Let’s travel together.

Berbagai Ciri Posisi Rahim Miring ke Belakang yang Harus Diketahui Wanita

0 2

Rahim adalah organ penting pada sistem reproduksi wanita. Di dalam rahim inilah calon bayi akan tinggal di dalam perut ibu. Namun beberapa wanita ternyata memiliki posisi rahim yang tidak biasa, rahim ini miring ke arah belakang (retroverted). Lantas, apa tandanya seorang wanita memiliki rahim miring ke belakang?

Apa itu rahim retroverted?

Rahim retroverted adalah kondisi rahim yang miring ke posisi belakang pada leher rahim (serviks) bukan tegak mengarah ke depan. Bahkan jika dilihat, rahim retroverted cenderung menempel pada usus besar dan rektum.

Perbandingan posisi rahim normal dengan retroverted | Sumber: Uterineversion

Kondisi ini bisa memengaruhi lebih dari 25 persen wanita di seluruh dunia. Wanita dengan rahim retroverted bisa disebabkan sejak lahir (bawaan) atau karena kondisi medis tertentu seperti, endometriosis, penyakit radang panggul, setelah pembedahan panggul, dan infeksi pada rahim.

Ciri-ciri rahim miring ke belakang

Umumnya, rahim yang retroverted alias miring ke belakang tidak menyebabkan masalah. Beberapa wanita yang mengalami kondisi ini tidak mengalami gejala, tapi beberapa wanita mungkin ada yang sudah menyadarinya.

Gejala utama orang yang mengalami rahim retroverted adalah:

  • Nyeri saat berhubungan seksual atau dispareunia
  • Nyeri saat menstruasi atau dismenore

Gejala ini memang terlihat terlalu umum, maka itu beberapa wanita tidak menyadarinya, dan beberapa wanita yang pernah melakukan tes panggul secara rutin ke dokter kehamilannya mungkin sudah mengetahuinya Gejala lainnya yang bisa muncul adalah:

  • nyeri punggung bawah atau di vagina saat berhubungan seksual
  • Inkontinensia urin (tidak dapat mengendalikan buang air kecil)
  • Sering buang air kecil, karena kandung kemihnya tertekan
  • Infeksi saluran kemih
  • Masalah kesuburan
  • Timbulnya tonjolan di perut bagian bawah

Masalah seksual yang ditimbulkan

Meski kebanyakan kondisi ini tidak berbahaya, tapi tetap saja ada beberapa masalah yang mungkin dapat timbul. Salah satunya masalah seksual yang terjadi karena posisi rahim yang tak normal ini.

Jadi, pada wanita yang punya rahim dengan posisi seperti ini akan menyebabkan indung telur dan tuba falopinya terbalik ke belakang. Akibatnya pada saat melakukan penetrasi, penis dapat mengenai organ-organ reproduksi tersebut, sehingga sering wanita mengalami nyeri saat hubungan seksual (disebut collision dyspareunia) terutama jika posisi wanita di atas (woman on top). Bahkan tidak jarang posisi tersebut dapat merobek ligamen yang mengelilingi rahim.

gejala fibroid rahim

Lalu apa perawatan yang dibutuhkan jika sudah diketahui memiliki posisi rahim yang miring ke belakang?

Jika uterus miring ini menyebabkan masalah, ada beberapa opsi penanganan yang bisa dilakukan. Namun jika kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala apapun pada Anda, kemungkinan tidak diperlukan penanganan.

Namun sebaiknya diskusikan dahulu opsi yang tepat bersama dokter Anda. Yang jelas, perawatan akan dilakukan juga berdasarkan penyebab kenapa rahim miring. Contohnya, jika penyebabnya karena mengalami endometriosis maka dibutuhkan terapi hormon. Perawatan yang bisa dilakukan yakni.

1. Gerakan latihan

Melakukan beberapa gerakan tertentu dengan rutin mungkin bisa membantu memperbaiki posisi rahim yang miring ke belakang. Ada dua gerakan yang bisa dilakukan untuk menangani masalah ini.

Gerakan dada-lutut

Berbaring telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kaki menempel di lantai. Perlahan, angkat satu lutut ke arah dada Anda. Tarik perlahan dengan kedua tangan. Tahan posisi ini selama 20 detik, lepaskan, dan ulangi dengan kaki lainnya. Gerakan ini namun tidak efektif jika penyebab kemiringan rahim ini disebabkan oleh endometriosis, fibroid tumor atau infeksi pelvic.

Gerakan kontraksi panggul

Latihan ini bekerja untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Berbaring telentang dengan tangan di samping Anda dalam posisi yang santai. Kemudian angkat pantat Anda ke atas. Tarik napas saat mengangkat pantat Anda dari lantai. Tahan dan lepaskan saat Anda menghembuskan napas. Ulangi sebanyak 10-15 kali.

2. Menggunakan perangkat pessary

Pessary ini terbuat dari silikon atau plastik. Alat ini adalah alat kecil yang akan dimasukan ke dalam vagina untuk menopang rahim ke posisi tegak. Pessary  dapat digunakan secara sementara atau permanen. Namun diduga pessary dalam jangka panjang bisa menimbulkan infeksi.

3. Pembedahan

Dalam beberapa kasus, operasi mungkin saja diperlukan untuk memposisikan ulang rahim, dan untuk mengurangi rasa sakit akibat kemiringan rahim ini. Ada beberapa prosedur yang berbeda dalam pembedahan ini.

  • Prosedur suspensi uterus, yakni operasi dilakukan secara laparaskopi, melalui vagina atau di luar perut
  • Prosedur uplift, yakni prosedur laparaskopi yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengangkat posisi rahim. Ini termasuk prosedur pembedahan terbaru untuk menangani posisi rahim.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

37 − = 34