Let’s travel together.

Bahaya Terlalu Sering Berendam di Bath Tub Saat Hamil

0 2

Meskipun berendam adalah salah satu cara favorit untuk membersihkan diri sekaligus relaksasi, namun kebiasaan berendam di bath tub saat sedang hamil ternyata dapat mempengaruhi perkembangan serta pertumbuhan bayi yang dikandungnya.

Tidak hanya frekuensi berendam, durasi setiap berendam pun mempengaruhi kesehatan janin. Selain itu, kualitas dan suhu air juga dapat menimbulkan beberapa risiko bagi janin. Hal ini dibuktikan juga dengan beberapa penelitian yang menyatakan bahwa kebiasaan berendam di bath tub saat hamil memang berpengaruh pada pembentukan organ janin.

Yang terjadi jika ibu sering berendam di bath tub saat hamil, lebih dari 15 menit

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa kebiasaan berendam ibu hamil dapat meningkatkan risiko anak mengalami cacat, entah itu cacat pada organ dalam tubuh, cacat mental, atau cacat fisik. Penelitian ini membagi dua kelompok ibu hamil dengan kebiasaan berendam yang berbeda, yaitu kelompok ibu hamil yang memiliki kebiasaan berendam kurang dari 15 menit, dan kelompok dengan kebiasaan berendam lebih dari 15 menit. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa kelompok yang berendam lebih dari 15 menit lebih banyak melahirkan anak mengalami gastroschisis dibandingkan dengan kelompok ibu yang menghabiskan waktu kurang dari 15 menit untuk mandi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa durasi berendam berhubungan dengan kejadian gastroschisis.

Gastroschisis adalah cacat lahir pada anak di mana organ dalam tubuh seperti usus, lambung, hati berada di luar tubuh dan tidak memiliki lapisan dinding perut dan pusar.  Diketahui bahwa dari 13 kelahiran yang ada, terdapat  6 anak yang mengalami cacat fisik. Selain itu, pada penelitian ini, risiko gastroschisis juga dipengaruhi oleh usia dan jenis ras ibu.

Bahaya berendam di air panas lebih dari 30 menit saat hamil

Pada penelitian tersebut, tidak hanya ditemukan gastroschisis pada anak akibat kebiasaan berendam ibu, namun juga ada peningkatan risiko melahirkan anak yang mengalami bibir sumbing, spina bifida, tidak memiliki langit-langit pada mulut, dan anenchepaly. Sebuah penelitian menyatakan bahwa ibu hamil yang berendam di air panas selama kurang lebih 30 menit meningkatkan risiko melahirkan anak dengan spina bifida. Spina bifida adalah  cacat bawaan di mana anak tidak memiliki tulang belakang yang sempurna.

Kenapa berendam di bath tub bisa mempengaruhi bayi dalam kandungan?

Sampai saat ini memang belum jelas bagaimana hubungan antara kebiasaan berendam ibu dapat menimbulkan kecacatan pada anak. Penjelasan sementara untuk menjawab hubungan ini adalah hipertermia yang terjadi pada ibu akibat kebiasaan berendam yang dimilikinya. Tidak hanya mengakibatkan hipertermia pada ibu, kecacatan bayi akibat kebiasaan berendam pada ibu hamil dapat dikaitkan dengan sumber air, suhu, kualitas, kebersihan air yang digunakan oleh ibu.

Penelitian lain juga menyatakan bahwa disinfektan yang digunakan pada air, seperti klorin, dapat meningkatkan risiko kecacatan fisik pada bayi. Selain klorin, disinfektan nitrat yang digunakan pada air untuk berendam, berpeluang untuk mengakibatkan kecacatan mental pada bayi. Hipotesis sementara yang muncul, disinfektan pada air yang dipakai berendam oleh ibu hamil dapat mempengaruhi janin melalui paparan kulit ibu dan zat disinfektan yang terhirup ketika ibu bernapas. Air minum yang mengandung nitrat juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan janin. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hubungan kebiasaan berendam ibu dan air yang digunakan ketika berendam dengan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Bagaimana cara berendam yang aman selama hamil?

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk menghindari berbagai komplikasi yang dapat terjadi:

  • Perhatikan suhu air, lebih baik suhu air tidak lebih dari 37 derajat celcius. Lalu, sediakan keset handuk di sekitar kamar mandi Anda untuk menghindari Anda terpeleset.
  • Jika Anda ingin berendam dalam bath tub maka batasi pemakaian sabun untuk campuran air berendam Anda. Terlalu banyak menggunakan sabun mandi dapat berbahaya bagi kesehatan vagina Anda, dan dapat meningkatkan risiko vagina terkena infeksi serta iritasi. Sebagai tambahannya, Anda bisa menambahkan sedikit cuka dan garam ke dalam air rendaman, hal ini dapat mengurangi busa yang ditimbulkan dari sabun yang dipakai. Kemudian, batasi berendam hanya dua kali dalam satu bulan dan jangan terlalu lama berendam di dalam air untuk menghindari infeksi dan iritasi.

BACA JUGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.

8 + 2 =