Let’s travel together.

Apa Itu Kulit Berminyak?

0 0

Definisi

Apa itu kulit berminyak?

Kulit berminyak (oily) adalah kondisi ketika kelenjar sebaceous menghasilkan terlalu banyak minyak di kulit. Akibatnya, kulit terlihat mengkilap dan berkilau.

Sebenarnya minyak membantu menjaga kulit tetap lembap. Akan tetapi, jika produksi minyaknya terlalu banyak kadang akan menimbulkan masalah.

Orang dengan kulit berminyak biasanya lebih rentan berjerawat. Ini karena kotoran dengan mudah menempel di kulit hingga akhirnya menyumbat pori.

Selain itu, sel-sel kulit mati pada orang dengan kulit berminyak biasanya sulit untuk luruh dan jatuh. Akibatnya, sel-sel kulit mati yang harusnya rontok dengan sendirinya ini malah menyumbat pori-pori di wajah.

Masalah minyak berlebih terutama sering terlihat pada wajah. Namun, kulit kepala juga termasuk bagian yang rentan berminyak.

Tanda-tanda&gejala

Apa saja tanda dan gejala kulit berminyak?

Minyak biasanya paling sering muncul pada wajah dan kulit kepala. Orang yang memiliki kulit berminyak umumnya memiliki tanda-tanda dan gejala seperti:

Berbagai tanda dan gejala ini tingkatannya bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang kulit wajahnya sangat berminyak dengan pori yang besar tetapi ada juga yang hanya minyakan tetapi pori-porinya kecil.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda hanya memiliki kulit berminyak saja tak perlu sampai pergi ke dokter. Namun, jika kondisi ini membuat wajah ditumbuhi jerawat yang tak kunjung hilang meski telah diobati, segera pergi ke dokter.

Selain itu, konsultasikan juga ke dokter jika kulit kepala Anda memproduksi minyak terlalu banyak hingga dipenuhi tumpukan sel kulit mati.

Konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kondisi. Jangan menunda lagi untuk memeriksakan diri jika dari hari ke hari jerawat atau ketombe justru semakin parah.

Penyebab

Apa saja penyebab kulit berminyak?

Ada banyak penyebab kulit berminyak. Anda harus tahu kira-kira faktor apa yang membuat Anda mengalami kondisi ini agar bisa mencari tahu solusinya.

Berikut berbagai faktor yang menyebabkan kulit menjadi berminyak:

Faktor genetik

Kondisi ini cenderung diturunkan dari dalam keluarga. Oleh karena itu, jika salah satu orangtua memiliki kondsi ini, Anda juga kemungkinan memiliki masalah yang sama.

Apalagi jika kedua orangtua memiliki kulit berminyak. Risiko Anda untuk mengalami kondisi yang sama juga semakin besar.

Usia

Biasanya orang-orang di usia muda lebih rentan mengalami kulit yang berminyak. Pasalnya, semakin tua usia seseorang produksi minyak di kulit akan semakin sedikit.

Kulit yang menua kehilangan protein seperti kolagen. Akibatnya, kelenjar sebaceous pun bekerja lebih lambat. Itu sebabnya banyak orang tua memiliki kulit yang cenderung kering.

Ketika kulit mulai kering, garis-garis halus dan kerutan pun akan lebih terlihat karena kurangnya kolagen dan minyak (sebum).

Oleh sebab itu, salah satu keuntungan memiliki kulit berminyak yaitu tanda-tanda penuaan yang biasanya muncul lebih lambat.

Cuaca

Cuaca panas dan lembap cenderung membuat wajah dan kulit kepala seseorang menjadi lebih berminyak. Oleh karena itu, di musim kemarau terutama, produksi minyak cenderung lebih banyak.

Memiliki pori-pori yang besar

Pori-pori wajah bisa membesar dan melebar seiring dengan pertambahan usia, kenaikan berat badan, dan jerawat. Orang yang berpori besar biasanya cenderung memproduksi minyak lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak.

Pori-pori wajah yang besar tidak dapat dikecilkan. Namun, Anda bisa menyamarkannya dengan produk riasan untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Tidak cocok dengan produk skincare

Kulit berminyak juga kerap disebabkan karena Anda salah memilih produk perawatan kulit. Misalnya, menggunakan krim untuk kulit kombinasi padahal kulit Anda sangat berminyak. Atau menggunakan sampo untuk rambut kering padahal rambut Anda berminyak.

Oleh karena itu, sebelum membeli produk perawatan kulit tertentu kenali dulu jenis kulit Anda dan baca label produknya. Menggunakan produk perawatan yang benar bisa membuat perbedaan yang cukup signifikan pada wajah dan kulit kepala.

Berlebihan merawat kulit

Merawat kulit dengan berbagai produk tertentu memang perlu. Namun, jangan terlalu berlebihan terutama dalam mencuci muka dan mengeksfoliasi kulit.

Mencuci muka dan melakukan eksfoliasi bertujuan untuk membersihkan minyak dan sel kulit mati yang menumpuk.

Namun, jika dilakukan terlalu sering akan ada banyak minyak yang hilang dari kulit. Akibatnya, kelenjar sebaceous menghasilkan lebih banyak minyak untuk kembali membasahi kulit Anda.

Untuk itu, sebaiknya cuci muka dua kali sehari saja untuk mencegah produksi minyak berlebih di wajah.

Tidak menggunakan pelembap

Siapa bilang pelembap bikin kulit makin minyakan? Pelembap justru membantu menjaga kulit tetap lembap dan terhidrasi dengan baik,

Oleh karena itu, semua orang butuh pelembap agar kulitnya tidak kering. Jadi, jangan justru melewatkan pakai pelembap wajah hanya karena memiliki kulit dengan minyak berlebih.

Justru yang perlu Anda lakukan adalah memilih pelembap yang tepat. Pelembap berbahan dasar air sangat cocok dan bisa bekerja efektif untuk orang dengan kulit berminyak.

Pilihlah produk yang berlabel “bebas minyak” dan “non-komedogenik”. Hal ini dilakukan agar produk yang Anda beli tak menyumbat pori.

Hormon yang tidak seimbang

Ketidakseimbangan hormon ternyata bisa membuat kelenjar sebaceous terlalu aktif. Biasanya hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti pola makan, olahraga, penggunaan alat kontrasepsi, menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kulit berminyak?

Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi kulit yang satu ini:

Mengonsumsi produk susu

Banyak penelitian yang menunjukkan fakta bahwa berbagai produk susu menyebabkan produksi minyak menjadi tidak seimbang.  Produk susu ternyata bisa merangsang kelenjar minyak di kulit dan bahkan menyebabkan jerawat.

Stres

Stres tak hanya berdampak pada sisi emosional saja tetapi juga bisa berpengaruh ke fisik salah satunya kulit. Ketika seseorang stres, produksi hormon kortisol akan meningkat. Hal ini kemudian memicu peningkatan produksi minyak, jerawat, dan masalah kulit lainnya.

Menggunakan riasan yang tebal

Riasan yang tebal dapat menghalangi pori-pori hingga akhirnya meningkatkan produksi minyak. Untuk si pemilik kulit berminyak usahakan untuk menggunakan produk seringan mungkin dengan label “oil free” atau “oil control“.

Kurang minum air

Menurut Dr. Anna Avaliani, MD, seorang ahli laser kulit di New York, menyatakan bahwa minum cukup air membantu mengurangi sumbatan pada kelenjar kulit. Oleh karena itu, kelenjar minyak tidak terpicu untuk memproduksi minyak berlebih.

Perawatan

Apa saja pilihan perawatan untuk kulit berminyak?

Memiliki kulit yang berminyak tentu butuh perawatan khusus. Tujuannya agar minyak di wajah tak semakin bertambah hingga bisa menyebabkan jerawat dan masalah lainnya. Berikut berbagai perawatan yang bisa dicoba:

Rajin mencuci muka

Mencuci muka dua kali sehari menjadi rutinitas wajib yang tak boleh dilewatkan. Bersihkan wajah saat pagi setelah bangun tidur dan malam hari sebelum terlelap kembali.

Gunakan produk pembersih wajah yang sesuai jenis kulit. Usahakan untuk membeli produk sabun dengan bahan yang ringan tanpa wewangian atau bahan kimia keras yang bisa mengiritasi kulit.

Gunakan toner setelah mencuci muka

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menemukan fakta bahwa astringent alami seperti witch hazel bisa menenangkan kulit.

Pada sebagian orang, astringent alami membantu membuat pori yang membesar tampak lebih kecil. Selain itu, toner ini juga bisa menghilangkan sisa  produk make up yang menyumbat pori.

Namun, tidak semua orang dengan kulit yang berminyak cocok menggunakan astringent alami. Terkadang ada orang yang justru kulitnya terasa gatal atau seperti kesemutan. Oleh karena itu, selalu tes produk sebelum menggunakannya ke seluruh wajah.

Jika tidak cocok, Anda bisa menggunakan toner jenis apa pun yang tidak menimbulkan efek yang merugikan. Toner yang mengandung asam laktat, glikolat, atau salisilat bisa membantu membersihkan pori dengan cara mengeksfoliasi kulit mati.

Gunakan pelembap

Pelembap banyak dihindari oleh orang dengan kulit berminyak hanya karena dianggap menambah kilang minyak di wajah. Padahal, orang dengan tipe kulit ini juga bisa mengalami kulit kering dan dehidrasi.

Pilihlah pelembap berbahan ringan yang mengandung asam hialuronat atau lemon yang memiliki sifat anti astringent dan anti bakteri. Selain itu, carilah produk berlabel non-komedogenik berbahan dasar air agar tidak menyumbat pori.

Hindari menyentuh wajah dengan tangan

Memiliki kulit yang oily membuat Anda jauh lebih rentan berjerawat dibanding orang dengan kulit kering. Pasalnya sebum atau minyak menjadi pemicu utama kemunculan jerawat.

Untuk mencegah kemunculan jerawat di kulit, sebaiknya hindari menyentuh wajah dengan tangan. Meski kelihatannya bersih, ada banyak sekali kuman tak terlihat yang bersarang di tangan. Semakin sering menyentuh wajah, semakin tinggi pula risiko Anda untuk berjerawat.

Gunakan kertas minyak

Blotting paper atau kertas minyak membantu menghilangkan kelebihan minyak di wajah dengan cara menyerapnya. Anda hanya perlu menekan kertas dengan lembut ke wajah dan biarkan selama beberapa detik. Jangan menggosokkan kertas di wajah karena justru membuat minyak menyebar ke area lainnya.

Pilih produk perawatan dan riasan yang bebas minyak

Ketika memiliki kulit berminyak, hindari gunakan produk perawatan berbahan dasar minyak. Justru Anda perlu memilih produk berbahan dasar air. Produk ini biasanya berbentuk gel dan tidak meninggalkan kesan berat pada kulit.

Jangan lupa memeriksa label produk terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Anda memiliki produk yang tepat. Jika memungkinkan pilihlah produk yang berlabel non-komedogenik untuk wajah. Label menandakan bahwa produk tidak menyebabkan pori tersumbat (komedo) sehingga bisa memicu jerawat.

Sementara untuk rambut, pilihlah yang tidak menggunakan bahan silikon. Tumpukan silikon di rambut bisa membuatnya terlihat semakin berminyak.

Rajin keramas

Memiliki kulit kepala berminyak membuat rambut lepek. Oleh karena itu, Anda perlu rajin-rajin keramas setiap dua hari sekali. Bahkan pada sebagian orang yang rambutnya sangat berminyak, keramas setiap hari menjadi solusinya.

Sampo yang Anda gunakan akan membantu menghilangkan minyak berlebih. Selain itu, sampo juga membantu membersihkan kulit kepala dari semua kotoran yang menempel.

Pilihlah produk sampo yang sesuai dengan masalah rambut Anda. Sebisa mungkin hindari produk berbahan keras apalagi jika Anda keramas setiap hari.

Memilih makanan yang tepat

Tidak semua makanan berminyak membuat wajah semakin seperti kilang minyak. Faktanya, minyak ikan atau asam lemak omega 3 membantu merawat kulit berminyak agar terhindar dari kemunculan jerawat.

Ini karena kandungan antiradang di dalam minyak ikan yang cukup tinggi.  Di sisi lain,kurangi konsumsi berbagai produk susu, makanan manis, dan karbohidrat olahan seperti roti atau kue.

Selain memilah makanan dan minuman yang tepat, usahakan untuk sering makan dalam porsi kecil tetapi sering. Tujuannya agar gula darah tetap stabil sehingga mengurangi produksi minyak yang menyumbat pori.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kulit berminyak?

Kulit berminyak tidak selalu bisa dicegah apalagi jika penyebabnya genetik atau hormon. Di luar itu, Anda bisa melakukan serangkaian perawatan kulit seperti yang telah dijelaskan untuk membantu mengendalikannya.

Usahakan untuk menghindari pemakaian make up terlalu tebal agar wajah tak semakin terlihat basah. Sebaiknya, kurangi pemakaian alas bedak karena produk inilah yang biasanya menyumbat pori.

Anda juga bisa rutin menggunakan masker wajah untuk membantu mengendalikan produksi minyak di kulit. Masker clay atau tanah liat bisa menjadi pilihan yang tepat.

Masker ini mengandung mineral seperti smectite atau bentonite yang bisa menyerap minyak dan mengurangi kilau pada kulit tanpa mengiritasinya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

− 3 = 4