Let’s travel together.

Apa Bedanya Migrain Kronis Dengan Migrain Episodik? Mana yang Lebih Berbahaya?

0 3

Mungkin Anda salah satu orang yang sering mengalami sakit kepala sebelah atau migrain. Namun, tahukah Anda jika tak semua migrain sama? Ya, ada dua jenis migrain yaitu migrain episodik dengan migrain kronis. Lantas, jenis migrain apa yang Anda alami?

Mengenal perbedaan migrain kronis dan migrain episodik

Migrain kronis dan migrain episodik akan menimbulkan gejala sakit kepala sebelah yang sama. Namun yang membedakan adalah seberapa sering gejala tersebut muncul.

Pada migrain episodik, gejala sakit kepala akan muncul kurang dari 15 kali dalam sebulan hingga tiga bulan. Migrain jenis ini yang paling banyak dialami.

Sementara orang dengan migrain kronis akan merasakan sakit kepala lebih dari 15 kali dalam sebulan. Biasanya, orang dengan migrain episodik memiliki peluang untuk mengalami migrain kronis dalam kurun waktu hitungan bulan bahkan tahun.

Diduga migrain disebabkan karena adanya peradangan yang menyebabkan pembuluh darah di otak membengkak dan akhirnya menyerang saraf-saraf di sekitarnya. Namun hal ini bukanlah penyebab utama, serangan migrain banyak dikaitkan dengan turunan.

Jenis migrain apa yang saya alami selama ini?

Ciri migrain episodik

Coba ingat-ingat lagi bagaimana dan seberapa sering migrain yang Anda alami. Bila Anda mengalami lima kali serangan migrain dalam waktu 24 jam dan terjadi kurang dari 15 kali dalam sebulan, maka mungkin Anda mengalami migrain episodik.

Serangan migrain episodik sering disertai dengan mual, muntah, atau sensitivitas terhadap suara bising atau cahaya selama migrain terjadi. Biasanya, beberapa hal yang memicu terjadinya migrain episodik, yakni stres, menstruasi, perubahan cuaca, adanya gejala gangguan pada mata atau otak, maupun karena adanya efek samping dari konsumsi obat-obatan.

Ciri migrain kronis

Tanda yang paling mewakili kejadian migrain kronis adalah serangan migrain yang terjadi lebih dari 4 jam dalam satu waktu dan akan berlangsung lebih dari 15 hari sebulan. Biasanya, migrain jenis ini akan menimbulkan gejala yang durasinya lebih lama dan lebih sering ketimbang dengan migrain episodik.

Sebuah penelitian di Current Pain and Headache Reports, menemukan bahwa individu yang menderita migrain kronis mengalami nyeri kepala yang berlangsung selama rata-rata 65,1 jam bila tanpa pengobatan, dan 24,1 jam disertai dengan pengobatan.

Bila dibandingkan dengan individu yang mengalami migrain episodik, mampu bertahan rata-rata 38,8 jam tanpa pengobatan dan 12,8 jam dengan pengobatan, dikutip dari Healthline.

Bagaimana penanganan untuk kedua jenis migrain ini?

Kedua jenis migrain ini dapat diobati dengan jenis obat yang hampir sama, biasanya dokter akan merekomendasikan obat-obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri kepala.

Dokter biasanya juga akan menyarankan obat untuk mengobati gejala-gejala lain yang timbul, seperti mual dan muntah. Pemberian obat-obatan pencegahan juga sering dilakukan untuk mencegah terjadinya gejala migrain kronis.

Jenis obat-obatan seperti obat antidepresan, antiseizure, onabotulinumtoxinA (botox), dan obat pereda rasa sakit, yang dapat membantu mengurangi frekuensi, durasi, serta keparahan nyeri kepala Anda.

Cara mencegah terserang migrain kronis

Jika Anda telah menderita migrain sebelumnya, beberapa hal berikut ini bisa mencegah kemungkinan terjadinya migrain kronis:

  • Kelelahan bisa memicu terjadinya migrain, maka usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup sekitar tujuh sampai delapan jam setiap malam.
  • Perhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Pasalnya, beberapa jenis makanan bisa menimbulkan sakit kepala, seperti terlalu banyak kafein serta makanan dan minuman kemasan.
  • Kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan bisa menjadi pemicu utama. Untuk itu, sebaikya kelola stres Anda dengan baik.
  • Olahraga yang dilakukan dengan rutin akan membantu Anda mencapai berat badan yang sehat. Sebab, kegemukan bisa meningkatkan risiko Anda terserang migrain kronis.
  • Perhatikan konsumsi obat Anda karena terlalu banyak mengonsumsi jenis obat tertentu dapat menyebabkan masalah sakit kepala berlebihan. Sebaiknya, patuhi aturan minum obat beserta jenis obat yang dianjurkan oleh dokter.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

43 − 38 =