Let’s travel together.

Apa itu kutu air?

0 0

Definisi

Apa itu kutu air (tinea pedis)?

Kutu air adalah infeksi jamur menular yang biasanya muncul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki. Kondisi yang juga dikenal dengan nama tinea pedis dan athlete’s foot ini, biasanya terjadi jika Anda memiliki kaki yang mudah berkeringat.

Ditambah bila Anda hobi sekali menggunakan kaus kaki dan sepatu tertutup. Akibatnya, kaki akan selalu dalam keadaan lembab dan hangat yang kemudian memicu pertumbuhan jamur. Pasalnya, lingkungan yang lembab merupakan tempat paling ideal bagi jamur untuk tumbuh dan berkembang.

Ambil contohnya seperti pada kolam renang, lantai kamar mandi umum, ruang ganti pakaian, serta sering memakai sepatu dan kaus kaki. Meski bisa terjadi kapan saja, tapi kebanyakan kasus tinea pedis ini muncul di musim panas dengan kondisi cuaca yang hangat dan lembab.

Jika berkembang, kutu air bisa mengakibatkan kulit kaki gatal, kemerahan, terkelupas, terasa terbakar, bahkan tak jarang sampai mengalami luka. Selain tumbuh di kaki, jamur penyebab kutu air juga bisa menyebar sampai ke kuku kaki bahkan ke tangan. Athlete’s foot atau kaki atlet merupakan nama lain dari kutu air, karena infeksi jamur ini awalnya sering dialami oleh para atlet.

Seberapa umumkah kutu air?

Kutu air atau athelete’s foot sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Baik pria dan wanita, dengan usia berapa pun memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalami tinea pedis ini. Hanya saja, jika dibandingkan dengan anak-anak, orang dewasa cenderung lebih sering mengalami kutu air.

Bahkan jumlah kasusnya, umumnya lebih banyak menimpa pria ketimbang wanita. Bukan hanya itu saja, kutu air juga lebih sering terjadi pada orang yang hobi memakai sepatu ketat. Gemar berenang dan sering menggunakan kamar mandi umum juga menempat Anda pada risiko tinggi untuk terserang kutu air.

Apalagi jika Anda sering berolahraga, tidak menutup kemungkinan kalau jamur tinea pedis akan tumbuh dan berkembang di kaki. Namun, jangan khawatir. Anda dapat menghindari kemungkinan terserang tinea pedis dengan mengurangi faktor risiko yang Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kutu air?

Tanda dan gejala kutu air atau tinea pedis bisa berbeda-beda antara orang yang satu dan lainnya. Namun, gejala kutu air yang paling umum meliputi:

  • Iritasi seperti gatal, muncul sensasi panas, terbakar, serta menyengat di antara jari-jari kaki.
  • Bagian samping dan telapak kaki juga terasa sangat gatal.
  • Kulit melepuh dan lecet akibat gatal pada kaki.
  • Area kulit kaki yang terkena tampak berwarna kemerahan.
  • Kulit kaki terlihat pecah-pecah dan mengelupas, yang paling sering terjadi di antara jari kaki dan pada telapak kaki.
  • Kulit tampak lebih kering pada area telapak atau sisi samping kaki.
  • Kuku kaki mengalami perubahan warna, serta mejadi lebih tebal dan mudah rapuh.
  • Kuku kaki terluka bahkan terlihat keluar dari tempatnya semula.

Terkadang, mungkin akan muncul cairan dari area kulit kaki yang ditumbuhi jamur tinea pedis. Cairan tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal, sensasi panas, bahkan mengakibatkan pembengkakan. Tak jarang pula, luka terbuka pada kaki akibat kutu air tersebut akan membuatnya lebih rentan terpapar bakteri.

Jika tidak segera diobati, tentu infeksi jamur tersebut bisa dengan mudah menyebar dari kulit kaki sampai ke jari-jari kaki. Dalam beberapa kasus yang cukup jarang, tinea pedis atau athlete’s foot ini bisa menyebar sampai ke tangan.

Tinea pedis yang muncul di tangan akan menimbulkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan di kaki. Lupa mencuci tangan setelah menyentuh area kaki yang mengalami kutu air, atau kemudian menggaruk bagian tubuh lainnya, bisa meningkatkan persebaran jamur.

Alhasil, bagian tubuh Anda yang lainnya pun turut berisiko mengalami kutu air atau athlete’s foot. Maka dari itu, penting untuk merawat kaki dengan baik dan benar setelah gejalanya muncul. Usai menyentuh area kulit yang mengalami athlete’s foot, jangan lupa untuk segera mencuci tangan dengan sabun dan air.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki ruam, gatal, dan luka di kaki yang tidak kunjung membaik setelah cukup lama melakukan pengobatan sendiri. Apabila Anda mengidap diabetes dan khawatir dengan kemungkinan akan mengalami tinea pedis, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Khususnya ketika Anda menyadari timbul infeksi pada kulit, yang ditandai dengan berwarna kemerahan, terasa gatal, perih, bahkan lecet. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kutu air?

Namanya memang kutu air, tapi penyebab penyakit ini bukanlah karena kutu sungguhan, melainkan akibat dari infeksi jamur. Ukuran jamur yang sangat kecil tersebut, bahkan tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang, hidup di dalam jaringan kulit dan kuku kaki.

Setidaknya ada beberapa jenis jamur yang diketahui menyebabkan kutu air, seperti:

  • Trichophyton T. rubrum
  • T. interdigitale
  • Epidermophyton floccosum

Kesemua jenis jamur tersebut masuk ke dalam kelompok jamur dermatofita, yang mampu membuat kulit dan kuku kaki rusak. Hal ini dikarenakan ketiga jenis jamur tersebut memiliki kemampuan untuk hidup di dalam jaringan keratin. Keratin adalah protein yang terdapat pada kuku dan rambut, dengan tugas untuk menjaga agar kuku dan rambut senantiasa sehat.

Sebenarnya kelompok jamur tersebut memang biasa hidup di kulit manusia. Dengan catatan, selama kulit Anda kering dan bersih, jamur tersebut otomatis tidak bisa berkembang. Sebaliknya, jamur akan dengan mudah tumbuh dan berkembang biak ketika kaki sedang dalam kondisi lembab dan hangat.

Tinea pedis merupakan kondisi yang bisa menular melalui bebepa cara, yakni:

Kontak langsung

Kutu air bisa dengan mudah menular dan menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Misalnya ketika tanpa sengaja tangan atau kaki Anda bersentuhan langsung dengan luka tinea pedis orang lain. Hal inilah yang nantinya membuat jamur penyebab infeksi berpindah ke tubuh orang yang sehat.

Kontak tidak langsung

Selain dengan kontak langsung, jamur penyebab tinea pedis juga bisa berpindah melalui kontak tidak langsung. Dalam hal ini, Anda bisa tertular kutu air karena menyentuh alat pribadi yang sudah terkontaminasi. Entah itu pakaian, kaus kaki, sepatu, handuk, atau lain sebagainya.

Setelah berpindah ke tubuh lainnya, jamur biasanya tidak langsung tumbuh begitu saja. Jamur baru akan tumbuh subur ketika kaki Anda dalam kondisi basah dan lembab. Itulah mengapa athlete’s foot sering sekali dialami oleh orang yang rajin berolahraga, berenang, atau menggunakan kamar mandi umum.

Terlebih ketika Anda kurang menjaga kebersihan kaki. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah biasanya juga lebih rentan terkena kutu air.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kutu air?

Siapa pun sebenarnya punya risiko yang sama untuk mengalami athlete’s foot. Namun, Anda akan lebih rentan terkena athlete’s foot ini jika memiliki faktor risiko seperti:

  • Berjalan tanpa alas kaki di tempat-tempat umum yang berisiko tinggi mengalami penyebaran. Misalnya kamar ganti, sauna, kolam renang, dan kamar mandi umum.
  • Bertukar kaus kaki, sepatu atau handuk dengan orang yang terinfeksi.
  • Sering memakai sepatu dan kaus kaki ketat, atau yang menutupi kuku.
  • Memiliki kaki yang gampang berkeringat.
  • Membiarkan kaki Anda basah atau berkeringat, kemudian langsung menggunakan sepatu atau kaus kaki dalam jangka waktu yang lama.
  • Memiliki cedera ringan pada kulit atau kuku kaki Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kutu air?

Penting untuk diperhatikan, bahwa tidak semua kaki gatal, luka, dan mengelupas selalu mengindikasian adanya tinea pedis. Biasanya, dokter bisa langsung mendiagnosis infeksi jamur ini hanya dengan melihat kondisi dan gejalanya saja.

Atau cara lainnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan kuli untuk memastikan kondisi tersebut benar kutu air. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel kulit yang terinfeksi, kemudian membawanya ke laboratium. Selanjutnya, sampe kulit tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk dicari tahu penyebabnya.

Bagaimana cara mengobati kutu air?

Pengobatan kutu air umumnya ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kondisi tersebut. Jika tergolong ringan, obat-obatan topikal yang dijual bebas (OTC) sudah bisa membantu menyembuhkan gejala. Namun ketika kondisinya sudah cukup parah, dokter biasanya akan meresepkan jenis obat lainnya yang lebih kuat.

Obat untuk kutu air yang biasanya diresepkan oleh dokter yakni obat antijamur oral (minum). Tujuannya tentu untuk membunuh jamur sekaligus menghentikan pertumbuhannya. Penting untuk meyelesaikan waktu konsumsi obat sampai selesai guna mencegah infeksi datang kembali.

Berikut adalah beberapa pilihan obat OTC dan resep yang kerap dianjurkan dokter:

Obat yang dijual bebas (OTC)

Ada berbagai jenis obat antijamur topikal OTC, yakni:

Obat resep

Jika obat bebas tidak berhasil atau jika Anda memiliki infeksi yang parah, Anda mungkin harus menggunakan antijamur yang diresepkan oleh dokter. Beberapa pilihan obat resep untuk athlete’s foot, meliputi:

  • Obat topikal clotrimazole dengan resep
  • Obat topikal miconazole dengan resep
  • Obat antijamur oral, seperti itraconazole (Sporanox), fluconazole (Diflucan), dan terbinafine (Lamisil) dengan resep
  • Obat steroid topikal
  • Antibiotik oral untuk perkembangan infeksi bakteri akibat kulit yang terluka

Terkadang, jika gejala tinea pedis sudah terbilang sangat parah, dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menggunakan hidrokortison. Hidrokortison dengan dosis rendah bisa diperoleh secara bebas. Sementara untuk dosis yang lebih kuat harus melalui resep dokter.

Namun perhatikan, tidak semua orang bisa diberikan obat antijamur seperti yang dipaparkan sebelumnya. Bahkan, dosis pemberiannya pun bisa berbeda. Misalnya bagi anak-anak dan lansia yang mengidap kutu air.

Beberapa jenis obat antijamur juga tidak dianjurkan untuk diminum selama kehamilan. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter untuk pengobatan terbaik bagi kondisi tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kutu air?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi kutu air atau athlete’s foot:

  • Rutin mencuci kaki dengan sabun dan air.
  • Rendam kaki dalam air garam atau cuka encer untuk membantu meredakan luka.
  • Merendam kaki dalam larutan minyak pohon teh (tea tree oil) dapat membantu memulihkan gejala.
  • Rutin mengganti sepatu dan kaus kaki sesering mungkin, supaya kaki selalu dalam keadaan bersih dan kering.
  • Selalu gunakan handuk bersih, dengan rutin mencucinya secara teratur. Hindari meminjam handuk orang lain, atau meminjamkan handuk Anda dengan orang lain.

Setelah membersihkan kaki, pastikan kaki Anda sudah benar-benar dalam keadaan kering. Khususnya kulit di antara jari-jari kaki, yang rentan tertutup dan sering terlewat untuk dikeringkan.

Pencegahan

Apa saja yang bisa saya lakukan untuk mencegah kutu air?

Sebelum kutu air benar-benar terjadi, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegahnya:

  • Jaga kaki agar selalu dalam keadaan kering, terutama setelah mandi, berenang, atau mencuci kaki.
  • Pakailah sepatu atau sandal yang nyaman, usahakan tidak tertutup ketika kaki masih dalam keadaan basah.
  • Rutin mengganti kaus kaki secara teratur, terutama jika Anda mudah berkeringat.
  • Gunakan bedak untuk menjaga agar kaki tetap kering.
  • Gunakan kaus kaki dengan bahan yang dapat menyerap keringat.
  • Angin-anginkan sepatu Anda selama beberapa waktu, sebelum memakainya kembali.
  • Selalu unakan sandal jepit saat berada di kolam renang dan kamar mandi umum.
  • Hindari bertukar sepati dengan orang lain, karena dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur.
  • Usahakan untuk memakai sepatu yang ringan dan tidak terlalu ketat. Hindari sepatu dengan bahan sintetis seperti vinil atau karet, karena cenderung lembab dan tidak menyerap keringat.
  • Miliki sepatu cadangan, sehingga bisa digunakan bergantian dengan sepatu lainnya. Cara ini dapat memberikan waktu bagi sepatu untuk mengeringkan dirinya sebelum dipaki kembali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

4 + = 7