Let’s travel together.

Apa itu epididimitis?

0 0

Definisi

Apa itu epididimitis?

Epididimitis adalah kondisi di mana epididimis meradang akibat infeksi atau kondisi lainnya. Epididimis sendiri adalah saluran pada bagian belakang testis yang membawa sperma dari testis menuju uretra.

Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyakit menular seksual. Bila testis juga terinfeksi, maka kondisi tersebut disebut epididymo-orchitis.

Seberapa umumkah epididimitis?

Epididimitis sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini biasanya menyerang pria berusia di antara 19 hingga 35 tahun dan dapat dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epididimitis?

Gejala-gejala umum dari epididimitis adalah:

  • Epididimis nyeri dan bengkak
  • Demam ringan
  • Merinding
  • Buang air kecil yang sering dan terasa sakit
  • Keluar cairan dari penis
  • Nyeri pada testis
  • Hubungan seks terasa sakit
  • Terdapat darah pada air mani.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab epididimitis?

Penyebab dari epididimitis tergantung pada usia dan perilaku Anda, seperti:

  • Penyakit menular seksual: penyebab utama epididimitis pada pria muda adalah gonore dan klamidia.
  • Infeksi: infeksi bakteri non-seksual juga dapat menyebabkan epididimitis, bakteri dapat berpindah dari area yang terinfeksi menuju epididimis apabila Anda memiliki infeksi saluran kencing atau prostat.
  • Amiodarone (Pacerona) adalah obat untuk jantung yang dapat menyebabkan peradangan epididimis.
  • Urin pada epididimis (epididimis kimia) terjadi apabila ada aliran urin mengarah ke arah sebaliknya akibat mengangkat barang yang berat atau mengedan.
  • Trauma akibat cedera paha.
  • Infeksi tuberkulosis: kondisi ini adalah penyebab yang langka.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk epididimitis?

Ada banyak faktor risiko untuk epididimitis, yaitu:

  • Jika Anda belum disunat.
  • Jika Anda melakukan hubungan seks yang tanpa pengaman atau dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual.
  • Anda memiliki tuberkulosis.
  • Anda memiliki gangguan pada saluran kencing.
  • Anda baru saja menjalani operasi saluran kencing atau mengalami cedera paha.
  • Anda menggunakan kateter urin/selang kencing.
  • Anda menggunakan amiodarone.
  • Prostat Anda membesar.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana epididimitis didiagnosis?

Dokter dapat memulai dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa testis atau area kunci paha dan perubahan yang abnormal, seperti keluar cairan dari penis. Dokter dapat mengambil sampel cairan untuk menguji adanya penyakit.

Beberapa tes lainnya untuk mendiagnosis epididimitis adalah:

  • Tes urin dan darah: sampel diambil untuk dilihat adanya kelainan.
  • Ultrasound (USG): tes pencitraan ini dapat mengeliminasi torsi testis dan kondisi lainnya. Tes ini membantu dokter untuk melihat bagian tubuh secara jelas dan melihat penyebab utama.

Apa saja pengobatan untuk epididimitis?

Epididimitis dapat diobati dengan obat-obatan untuk membunuh bakteri atau mengendalikan kondisi penyebab. Beberapa obat-obatan yang sering digunakan adalah:

  • Antibiotik
  • Penawar rasa sakit
  • Obat anti peradangan

Operasi diperlukan apabila epididimis perlu diangkat atau untuk mengeliminasi penyebab.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi epididimitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi epididimitis:

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur
  • Hindari hubungan seksual dengan orang lain untuk mencegah penyebaran infeksi
  • Hindari mengangkat objek yang berat
  • Kenakan peralatan atletik pendukung jika Anda berolahraga dengan benturan keras.
  • Carilah posisi yang nyaman untuk mengangkat skrotum dan tempelkan ice packs untuk mengurangi pembengkakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

6 + 3 =