Let’s travel together.

Amannya, Berapa Banyak Pasta Gigi yang Boleh Dipakai Anak?

0 3

Pasta gigi anak dikemas dengan berbagai rasa, seperti stroberi atau jeruk. Penambahan rasa buah-buahan ini sengaja dilakukan agar anak menyukai rasanya dan lebih rajin menggosok gigi. Sayangnya, pemberiannya kadang terlalu banyak. Lantas, seberapa banyak baiknya pasta gigi yang diberikan untuk anak?

Seberapa banyak memberikan pasta gigi untuk anak?

Sebenarnya, merawat gigi anak perlu dilakukan sebelum anak tumbuh gigi. Salah satu caranya dengan membersihkan gusinya dengan lap yang lembut dan bersih.

Saat empat gigi pertama mulai tumbuh, jagalah kebersihan gigi dengan menyikat giginya. Biasanya ini dilakukan ketika usia anak mencapai 18 bulan atau sekitar 2 tahun.

pasta gigi terbaik

Pusat Pengendalian Pencegahan penyakit di Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan penggunaan odol mulai dilakukan pada anak usia 2 tahun.

Akan tetapi, lembaga ini melaporkan bahwa hampir 40% anak berusia 3 hingga 6 tahun menggunakan pasta gigi terlalu banyak. Hal ini yang kemudian menjadi perhatian para pengamat kesehatan gigi anak.

Pasalnya, menggunakan pasta gigi berlebihan dapat menimbulkan masalah. Alih-alih menjaga kesehatan dan kebersihan gigi, kebanyakan pasta gigi justru dapat merusak perkembangan gigi.

Beberapa kerusakan yang terjadi adalah perubahan warna gigi dan gigi tanggal.

Supaya anak tidak terlalu banyak menggunakan pasta gigi, Anda harus mengawasi penggunaannya. Terutama memberikannya dengan takaran yang sesuai.

Banyaknya odol yang direkomendasikan untuk si kecil, antara lain:

  • Anak usia 2-3 tahun diberikan odol seukuran dengan biji beras
  • Anak usia 3-6 tahun diberikan odol seukuran kacang polong

Jika Anda masih ragu dalam perawatan gigi anak, jangan sungkan untuk konsultasi pada dokter.

Tips agar anak tidak pakai pasta gigi berlebihan

mengajari anak gosok gigi

Memberikan pasta gigi sesuai dengan kebutuhan anak memang dapat mencegahnya menggunakan pasta gigi terlalu banyak. Namun, bukan hanya itu saja. Ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan orangtua, di antaranya:

1. Pastikan anak siap pakai pasta gigi

Salah satu bahaya pakai odol kebanyakan adalah anak tidak sengaja menelannya. Untuk mencegah hal ini, pastikan anak melakukan sikat gigi sendiri pada usia yang tepat.

Jangan biarkan anak yang belum bisa menggosok gigi sendiri, menyikat giginya sendiri tanpa pengawasan.

Bukannya dibuang, air bekas berkumur bisa jadi ditelan oleh anak. Lakukan latihan menyikat gigi secara berulang tanpa pasta gigi, hingga si kecil mahir untuk membuang air sisa berkumur.

2. Awasi saat ia menggosok gigi

mengajarkan anak sikat gigi

Selain memastikan keterampilan anak, Anda juga perlu mengawasinya ketika menggosok gigi. Jangan biarkan anak gosok gigi tanpa pengawasan.

Bukan hanya tersedak air bekas berkumur, anak juga bisa menggunakan pasta gigi secara bebas atau sengaja memakan atau menjadikan pasta gigi sebagai mainan.

3. Perhatikan kandungan pasta gigi

Tips selanjutnya adalah memastikan bahwa pilihan pasta gigi untuk anak sudah tepat. Untuk anak dibawah usia 18 bulan, pilih pasta gigi yang tidak mengandung fluoride.

Bila usianya sudah mencapai 18 bulan lebih, pilih pasta gigi dengan kandungan fluoride yang rendah.

Fluoride adalah zat yang memberikan mineral pada gigi sehingga gigi jadi makin kokoh. Selain itu, zat ini juga mencegah plak atau kotoran menempel di gigi.

Namun, manfaat itu hanya didapatkan jika digunakan secara bijak, tidak berlebihan.

Penggunaan fluoride yang berlebihan pada anak inilah yang menyebabkan kerusakan gigi (fluorosis gigi). Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih pudar di gigi, yang semakin lama akan merubah gigi jadi cokelat gelap dan keropos.

Baca Juga:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

56 − 48 =