan sereal gandum adalah sumber serat yang baik.

Beberapa puluh tahun yang lalu, minyak kelapa dipercaya memiliki komponen lemak jahat yang berbahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan dua dasawarsa terakhir menunjukkan hal sebaliknya. Jurnal Lipid mempublikasikan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 di Brazil. Dalam penelitian tersebut, 40 partisipan mengkonsumsi diet rendah kalori yang ditambah dengan 30 ml minyak kelapa. Terbukti, lemak perut mereka berangsur-angsur menghilang. Tumis daging bebas lemak dan sayuran dalam 1 sendok teh minyak kelapa untuk mendapatkan manfaatnya yang maksimal.

Tentu saja, cara menghilangkan lemak di perut seperti yang telah dijabarkan di atas harus diimbangi dengan olahraga yang teratur. Tidak seperti yang kita yakini sebelumnya, ternyata olahraga yang memfokuskan penekanan di daerah perut (seperti sit-up) tidak terbukti mengurangi lemak di perut. Sebaliknya, olahraga aerobik-lah, seperti jalan kaki, berlari, dan berenang yang mampu mengurangi lemak di perut. Selain keinginan yang kuat, juga dibutuhkan kekonsistenan dalam melakukan upaya-upaya tersebut. Semoga berhasil!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

14 − = 12