Let’s travel together.

Apa itu divertikulitis?

0 0

Definisi

Apa itu divertikulitis?

Diverkulitis adalah gangguan di mana kantung-kantung pada usus besar meradang dan terinfeksi. Diverkulitis dapat menjadi radang minor maupun infeksi serius. Komplikasi meliputi perdarahan dari usus besar (kolon), pecahnya dinding kolon, usus tersumbat, dan abses.

Usus besar (kolon) adalah bagian akhir pada saluran pencernaan yang melakukan tugas penting dalam menyerap air dan vitamin dan mengubah makanan yang dicerna menjadi feses. Makanan melewati usus besar sebelum keluar dari tubuh sebagai feses.

Pada penyakit divertikular, beberapa bagian dari dinding kolon lemah. Bagian yang lemah ini dapat menggembung seperti kantung-kantung kecil. Bagian-bagian ini dapat menjadi kemerahan dan bengkak (meradang) dan terinfeksi.

Seberapa umumkah divertikulitis?

Divertikulitis umum ditemui. Penelitian menunjukkan 3 dari setiap 100 orang memiliki diverkulitis. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Diverkulitis dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala divertikulitis?

Gejala-gejala umum dari divertikulitis meliputi:

  • Kram dan nyeri pada perut bawah yang tidak teratur pertamanya, namun akan semakin sering dan menjadi konstan
  • Kembung
  • Demam
  • Menggigil
  • Sembelit atau diare
  • Kehilangan napsu makan dan mual.

Pada kasus divertikulitis yang ringan, mungkin tidak terjadi gejala apapun. Gejala dari divertikulitis cenderung serius dan meliputi:

  • Sakit pada perut yang semakin parah, terutama pada sisi kiri
  • Demam 38 derajat Celcius atau di atasnya.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri pada perut
  • Demam atau menggigil
  • Mual dan muntah
  • Perubahan yang tidak biasa pada saat buang air atau bengkak pada perut
  • Darah pada feses
  • Nyeri yang memburuk apabila Anda bergerak
  • Perih saat urinasi
  • Cairan vagina yang abnormal.

Penyebab

Apa penyebab divertikulitis?

Penyakit ini dapat terjadi apabila pencernaan makanan bergerak terlalu lambat melalui usus besar. Tekanan pada kolon dari feses dan makanan menyebabkan beberapa titik menjadi lemah.

Dinding kolon yang lemah menyebabkan diverkulitis. Struktur yang melemah mengakibatkan abses-abses kecil pada dinding kolon. Abses ini kemudian meradang dan terinfeksi, yang menyebabkan gejala. Diverkulitis tidak menular maupun mengakibatkan kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk divertikulitis?

Ada banyak faktor risiko untuk diverkulitis, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang rendah serat
  • Memiliki sejarah keluarga terhadap diverkulitis
  • Penggunaan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau aspirin secara rutin (lebih dari 4 hari seminggu) selama bertahun-tahun.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis divertikulitis?

Dokter akan membuat diagnosis dari sejarah medis, pemeriksaan fisik, tes darah, x-ray dan computed tomography (CT). Tes darah akan memeriksa adanya infeksi, dan hasil CT akan menunjukkan peradangan serta infeksi. Beberapa tes tertentu seperti colomoscopy dan barium enema tidak boleh dilakukan jika Anda menduga adanya diverkulitis, karena dapat menyebabkan usus besar pecah pada lokasi diverkulitis.

Bagaimana cara mengobati divertikulitis?

Rawat jalan saja cukup untuk dilakukan, kecuali gejala parah dan menyebar atau terjadi komplikasi. Istirahat yang cukup, obat pelunak feses, asupan cairan yang cukup, serta makanan yang kaya serat dapat meringankan gejala dari penyakit ini.

Paracetamol dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit. Penawar rasa sakit lainnya seperti aspirin atau ibuprofen tidak disarankan untuk penggunaan rutin, karena dapat menyebabkan gangguan perut. Diverkulitis ringan biasanya dapat ditangani di rumah dengan antibiotik yang diresepkan dokter.

Untuk kasus yang serius dan rumit, pengangkatan area usus besar yang terpengaruh dapat direkomendasi. Operasi juga digunakan untuk divertikulitis yang sering, untuk mengangkat area kolon yang terpengaruh.

Jika rawat inap diperlukan, perawatan yang dilakukan akan serupa, namun infus dan antibiotik akan diberikan, juga obat penawar rasa sakit. Pertamanya, Anda mungkin tidak diperbolehkan makan. Kemudian, makanan yang berserat tinggi dan rendah lemak perlahan-lahan diberikan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi divertikulitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi divertikulitis:

  • Olahraga rutin. Olahraga mendorong fungsi usus yang normal serta mengurangi tekanan pada usus besar. Cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit pada beberapa hari.
  • Konsumsi lebih banyak serat. Makanan kaya akan serat, seperti buah dan sayuran segar, serta gandum utuh, dapat melunakkan materi pembuangan dan membantu melewati usus besar dengan lebih cepat. Hal ini mengurangi tekanan di dalam saluran pencernaan. Namun, tidak pasti apakah pola makan tinggi serat dapat mengurangi risiko divertikulitis. Mengonsumsi biji-bijian serta kacang-kacangan tidak menyebabkan divertikulitis.
  • Minum banyak cairan. Serat bekerja dengan menyerap air dan melunakkan kotoran pada usus besar. Namun jika Anda tidak minum cairan yang cukup untuk mengganti yang diserap, serat dapat menyebabkan sembelit.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

− 3 = 3