Let’s travel together.

Apakah Normal Jika Bayi Jarang Berkedip?

0 2

Kalau diperhatikan, Anda pasti menyadari bahwa mata bayi jarang berkedip bahkan ketika mereka sedang fokus melihat sesuatu. Padahal jika dibandingkan, Anda sendiri bisa berkedip lebih dari 15 kali dalam semenit. Apakah ini sesuatu yang normal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Kenapa Anda perlu mengedipkan mata?

Mata memerlukan pelumas berupa air mata untuk menghindari kondisi mata kering. Kelenjar air mata (lakrimalis) yang terletak di bagian atas mata menghasilkan air mata. Agar air mata tersebut mengalir ke bawah dan menyebar ke permukaan mata, mata perlu berkedip.

Selain membantu menyalurkan air mata, kedipan mata merupakan refleks alami tubuh untuk melindungi mata dari berbagai zat asing yang akan masuk dan melukai mata. Tindakan ini bisa Anda lakukan secara sengaja dan juga tidak.

Namun, pada saat-saat tertentu Anda mungkin mengedipkan mata lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Misalnya saat Anda marah, bersemangat, atau gelisah.

Kedipan mata ini terjadi secara spontan, namun bukan dipengaruhi oleh kondisi mata, melainkan perintah otak untuk meredakan ketegangan pikiran. Sama halnya ketika Anda menggerakkan kaki atau jari saat merasa gelisah.

Normalkah jika bayi jarang berkedip?

usia bayi bisa melihat

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa rata-rata berkedip sekitar 15 kali per menit. Namun, bayi yang baru lahir dan balita berkedip lebih jarang. Nah, ketika Anda menyadari mata bayi jarang berkedip, pasti membuat Anda bertanya-tanya sekaligus khawatir.

“Rata-rata bayi hanya berkedip sebanyak dua atau tiga kali per menit”, jelas Leigh Bacher, seorang dosen psikologi di State University of New York, seperti dikutip dari laman Live Science. Apakah ini normal atau pertanda dari suatu penyakit?

Penelitian menunjukkan bahwa mata yang berkedip ternyata berhubungan dengan kadar dopamine di dalam tubuh. Dopamine adalah senyawa kimia alami yang berperan dalam pengiriman sinyal di otak.

Ini dibuktikan dengan pasien penyakit skizofrenia yang mungkin lebih sering berkedip karena dopamine di dalam tubuhnya terlalu banyak. Sebaliknya, pasien penyakit Parkinson lebih jarang berkedip karena adanya gangguan saraf yang memengaruhi produksi dopamine.

Lalu, kenapa bayi baru lahir atau yang masih muda berkedip lebih jarang daripada orang dewasa? Periset percaya bahwa aktivitas dopamine bayi masih berkembang dan matanya masih belum membutuhkan banyak pelumas dibandingkan orang dewasa sehingga mereka akan lebih jarang berkedip.

Mata bayi belum berkembang sempurna

Kondisi ini mungkin juga dipengaruhi oleh kemampuan melihat bayi yang belum sempurna. Bayi yang baru lahir hanya bisa melihat sesuatu dari jarak dekat, paling jauh sekitar 20 sampai 30 cm.

Selain itu, mata bayi juga hanya mengenal tiga warna, hitam, putih, dan abu-abu. Kemampuan mengenal warna akan meningkat setelah bayi berusia 4 bulan.

Kemampuan melihat bayi yang masih belum cukup matang membuat mereka jadi jarang berkedip. Pasalnya, untuk mengenali orang-orang di sekelilingnya serta beradaptasi dengan dunia baru ia perlu menatap lebih lama.

Itulah sebabnya bayi kadang terlihat jarang berkedip dan menatap sesuatu tujuan yang jelas. Kemampuan melihat mereka akan benar-benar berfungsi secara maksimal ketika mereka berusia 3 sampai 5 tahun.

Yang harus diperhatikan orangtua

Jadi, bayi yang jarang berkedip bukanlah suatu keanehan yang perlu dikhawatirkan orangtua. Namun, Anda harus memerhatikan kelainan berkedip pada anak.

Jika si kecil tidak berkedip sama sekali dengan arah mata terlihat fokus ke satu titik (mata mendelik) selama beberapa saat, ini bisa menjadi tanda kejang pada anak. Kejang biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

+ 86 = 95