Let’s travel together.

Apa itu polip kolon?

0 0

Definisi

Apa itu polip kolon?

Polip kolon adalah gumpalan kecil bertangkai yang terbentuk pada lapisan usus besar. Kebanyakan polip kolon tidak begitu berbahaya, tetapi beberapa polip kolon dapat berkembang menjadi kanker kolon, yang sering kali fatal jika baru ditemukan pada stadium akhir.

Polip kolon terletak dan tumbuh pada usus besar (kolon). Penyebab dari kebanyakan polip kolon tidak diketahui.

Tes skrining rutin sangat penting seperti kolonoskopi, karena polip kolon yang ditemukan pada tahap awal biasanya dapat diangkat dengan aman dan menyeluruh. Pencegahan terbaik untuk kanker kolon adalah skrining  untuk polip secara teratur.

Seberapa umumkah polip kolon?

Ini dapat mengenai pasien pada usia berapapun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip kolon?

  • Perdarahan rektum. Ini bisa menjadi tanda polip kolon atau kanker atau kondisi lainnya seperti wasir atau sobekan kecil pada anus.
  • Perubahan warna feses. Darah bisa muncul dalam bentuk garis-garis merah pada feses atau membuat feses tampak hitam. Namun, perubahan pada warna juga bisa disebabkan oleh makanan, obat-obatan dan suplemen.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar. Sembelit atau diare yang berlangsung lebih lama dari satu minggu kemungkinan bisa berpotensi terdapat polip kolon yang besar. Namun, sejumlah kondisi lain juga bisa menyebabkan perubahan kebiasaaan buang air besar.
  • Nyeri, mual, atau muntah. Polip kolon yang besar bisa menyumbat sebagian usus, menyebabkan kram nyeri perut, mual dan muntah.
  • Anemia akibat kekurangan zat besi. Perdarahan dari polip bisa terjadi secara bertahap, tanpa darah yang tampak di feses. Perdarahan kronis menghilangkan logam yang penting bagi tubuh untuk memproduksi zat besi. Zat ini memungkinkan sel-sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke tubuh (hemoglobin). Hasilnya adalah anemia akibat kekurangan zat besi, yang bisa membuat Anda merasa lelah dan sesak napas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda mengalami yang berikut:

  • nyeri perut
  • darah di feses
  • perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih lama dari satu minggu

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab polip kolon?

Penyebab polip kolon tidak jelas, tetapi polip bisa merupakan hasil dari pertumbuhan jaringan yang abnormal. Secara berkala, tubuh membangun sel-sel sehat baru untuk menggantikan sel-sel lama yang rusak atau tidak lagi dibutuhkan. Pertumbuhan dan pembelahan sel-sel baru biasanya terkendali. Akan tetapi dalam beberapa kasus, sel-sel baru terbentuk dan terbelah sebelum dibutuhkan. Pertumbuhan yang berlebihan ini menyebabkan polip terbentuk. Polip dapat terbentuk di setiap bagian kolon.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk polip kolon?

Ada banyak faktor risiko untuk polip kolon, seperti:

  • berusia lebih dari 50 tahun
  • kelebihan berat badan
  • memiliki riwayat polip atau kanker kolon di keluarga
  • pernah memiliki polip di masa lalu
  • pernah memiliki kanker ovarium atau rahim sebelum usia 50 tahun
  • memiliki kondisi peradangan yang memengaruhi kolon, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif
  • memiliki diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol
  • memiliki gangguan bawaan, seperti sindrom Lynch atau sindrom merokok Gardner
  • sering minum alkohol
  • menjalani gaya hidup dimana terus menerus duduk
  • makan diet tinggi lemak

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana polip kolon didiagnosis?

  • Tes feses. Dalam fecal immunochemical test (FIT) dan fecal occult blood test (FOBT), sampel feses diperiksa untuk tanda-tanda kanker.
  • Kolonoskopi. Dalam tes ini, dokter memasukkan selang pandang kecil jauh ke dalam usus besar dan mencari polip. Dokter juga dapat mengambil polip yang ditemukan.
  • Sigmoidoskopi fleksibel. Tes ini seperti kolonoskopi, kecuali bahwa selang pandang ini lebih pendek sehingga dokter hanya dapat melihat bagian terakhir dari usus besar. Dokter dapat mengangkat polip selama tes ini.
  • Tes skrining yang kurang umum termasuk stool DNA test (sDNA) dan computed tomographic colonography (CTC).

Apa saja pengobatan untuk polip kolon?

Dokter kemungkinan akan mengangkat semua polip yang ditemukan dalam pemeriksaan usus. Pilihan untuk pengangkatan meliputi:

  • Pengangkatan dalam skrining. Kebanyakan polip dapat diangkat dengan tang (forcep) biopsi atau kawat melingkar yang menjerat polip. Ini dapat dibantu dengan menyuntikkan cairan di bawah polip untuk membuatnya menonjol dari dinding untuk diangkat. Jika polip lebih besar dari 0,75 inci (sekitar 2 sentimeter), cairan dapat disuntikkan ke bawahnya untuk menaikkannya dan mengisolasi polip dari jaringan sekitarnya sehingga dapat diangkat (reseksi mukosa endoskopi).
  • Operasi invasif minimal. Polip yang terlalu besar atau tidak dapat dicapai dengan aman dalam skrining biasanya diangkat menggunakan operasi invasif minimal.
  • Pengangkatan kolon dan rektum. Jika Anda memiliki sindrom warisan yang langka, seperti FAP, Anda mungkin membutuhkan operasi untuk mengangkat kolon dan rektum (proktokolektomi total).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip kolon?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi polip kolon:

  • Makan buah-buahan, sayuran dan gandum utuh.
  • Kurangi asupan makanan tinggi lemak, daging merah, dan makanan olahan.
  • Batasi konsumsi alkohol.
  • Jangan menggunakan tembakau.
  • Mulai aktif secara fisik dan pertahankan berat badan sehat.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai kalsium. Studi telah menunjukkan bahwa meningkatkan konsumsi kalsium dapat membantu mencegah kekambuhan adenoma kolon. Namun, tidak jelas apakah kalsium memiliki manfaat perlindungan terhadap kanker kolon.
  • Masalah aspirin. Penggunaan aspirin secara rutin dapat mengurangi risiko polip. Namun, penggunaan aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan gastrointestinal, jadi konsultasikan pada dokter terlebih dahulu.
  • Riwayat keluarga. Jika Anda memiliki riwayat polip kolon di keluarga, pertimbangkan menjalani konseling genetik. Jika Anda telah didiagnosis dengan gangguan warisan yang menyebabkan polip kolon, Anda akan membutuhkan kolonoskopi rutin dimulai pada usia dewasa awal.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

36 + = 39