Let’s travel together.

4 Jenis Obat Gastritis yang Biasa Diresepkan Dokter, Plus Tips Meredakan Gejalanya di Rumah

0

Gastritis, yang dikenal juga oleh awam dengan istilah radang lambung, dapat menyebabkan gejala tidak mengenakkan di perut. Gastritis bisa membuat perut sakit, terasa kembung, bahkan membuat feses Anda berdarah dan berwarna kehitaman. Jika berbagai gejala ini sudah Anda rasakan, obat apa yang baik dan ampuh untuk mengatasi gastritis?

Obat dari dokter untuk mengatasi gastritis 

Obat umumnya akan diberikan dokter tergantung pada penyebab gastritis Anda. Peradangan lambung dapat terjadi akibat infeksi pada saluran cerna, konsumsi obat antinyeri yang terlalu sering, minum alkohol berlebihan, dan juga merokok.

Nah berdasarkan penyebabnya, obat yang digunakan untuk mengobati gastritis dapat meliputi:

1. Obat antibiotik 

Dokter akan meresepkan obat antibiotik jika gastritis Anda disebabkan infeksi bakteri H. pylori.

Antibiotik yang diresepkan dapat berupa satu jenis obat saja, atau kombinasi dari beberapa antibiotik berbeda. Namun, umumnya Anda akan diresepkan obat clarithromycin dan amoxicillin. Kombinasi dua obat ini dapat mematikan bakteri H. pylori yang ada di lambung.

Pastikan untuk menghabiskan dosis obat antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Jangan minum obat antibiotik lebih cepat atau lebih lama dari yang diresepkan. Hal ini dapat menimbulkan risiko bakteri kebal obat sehingga penyakit Anda lebih lama sembuh.

2. Pompa penghambat proton (proton pump inhibitor)

Pompa penghambat proton atau disingkat obat PPI dapat mengatasi gastritis dengan cara mengurangi produksi asam di lambung. PPI juga dapat mengobati tukak lambung yang disebabkan oleh penggunaan obat NSAID berlebihan.

Contoh obat PPI yang biasa diresepkan oleh dokter untuk gejala gastritis adalah omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole.

Kadang, salah satu jenis obat PPI juga dapat dikombinasikan dengan amoxicillin dan clarithromycin sebagai cara mengobati infeksi bakteri H. pylori. Kombinasi tiga obat ini terbukti 80% bekerja lebih efektif ketimbang dua kombinasi obat saja.

Namun, obat PPI tidak boleh digunakan berlarut dalam jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dengan dosis tinggi dapat menyebabkan peningkatan risiko patah tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan. 

Selain itu, obat gastritis ini diduga dapat menyebabkan peningkatan risiko gagal ginjal. Tanyakan kepada dokter aturan dosis, cara pakai, dan seberapa lama harus minum obat ini. 

3. Histamine H2-blocker

Obat histamine blocker bekerja mengatasi gejala gastritis dengan menekan produksi asam yang dilepaskan ke lambung Anda. Efek ini pada akhirnya akan mengurangi rasa sakit perut akibat gastritis dan mempercepat penyembuhan radang. 

Umumnya dokter akan meresepkan obat seperti ranitidine, famotidine, dan cimetidine. 

4. Antasida 

Obat antasida berfungsi menetralkan asam lambung yang dapat memperparah gejala gastritis. Selain menetralkan asam lambung, obat gastritis ini juga cepat meredakan rasa sakit di perut.

Dokter mungkin akan memberikan Anda kombinasi obat antasida dengan obat antibiotik atau obat lainnya. 

Obat antasida dapat menyebabkan efek samping sembelit atau diare, tergantung pada bahan utamanya. Maka konsultasi dulu dengan dokter mengenai dosis dan jenis obat antasida terbaik untuk Anda guna menghindari risikonya.

Tips mengobati gejala gastritis di rumah

Di samping minum obat gastritis, dokter mungkin juga menganjurkan Anda untuk mencoba berbagai perawatan di rumah untuk mengatasi dan mencegah gejalanya datang lagi.

Berikut adalah beberapa pilihan perawatan alami yang bisa membantu mengatasi peradangan lambung:

1. Makan makanan yang “ramah” lambung

Gejala gastritis umumnya muncul ketika lapisan dalam lambung meradang. Peradangannya itu sendiri dapat disebabkan oleh apa yang kita makan sehari-hari.

Makanan pemicu gastritis pada setiap orang mungkin berbeda. Maka, perhatikan lagi apa yang Anda makan selama masih minum obat gastritis dari dokter.

Anda bisa tanyakan ke dokter apa makanan apa yang harus Anda hindari saat terserang gastritis. Namun, umumnya makanan berikut ini harus dihindari selama perut masih meradang dan setelah sembuh dari gejalanya:

  • Makanan olahan dan yang diawetkan
  • Makanan dengan kandungan gluten tinggi (mie, roti, dan pasta)
  • Makanan yang bersifat asam, seperti jeruk, lemon, dan yang mengandung cuka
  • Makanan pedas dan berlemak
  • Makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula (makanan dan minuman kemasan)

Pilihlah makanan yang tidak akan mengiritasi lambung Anda. Menurut penelitian dalam jurnal Przeglad Gastroenterologiczny tahun 2016, brokoli dan blueberry segar dapat menjadi obat gastritis alami yang membantu mengurangi peradangan pada lambung.

2. Minum air bawang putih

Bakteri H. pylori penyebab gastritis sebenarnya hidup alami dalam lambung manusia dan tidak menyebabkan masalah. Bakteri ini barulah menyebabkan infeksi ketika berkembang biak di luar batas.

Jika gastritis Anda disebabkan oleh bakteri ini, Anda dapat coba mengonsumsi bawang putih. Bawang putih dipercaya ampuh sebagai obat alami untuk membantu membunuh bakteri H. pylori.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda cukup menggerus (uleg) bawang putih mentah dan larutkan dalam segelas air hangat. Saring dan minum ekstraknya.  

Anda juga bisa mengonsumi duplemen ekstrak bawang putih yang dijual di apotek jika cara di atas terlalu “ekstrem” buat Anda. Namun, sebaiknya tetapkonsultasi ke dokter dulu sebelum minum obat herbal apa pun. 

3. Minum suplemen probiotik 

Probiotik adalah jenis bakteri baik yang dapat membantu kesehatan sistem pencernaan kita. 

Bakteri baik ini dipercaya dapat membantu mempercepat penyembuhan radang lambung dengan melawan bakteri H. pylori yang menyebabkan gastritis.

Selain dari suplemen, Anda juga bisa mengonsumsi makanan fermentasi yang mengandung probiotik seperti kimchi, tempe, yogurt, kefir.

4. Minum teh hijau dan madu manuka

Sebuah penelitian dalam jurnal Diagnostic Microbiology and Infectious Disease tahun 2015 menunjukkan teh hijau atau hitam dapat menjadi obat gastritis alami yang disebabkan infeksi bakteri.

Studi tersebut melaporkan rutin minum teh hijau atau teh hitam setidaknya seminggu sekali dapat mengurangi jumlah bakteri H. pylori di saluran pencernaan.

Jika ingin pakai pemanis, coba tukar gula pasir dengan madu manuka asli. Madu manuka mengandung sifat antibakteri yang membantu melawan infeksi penyebab gastritis.

Baca Juga:

  • Mengulik Pangastritis, Jenis Gastritis Kronis yang Umum Terjadi
  • Hati-hati, Main Hp Saat BAB, Membuat Anda Berisiko Kena Ambeien
  • 7 Cara Mudah Kendalikan Asam Lambung Agar Maag Tidak Gampang Kambuh
  • 5 Cara Mengatasi Perut Sakit Setelah Makan Pedas

Leave A Reply

Your email address will not be published.

26 − 24 =