Let’s travel together.

Bagaimanakah Cara Tepat Menangani Orang Pingsan?

0 2

Bagaimanakah Cara Tepat Menangani Orang Pingsan? Pingsan adalah sebuah kondisi ketidaksadaran yang terjadi secara mendadak akibat tidak tercukupinya aliran darah menuju otak. Pengetahuan mengenai cara menangani orang pingsan dengan tepat amat penting untuk dipelajari dan diketahui.

Tidak hanya tenaga kesehatan saja yang wajib melaksanakan penanganan dengan tepat. Orang awam tanpa latar belakang pendidikan kesehatan pun juga harus sanggup melakukan pertolongan pingsan dengan benar dan tepat. Karena kita tidak dapat memprediksi siapa saja yang akan pingsan dan membutuhkan bantuan dan pertolongan kita pada kondisi darurat. Berikut penjelasannya.

Langkah dan Cara Menangani Orang Pingsan dengan Tepat

Pingsan dapat terjadi pada siapa saja. Tanda dan gejala seseorang yang akan pingsan antara lain wajah dan bibir yang pucat selayaknya orang anemia, tangan yang dingin, pandangan kabur, detak jantung yang tidak beraturan, susah bernafas dan tidak mampu berdiri dengan benar.

Berbagai hal dapat menjadi penyebab pingsan. Penyebab utama dan tersering adalah tekanan darah yang turun secara drastis akibat adanya penyakit jantung, rendahnya kadar gula dalam darah dan kondisi lingkungan yang terlalu panas. Kondisi gangguan paru paru dan otak pun dapat menjadi penyebab terjadinya pingsan.

Meskipun penanganan pingsan sebenarnya harus mengacu dan disesuaikan dengan penyebabnya, pertolongan pertama amatlah penting untuk mencegah kerusakan otak yang lebih lanjut. Otak yang tidak teraliri oksigen dengan optimal dalam waktu 1 hingga 2 menit saja dapat mengalami kematian sel dan tentu saja hal ini akan menjadi penyebab kegagalan fungsi organ lain dalam tubuh.

Berikut adalah langkah pertolongan yang tepat ketika terjadi pingsan pada seseorang di sekitar Anda:

1. Pindahkan dan Carilah Lokasi yang Aman untuk Memulai Tindakan Pertolongan Pertama

Langkah pertama yang harus Anda laksanakan sebelum menolong seseorang yang mengalami pingsan adalah memastikan bahwa lingkungan di sekitar Anda aman untuk melaksanakan tindakan pertolongan. Bila perlu, selalu bawa alat pelindung diri lengkap kemanapun Anda berada. Alat perlindungan diri minimal adalah sarung tangan, masker dan kotak kecil P3K yang lengkap isinya dengan antiseptik serta beberapa obat-obatan dasar.

Jika berada di tengah keramaian dan di bawah terik matahari yang sangat panas, pindahkanlah pasien terlebih dahulu ke tempat teduh. carilah permukaan yang kering dan datar. Jika berada di tengah jalan raya yang ramai, pindahkan dahulu pasien yang pingsan tersebut ke tepi jalan.

Bila Anda sendiri sangat penting untuk menghubungi rumah sakit atau kantor polisi terlebih dahulu sebelum melakukan pertolongan. Bila banyak orang di sekitar Anda, mintalah tolong salah satu diantara yang hadir untuk menghubungi rumah sakit, kantor polisi dan keluarga pasien. Barulah kemudian mulailah tindakan pertolongan pertama yakni melakukan pemeriksaan jalan nafas.

2. Perhatikan Jalan Nafas

Langkah kedua ketika Anda melihat terdapat teman atau seseorang yang pingsan di dekat Anda adalah perhatikan jalan nafasnya. Dengarkan dengan seksama apakah ada hembusan angin yang keluar dari mulut atau hidungnya. Hal ini dilakukan dengan mendekatkan telinga Anda ke dekat mulut pasien, sambil melihat pergerakan dada. Bila Anda tidak dapat merasakan atau mendengarkan ada hembusan nafas yang keluar dari mulut atau hidungnya, berarti dicurigai terjadi sumbatan pada jalan napasnya.

Jika menemukan hal ini, lakukan segera head tilt – chin lift, yakni memposisikan dagu pasien terangkat lebih tinggi dari dahi pasien. Dengan posisi ini maka mulut pasien akan terbuka, akan tampak adanya sumbatan seperti lidah yang terjatuh ke belakang ataukah ada sisa makanan yang menutup jalan napasnya.

Apabila hal ini terjadi, miringkan kepala pasien, singkirkan makanan ataupun lidah yang menutupi jalan napas dengan tangan Anda. Bila merasa jijik, Anda dapat menggunakan kain bersih atau sarung tangan ketika melakukan proses pertolongan ini. Jika tidak ada lidah ataupun makanan sisa yang menutup jalan nafas, maka lanjutkan pada tindakan pertolongan selanjutnya.

Tertutupnya jalan nafas dapat menghambat proses pertolongan pertama Anda. Karena oksigen atau udara yang tidak dapat masuk ke dalam paru paru. Otak tidak akan dapat teraliri oksigen dengan baik. Pasien tidak akan kunjung sadar.

3. Cek Nadi Pasien

Langkah ketiga adalah melakukan pengecekan pada nadi pasien atau seseorang yang mengalami pingsan. Pengecekan nadi dapat dilakukan pada pergelangan tangan, atau pada nadi di area kanan atau kiri leher.

Denyut nadi dikatakan normal ketika iramanya beraturan, dan jumlahnya 80 – 100 kali per menit. Apabila Anda merasakan denyut nadi yang semakin melemah, dan tidak beraturan maka ini merupakan tanda bahaya. Segera bawa pasien menuju rumah sakit atau layanan gawat darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan dan upaya pertolongan dengan lebih maksimal.

Jika ternyata denyut nadi teraba beraturan dan normal meski lemah. Maka kondisi pasien belum dikatakan berbahaya. Ia akan segera siuman dalam waktu yang tidak lebih dari 5 menit. Dampingi pasien dan lanjutkan pada proses pertolongan selanjutnya.

4. Posisikan Kaki Lebih tinggi dari Kepala

Pingsan terjadi akibat asupan darah yang menuju otak mengalami penurunan. Dengan memposisikan kaki lebih tinggi dari kepala pasien, maka aliran darah balik menuju otak akan meningkat. Dengan segera pasien akan bangun dari pingsannya.

Terkadang pingsan dapat terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu rendah. Setelah siuman, Anda dapat memberikan pasien atau seseorang yang pingsan sebatang coklat atau segelas teh manis hangat untuk mengembalikan gula darahnya menjadi normal.

Seketika setelah gula darah normal, maka pasien akan mendapatkan kembali energi untuk beraktifitas. Biarkan pasien yang siuman setelah pingsan untuk beristirahat sebentar untuk mengembalikan energi dan kesadaran kembali stabil. Sembari menunggu ambulan atau kendaraan yang akan mengantarkan pasien menuju pusat layanan kesehatan terdekat.

5. Longgarkan Pakaian Pasien

Pakaian yang terlalu sempit dapat mengganggu jalan napas pasien atau seseorang yang sedang pingsan. Longgarkan pakaian pasien yang terlalu ketat, seperti kancing pada daerah leher, sabuk pada perut dan biasanya pada pasien wanita adalah bra yang terlalu ketat. Tunggu dan dampingi hingga pasien siuman.

Bila pasien membawa alat komunikasi, cobalah untuk menyambungkan dengan orang tua atau keluarga dari pasien yang pingsan. Amankan juga barang-barang Anda dan barang-barang pasien, karena bisa jadi banyak pencuri yang mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan dengan mencuri barang yang berharga dan lupt dari pengawasan.

6. Telepon Rumah Sakit dan Polisi

Jika Anda menemui seseorang yang tidak dikenal mengalami pingsan, sebelum melaksanakan tindakan pertolongan apapun. Hendaknya menghubungi rumah sakit atau kantor polisi terdekat. Pihak rumah sakit akan membantu mengirimkan ambulance ke lokasi kejadian. Pihak rumah sakit juga yang lebih berhak memberikan penanganan dan pemeriksaan lanjutan terbaik.

Dari pihak kepolisian pun akan mencatat kejadian tersebut. Membantu mengamankan lokasi kejadian dan mengirimkan petugas untuk melakukan pemeriksaan kronologi kejadian. Polisi biasanya akan berkenan hadir pada kasus pingsan akibat kecelakaan maupun bencana seperti gedung runtuh ataupun kasus kegawatan lain.

Demikian 6 tahapan dan cara menangani orang pingsan yang cukup mudah untuk dipelajari. Bekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup. Sehingga ketika mengetahui seseorang pingsan di tengah jalan, Anda tidak akan ragu untuk memberikan pertolongan. Tidak hanya menjadi penonton yang justru membuat jalanan macet dan mempersulit proses evakuasi pasien. Semoga artikel ini bermanfaat, salam !

Leave A Reply

Your email address will not be published.

3 + 2 =